HARIANE JOGJA – Makanan khas Imlek yang membawa keberuntungan selalu dihidangkan saat berkumpul bersama keluarga saat perayaan ini.
Setiap makanan khas Imlek yang membawa keberuntungan memiliki makna dan filosofi tersendiri bagi warga Tionghoa.
Jelang Tahun Baru Cina, berikut daftar makanan khas Imlek yang membawa keberuntungan, dilansir dari kanal YouTube Maskulin (Masakan Kuliner)
Makanan Khas Imlek yang Membawa Keberuntungan
1. Bebek Panggang
Bebek Panggang menjadi hidangan wajib yang dihidangkan saat Imlek. Hidangan satu ini menjadi makanan kebanggan orang Tionghoa.
Selain itu, menghidangkan olahan ini telah menjadi salah satu budaya yang dilakukan secara turun temurun.
Sejak dahulu, makanan ini sangat terkenal di kalangan bangsawan. Menjadi salah satu makanan yang sering disajikan untuk para raja.
Hidangan bebek panggang sendiri memiliki makna kemakmuran. Harapannya, orang yang memakannya dapat semakmur para raja-raja.
2. Siu Mie (Mie Panjang Umur)
Siu Mie adalah mie goreng yang disajikan tanpa dipotong. Orang Tionghoa biasa menyebutnya changshou mian.
Mie Panjang umur melambangkan umur yang panjang. Menurut tradisi Tionghoa, semakin panjang mie yang dimakan maka akan semakin beruntung.
3. Kue Keranjang
Kue keranjang atau biasa disebut Niang-gao memiliki arti tahun yang lebih sejahtera. Kue keranjang menjadi salah satu hidangan wajib pada saat Tahun Baru Imlek.
Selain itu, hidangan ini juga selalu ada saat sembahyang warga Tionghoa. Kue keranjang biasanya disusun di atas kue mangkok warna merah. Atau bisa juga diletakkan di nampan besar.
Kue keranjang memiliki makna bahwa tuan rumah sudah siap menerima kesejahteraan untuk masa yang akan dating.
4. Jeruk
Jeruk santang atau jeruk mandarin adalah buah yang sangat khas dengan Tahun Baru Cina. Buah ini merupakan salah satu hidangan wajib bagi rakyat Tionghoa saat Imlek.
Jeruk mandarin biasanya disajikan dengan kondisi jeruk yang masih bertangkai dan memiliki daun. Jeruk ini melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran yang akan selalu tumbuh.
5. Dumpling atau Pangsit
Hidangan dumpling atau pangsit biasa disebut Jiao-zi oleh rakyat Tionghoa. Hidangan ini sering disajikan sebagai makanan khas imlek untuk keluarga.
Hidangan ini dipercaya dapat mendatangkan rejeki berlimpah di masa mendatang. Selain itu, diharapkan dapat menjaga kerukunan di dalam keluarga.
Biasanya dumpling di isi dengan dagi babi, tetapi bisa diganti dengan udang, ayam atau sayuran.
6. Ikan
Biasanya ikan yang dihidangkan adalah ikan bandeng. Tetapi seiring berkembangnya zaman, jenis ikan disesuaikan dengan selera keluarga.
Tradisi penyajian ikan saat Imlek terbilang unik. Kepala Ikan disajikan menghadap ke arah tamu yang terhormat atau orang yang paling tua. Hal tersebut menujukkan rasa hormat terhadap orang yang dituakan.
Anggota keluarga yang lain dapat memakan ikan setelah orang yang di tuakan sudah makan terlebih dahulu. Selain itu, posisi ikan juga tidak boleh dipindahkan.
Kemudian 2 orang yang menghadap kepala dan ekor harus minum bersama karena dianggap membawa keberuntungan.
7. Manisan
Ada 2 macam manisan yang terkenal saat perayaan Tahun Baru Imlek. Yang pertama manisan bola beras manis. Berbentuk bulat dan berwarna putih, selain itu menjadi makanan khas pada festival lampion Cina.
Yang kedua, manisan persegi delapan. Ada delapan varian berbeda dalam satu kemasan. Makanan yang satu ini melambangkan symbol kemakmuran rakyat Tionghoa.
Itulah makanan khas Imlek yang membawa keberuntungan, selalu dihidangkan saat merayakan Tahun Baru Imlek oleh keluarga Tionghoa. **** (Kontributor: Sire Vitawati)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji