4 Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan di Jogja, dari Nyadran hingga Padusan

HARIANE JOGJA – Tradisi menyambut bulan Ramadhan masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya masyarakat Jogja.

Menjelang bulan Ramadhan, terdapat beberapa tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat yang bertujuan untuk menunjukkan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.

Selain itu, tradisi juga dapat dianggap sebagai bentuk persiapan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Walaupun dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, tradisi menyambut bulan Ramadhan di Indonesia tetap memiliki semangat yang sama.

BACA JUGA:  5 Rekomendasi Tempat Padusan di Jogja, Ada Pantai Parangtritis dan Wedi Ombo

4 Tradisi Menyambut Bulan Ramadhan di Jogja

Terdapat beragam tradisi menyambut bulan Ramadhan di Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri di masing-masing daerah, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kota Jogja yang dikenal kaya akan budaya yang unik dan penuh makna, sejatinya memiliki beberapa tradisi dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Berikut ini terdapat 4 tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jogja dalam menyambut bulan Ramadhan.

1. Nyadran

Nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih lekat dalam kehidupan masyarakat Jawa, tidak terkecuali masyarakat Jogja dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini dilakukan guna mendoakan para leluhur yang telah meninggal agar dosa-dosa mereka diampuni oleh Yang Maha Kuasa, mengingatkan diri kepada kematian, dan menjaga kerukunan serta hangatnya persaudaraan seperti yang dilansir dari laman Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Sebagian masyarakat Yogyakarta ada yang melaksanakan tradisi ini dengan cara berziarah ke makam, bersih-bersih, tabur bunga, dan juga kenduri bersama dengan warga kampung maupun saudara.

Admin