HARIANE JOGJA – Penurunan stunting Kota Jogja raih penghargaan peringkat pertama pada periode 2022. Pemkot terus berupaya dengan menargetkan zero stunting pada tahun 2024.
Menurut WHO stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya. Hal ini disebabkan akibat kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi.
Percepatan penurunan stunting yang dituang dalam Perpres No. 72 Tahun 2021 merupakan salah satu program yang digalakan oleh pemerintah Indonesia demi meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
Kota Jogja menorehkan prestasi dengan meraih peringkat terbaik pertama se-provinsi DIY dalam upaya menurunkan angka stunting di tahun 2022.

Penurunan Stunting Kota Jogja dan Komitmen Pemkot
Dilansir dari laman Pemkot Jogja, penyerahan penghargaan ini diberikan oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipato Aryo (KGPAA) Paku Alam X kepada pejabat Walikota Jogja yakni Singgih Rahajo.
Singgih mewakili Pemerintah Kota Jogja mengungkap rasa syukur atas diraihnya peringkat pertama penurunan stunting tersebut.
Torehan ini tidak terlepas dari upaya kolaborasi antar instansi, TP PKK, dan masyarakat di seluruh Kota Jogja yang bekerja sama dalam menuntaskan masalah stunting.
Menuurtnya, kunci kesuksesan ini dicapai berkat kedua program yang digencarkan terlaksana dengan maksimal, seperti Gemar Makan Berbahan Protein (Gembrot), serta Bersatu Terintegrasi Mewujudukan Jogja dengan Keluarga yang Unggul dan Non Stunting (Bimo Kunting).
Dilansir dari portal berita Pemkot Kota Jogja, hasil ini diakumulasi berdasarkan indikator website Bangda dan meraih total nilai indikator lokal kinerja sebesar 492,4.
“Angka stunting menjadi salah satu persoalan dan permasalahan di seluruh provinsi, kota/kabupaten di Indonesia. Mari bersama-sama terus berupaya menurunkan angka stunting yang ada di DIY,” ujar KGPAA Paku Alam X.

Sebelumnya, awal tahun ini Kota Jogja juga berhasil mendapatkan apresiasi penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas diraihnya peringkat pertama penurunan stunting di Jogja tahun 2022.
Dalam piagam tersebut tercatat hasil data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di mana Kota Jogja mampu menurunkan persentase angka stunting dari 17,10% menjadi 13,8%. Namun berdasarkan pencatatan Pemkot Jogja, prevalensi yang berhasil diturunkan telah mencapai 10,8%.
Jumlah kasus yang terus menurun ini membawa Kota Jogja memiliki target zero stunting di tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Jogja Emma Rahmi Aryani menyebutkan bahwa pihak Dinkes berperan sebesar 30% pada intervensi spesifik, dan sisanya 70% berada di tangan lintas sektor yang bekerja sama dengan OPD lain pada intevensi sensitif dalam mengentas kasus gizi anak ini.
Atas prestasi penurunan stunting Kota Jogja ini, Pemkot diminta untuk terus meningkatkan kualitas atas aksi konvergensi penanggulangan stunting, sehingga bisa menjadi motivasi memacu kinerja bagi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota lain di tahun berikutnya. **** (Kontributor: Jihan Rohadatul Aisy)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Kontributor 10
-
Dyah Ayu
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026