Bolehkah Sholat Witir Satu Rakaat? Ternyata Begini Hukumnya

HARIANE JOGJA – Sholat witir satu rakaat seringkali dipertanyakan oleh umat muslim terutama menjelang bulan puasa Ramadhan 2023.

Sholat witir adalah ibadah sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari antara waktu isya’ dan subuh, dijalankan dalam jumlah rakaat yang ganjil.

Ibadah sholat witir jika dikerjakan pada bulan puasa, maka dikerjakan setelah sholat tarawih maupun tahajud.

Shalat satu rakaat mungkin terdengar terlalu sedikit, tapi bukankah satu termasuk bilangan ganjil? Jadi bagaimana hukum sholat witir hanya satu rakaat saja?

BACA JUGA:  4 Tradisi Bangunkan Sahur di Indonesia, Tabuh Alat Musik Sambil Keliling Kampung Masih Jadi Favorit

Sholat Witir Satu Rakaat Menurut Para Ulama

shalat witir satu rakaat
Shalat witir adalah ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari antara waktu isya dan subuh. (Ilustrasi: Unsplash/afiq fatah)

Dilansir dari Tuntunan Sholat Sunat Tarawih dan Witir dari Kanwil Kemenag Jambi, menerangkan bahwa sholat witir merupakan sunnah Nabi Muhammad, sesuai dengan sabda:

“(dari Abu Hurairah) bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menegakkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhori Dan Muslim)

Sedangkan menurut portal Kementerian Agama Sumatera Barat menyatakan ada perbedaan pendapat soal jumlah rakaat sholat witir yang boleh dikerjakan.

Imam Malik menerangkan bahwa shalat witir adalah wajib didahului shalat ganjil dulu. Minimal dua rakaat jadi tiga adalah batas minimal yang wajib dibagi dua rakaat dan satu rakaat.

Selanjutnya Imam Abu Hanifah berkata bahwa bilangan witir merupakan tiga rakaat dan satu kali salam. Sedangkan, Imam As-Syafi‘i membahasakan bahwa cukup satu rakaat saja sudah termasuk sholat witir.