Geger Muncul Pulau Baru di Maluku Setelah Gempa, Kok Bisa?

Saat gempa Nias pada Maret 2005, bagian Selatan Simeulue terangkat naik dan bagian Utaranya turun. Siklus gempa akan mengangkat dasar laut sehingga menjadi daratan atau disebut masyarakat sebagai pulau sedikit demi sedikit.

Pulau Kecil Selain di Maluku
Tonjolan baru pasca gempa Simeulue pada 2004 yang sama seperti peristiwa muncul pulau baru di Maluku. (Foto: Twitter/YonKerbauRawa)

Siklus gempa yang menyebabkan daratan naik dan turun ia jelaskan lewat gambaran ilustrasi berikut:

Ilustrasi Siklus Gempa
Ilustrasi penjelasan siklus gempa yang menyebabkan muncul pulau baru di Maluku pasca gempa. (Ilustrasi: Twitter/YonKerbauRawa)

Inter-seismic adalah fase diantara 2 gempa. Fase ini terjadi ketika lempeng samudra menunjam di bawah lempeng benua dan menyeretnya turun perlahan dengan kecepatan lambat. Kecepatannya tidak lebih dari tumbuhnya kuku jari manusia.

Pantai di pulau-pulau seperti Simeulue, Nias, Kep. Mentawai Enggano tenggelam perlahan, sementara itu pantai-pantai Barat Sumatera naik perlahan juga.

Sementara itu, fase co-seismic adalah ketika energi terkumpul melampaui plastisitas kerak bumi. Kerak bumi kemudian patah dan terangkat. Energi pun lepas dalam bentuk gempa.

Dalam kasus pulau baru yang muncul di Maluku, Eko Yulianto menjelaskan ada kemungkinan di tempat pulau baru itu sebelumnya sudah dalam bentuk laut dangkal.

Dengan demikian, ketika terjadi gempa, dasar laut dangkal ini bisa menyembul ke atas permukaan laut dan menjadi daratan yang kemudian disebut masyarakat sebagai pulau baru.

Admin