Bolehkah Sholat Witir Satu Rakaat? Ternyata Begini Hukumnya

HARIANE JOGJA – Sholat witir satu rakaat seringkali dipertanyakan oleh umat muslim terutama menjelang bulan puasa Ramadhan 2023.

Sholat witir adalah ibadah sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari antara waktu isya’ dan subuh, dijalankan dalam jumlah rakaat yang ganjil.

Ibadah sholat witir jika dikerjakan pada bulan puasa, maka dikerjakan setelah sholat tarawih maupun tahajud.

Shalat satu rakaat mungkin terdengar terlalu sedikit, tapi bukankah satu termasuk bilangan ganjil? Jadi bagaimana hukum sholat witir hanya satu rakaat saja?

BACA JUGA:  7 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Nomor 6 Jarang Diketahui

Sholat Witir Satu Rakaat Menurut Para Ulama

shalat witir satu rakaat
Shalat witir adalah ibadah sunnah yang dilakukan pada malam hari antara waktu isya dan subuh. (Ilustrasi: Unsplash/afiq fatah)

Dilansir dari Tuntunan Sholat Sunat Tarawih dan Witir dari Kanwil Kemenag Jambi, menerangkan bahwa sholat witir merupakan sunnah Nabi Muhammad, sesuai dengan sabda:

“(dari Abu Hurairah) bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa menegakkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhori Dan Muslim)

Sedangkan menurut portal Kementerian Agama Sumatera Barat menyatakan ada perbedaan pendapat soal jumlah rakaat sholat witir yang boleh dikerjakan.

Imam Malik menerangkan bahwa shalat witir adalah wajib didahului shalat ganjil dulu. Minimal dua rakaat jadi tiga adalah batas minimal yang wajib dibagi dua rakaat dan satu rakaat.

Selanjutnya Imam Abu Hanifah berkata bahwa bilangan witir merupakan tiga rakaat dan satu kali salam. Sedangkan, Imam As-Syafi‘i membahasakan bahwa cukup satu rakaat saja sudah termasuk sholat witir.

Lalu ada Ibnu Rusyd Al-Hafid dalam Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid menerangkan posisi perbedaan antara ketiga pendapat tadi.

BACA JUGA:  3 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh 6 - 8 Januari 2023, Salah Satu Sunah Umat Muslim

Imam Malik mengatakan bahwa shalat witir harus tersusun dari sholat dua rakaat (as-syaf’u) dan satu rakaat (al-witr).

Gagasan Imam Malik ini diturut dari argumennya pada sebuah hadits berisi bahwa Rasul mengganjilkan rakaat witir setelah melakukan sholat per dua rakaat. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Qays dari Aisyah RA.

Artinya, “Dari Abdullah bin Qays, ia berkata bahwa Aku bertanya kepada Aisyah RA terkait jumlah rakaat Rasul Saw melakukan sholat witir? Aisyah menjawab bahwa Rasul melakukan sholat witir dengan empat rakaat ditambah tiga rakaat (tujuh rakaat), enam rakaat ditambah tiga rakaat (sembilan rakaat), delapan dan tiga rakaat (sebelas rakaat), dan sepuluh ditambah tiga rakaat (tiga belas rakaat). Rasul tidak pernah melakukan sholat witir kurang dari tujuh rakaat atau lebih dari tiga belas rakaat.”

Dikatakan Abu Hanifah didasarkan hadits sholat Maghrib adalah termasuk witir siang. Namun, jumlah rakaatnya adalah tiga rakaat, maka sholat witir malam pun disamakan dengan jumlah rakaat yang sama, yakni tiga rakaat dengan satu salam.

“Sesungguhnya Abu Hanifah berkata bahwa jika ada sesuatu yang menyerupai sesuatu yang lain, maka hukumnya menjadi satu. Sesuatu yang menyerupai (dalam hal ini witir malam) lebih cocok untuk disamakan dengan sifat yang diserupai (shalat maghrib). Ketika sholat maghrib diserupakan dengan witir shaoat nahar dan dilakukan dengan tiga rakaat, maka sholat witir malam juga wajib dilakukan dengan tiga rakaat,” (Lihat Ibnu Rusyd Al-Hafid, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, (Mesir: Mathbaah Musthafa Al-Babi Al-Halabi, 1975 M), juz I, halaman 201).

BACA JUGA:  Kompetisi Marching Band 2023 di Jogja, Ini Cara Daftar dan Lokasi Parade
shalat witir satu rakaat
Para ulama memiliki perbedaan pendapat soal jumlah rakaat sholat witir. (Ilustrasi: Unsplash/Rifky Nur Setyadi)

Imam As-Syafi‘i menerangkan bahwa bilangan rakaat witir adalah dibolehkan satu rakaat. Ia berpegang pada hadits yang menjelaskan bahwa Rasul sholat witir dengan satu rakaat.

“Aisyah berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan sholat malam sebanyak sebelas rakaat dan salah satunya dilakukan dengan ganjil (witir) dengan satu rakaat.”

Diriwayatkan hadits lain juga bahwa Rasul menyatakan jika khawatir tiba sholat subuh, maka sholat witir saja dengan satu rakaat. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA:

“Sholat malam itu dilaksanakan dua rakaat dua rakaat, jika kamu melihat waktu subuh sudah dekat, maka ganjilkanlah dengan satu rakaat.”

Sehingga bisa disimpulkan bahwa untuk melengkapi ibadah bulan puasa Ramadhan 2023, sholat witir sebanyak satu rakaat tidak masalah alias diperbolehkan.

Namun jika ingin mempunyai pahala lebih, bilangan sholat witir disempurnakan jadi tiga, lima, tujuh dan seterusnya sampai sebelas rakaat.

Demikian adalah jawaban soal bolehkah sholat witir satu rakaat menurut pendapat berbagai ulama. **** (Kontributor: Pradnya Widita)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com