Pendaratan Airbus A380 di Bandara Ngurah Rai Bali, Unik dengan Water Salute

HARIANE JOGJA – Suasana pendaratan Airbus A380 di Bandara Ngurah Rai, Bali disambut suka cita oleh semua pihak.

Water Salute oleh PT Angkasa Pura I juga membuat pendaratan pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates ini meriah.

Water salute ialah tradisi penyemperotan menggunakan air sebagai tanda penghormatan. Water salute umum dipakai dalam dunia transportasi udara.

BACA JUGA:  Penataan Kawasan Kumuh Sungai Gajah Wong oleh Pemkot Jogja, Tingkatkan Kualitas Permukiman Warga
pendaratan Airbus A380
Detik-detik Water Salute tanda atas berhasilnya Airbus A380 mendarat dengan lancar. (Foto: Twitter/@jollyonnn).

Penyemperotan air dilakukan sedemikian rupa sehingga air membentuk lengkung, dan pesawat berjalan di bawahnya.

Menurut AutoReportNG, bentuk lengkung itu seperti halnya sebuah prosesi pengantin yang berjalan di gerbang pernikahan yang berbentuk lengkung atau pengantin militer yang berjalan di bawah pedang pora.

BACA JUGA:  Mahasiswi Kalbar Meninggal di Bantul, Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kamar Kos oleh Mantan Pacar

Persiapan PT Angkasa Pura I untuk Pendaratan Reguler A380

pendaratan Airbus A380
Airside dan landside Bandara Ngurah Rai siap dan layak untuk pendaratan Airbus A380 dengan jalur regular.(Foto: PT Angkasa Pura I).

PT Angkasa Pura I sebagai operator Bandara Ngurah Rai sudah melakukan persiapan untuk pendaratan pesawat terbang superjumbo Emirates A380.

Sebagaimana dilansir dari akun Twitter Angkasa Pura, Pihak Angkasa Pura Airports, Kementerian Perhubungan, dan tim dari maskapai penerbangan internasional Emirates telah melakukan uji dan penilaian terhadap Bandara Ngurah Rai.

Dari hasil penilaian, 3 tim tersebut menilai bahwa fasilitas airside dan landside Bandara Ngurah Rai layak untuk tempat pendaratan Airbus A380-800, sebuah pesawat penumpang terbesar di dunia.

Spesifikasi fasilitas airside dan landside Ngurah Rai tidak hanya layak untuk pendaratan gawat darurat, pendaratan reguler pun juga layak.

Artinya dapat melayani pesawat dengan ukuran superjumbo, termasuk Airbus A380 yang merupakan pesawat terbesar di dunia pada saat ini.

Itu sebabnya, penerbangan reguler Dubai-Denpasar-Dubai oleh Emirates mulai menggunakan Airbus A380-800.

Tempat parkir pesawat yang dikhawatirkan oleh komunitas pecinta pesawat terbang dan pengamat transportasi udara pun sudah disiasati oleh PT Angkasa Pura.

PT Angkasa Pura melaksanakan pengaturan parkir pesawat di sekeliling Emirates A380. Parkir stand di sekeliling hanya dialokasikan untuk pesawat terbang berbadan lebar sebagaimana Airbus A380 ini.

Untuk mendukung mobilitas penumpang, Angkasa Pura Airports menyiapkan garbarata atau aviobridge dengan dua belalai.

Kesiapan PT Angkasa Pura I menjadikan suasana pendaratan Airbus A380 khidmat dan lancar. Dan memang sudah seharusnya karena Kamis 1 Juni 2023 menjadi sejarah pendaratan Airbus A380 untuk melayani rute reguler internasional.

BACA JUGA:  Rundown ASEAN Tourism Forum 2023 di Jogja: Upacara Pembukaan, Royal Dinner, Hingga Pameran Travel
Kontributor 9