Geger Muncul Pulau Baru di Maluku Setelah Gempa, Kok Bisa?

HARIANE JOGJA – Muncul pulau baru di Maluku menjadi hal yang membuat geger masyarakat. Pasalnya, pulau tersebut muncul setelah terjadinya gempa dengan Magnitudo 7.5 SR.

Diketahui, muncul pulau baru di Maluku tepatnya di Tanimbar, Kecamatan Wua Labobar. Dikonfirmasi dari laporan Informasi Seputar Gempa Bumi Indonesia, letak pulau kecil itu tepatnya antara Desa Teineman dan Mitak.

Muncul pulau baru di Maluku ini membuat banyak warganet membahasnya di jagad sosial media. Salah satu akun Facebook Mulyadi Letsoin juga sempat mengabadikan bentuk pulau baru tersebut.

Pulau Baru di Maluku setelah Gempa
Potret warga yang penasaran muncul pulau baru di Maluku. (Foto: Facebook/Mulyadi Letsoin)

Fenomena muncul pulau baru di Maluku ini membuat masyarakat penasaran. Lantas , bagaimana penjelasan ilmiahnya?

BACA JUGA:  Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Geografi Internasional 2023, Apa yang Sudah Dipersiapkan?

Muncul Pulau Baru di Maluku Setelah Gempa Itu Sangat Wajar

Fenomena muncul pulau baru di Maluku setelah gempa 7.5 SR memang dapat dikatakan sangat wajar.

Lewat akun Twitter pribadinya, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto mengonfirmasi dan mencoba menjelaskan kejadian tersebut.

Secara umum, munculnya pulau di Indonesia didasari oleh dua fenomena: pengangkatan tektonik dan pertumbuhan vulkanik (gunung api).

Ia menjelaskan, setiap gempa besar dangkal dengan mekanisme gerak sesar naik akan mengangkat dasar laut sedikit demi sedikit.

Selain peristiwa muncul pulau baru di Maluku, pengangkatan daratan juga dapat dilihat pada gempa Aceh 2004. Bagian utara Pulau Simeulue terangkat sekitar 3 meter. Sementara itu, bagian selatannya turun.

Saat gempa Nias pada Maret 2005, bagian Selatan Simeulue terangkat naik dan bagian Utaranya turun. Siklus gempa akan mengangkat dasar laut sehingga menjadi daratan atau disebut masyarakat sebagai pulau sedikit demi sedikit.

Pulau Kecil Selain di Maluku
Tonjolan baru pasca gempa Simeulue pada 2004 yang sama seperti peristiwa muncul pulau baru di Maluku. (Foto: Twitter/YonKerbauRawa)

Siklus gempa yang menyebabkan daratan naik dan turun ia jelaskan lewat gambaran ilustrasi berikut:

Ilustrasi Siklus Gempa
Ilustrasi penjelasan siklus gempa yang menyebabkan muncul pulau baru di Maluku pasca gempa. (Ilustrasi: Twitter/YonKerbauRawa)

Inter-seismic adalah fase diantara 2 gempa. Fase ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam di bawah lempeng benua dan menyeretnya turun perlahan dengan kecepatan lambat. Kecepatannya tidak lebih dari tumbuhnya kuku jari manusia.

Pantai di pulau-pulau seperti Simeulue, Nias, Kep. Mentawai Enggano tenggelam perlahan, sementara itu pantai-pantai Barat Sumatera naik perlahan juga.

Sementara itu, fase co-seismic adalah ketika energi terkumpul melampaui plastisitas kerak bumi. Kerak bumi kemudian patah dan terangkat. Energi pun lepas dalam bentuk gempa.

Dalam kasus pulau baru yang muncul di Maluku, Eko Yulianto menjelaskan ada kemungkinan di tempat pulau baru itu sebelumnya sudah dalam bentuk laut dangkal.

Dengan demikian, ketika terjadi gempa, dasar laut dangkal ini bisa menyembul ke atas permukaan laut dan menjadi daratan yang kemudian disebut masyarakat sebagai pulau baru.

BACA JUGA:  Resmi! Pemkab Bantul Tolak Arema Gunakan Stadion Sultan Agung Jadi Homebase

Eko Yulianto juga menambahkan bahwa siklus gempa yang menyebabkan muncul pulau baru di Maluku ini juga menjadi faktor munculnya pulau-pulau lain di Indonesia dan tidak akan berhenti hingga kiamat. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)