4 Tradisi 1 Suro di Berbagai Daerah yang Unik, Ada Kirab hingga Memandikan Keris

HARIANE JOGJA – Terdapat sejumlah tradisi 1 Suro di berbagai daerah yang dilakukan untuk sejumlah tujuan yang berbeda.

Misalnya, tradisi menjelang suro di Desa Prigi, Banjarnegara, Jawa Tengah oleh umat Buddha yang bertujuan sebagai wujud terima kasih.

Selain itu, masih ada beberapa tradisi lain yang ada di sejumlah wilayah Indonesia. Berikut informasi lengkapnya.

Tradisi 1 Suro di Indonesia

Berikut ini merupakan tradisi 1 Suro di Indonesia yang dilaksanakan untuk tujuan tertentu.

1. Tradisi 1 Suro di Desa Prigi

Dilansir dari laman Kemenag, tradisi menjelang suro di Desa Prigi, Banjarnegara, Jawa Tengah ini diawali dengan tradisi mengantar masakan ketan yang disebut dengan punggahan.

Tradisi 1 Suro ini dilakukan sebagai wujud terima kasih umat Buddha kepada umat Islam yang telah memberikan kebaikan kepada umat Buddha saat bulan puasa.

Setelah melakukan punggahan, umat Buddha akan menjalani puasa sampai malam pangkareman, yaitu adalah hari tenggang sebelum memasuki 1 Suro.

Pada masa pangkareman, umat Buddha tidak diperkenankan melakukan aktivitas atau pekerjaan rutin dan akan fokus pada pengendalian diri serta ibadah.

BACA JUGA:  Jelang Perayaan Imlek di Jogja, Permintaan Kue Keranjang Naik 50 Persen

2. Kirab 1 Suro di Surakarta

Kirab satu Suro di Surakarta ini dilakukan pada malam hari, tepatnya sebelum tanggal 1 Muharram atau 1 Suro. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk refleksi diri atau pengingat akan kesalahan yang telah diperbuat selama satu tahun dengan harapan agar lembaran baru dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya.

Dilansir dari Dinas Pariwisata Solo Surakarta, kirab satu Suro di Keraton Surakarta ini akan diikuti oleh ribuan orang, seperti Raja, keluarga, kerabat, abdi dalem hingga masyarakat umum.

Kontributor 5