Upaya Penculikan Anak di Gatak Gunungkidul Ternyata Hoaks, Begini Faktanya

HARIANE JOGJA – Dugaan upaya penculikan anak di Gatak Gunungkidul yang viral di media sosial, faktanya diungkap oleh polisi.

Polisi menyebutkan bahwa penculikan anak di Gatak Gunungkidul hanya sekedar salah paham antara anak-anak yang jadi ‘korban’ dengan orang asing yang kebetulan lewat.

Selain menjelaskan kronologi dugaan penculikan anak di Gatak Gunungkidul, polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial.

Meskipun kewaspadaan terhadap tindakan kriminal juga tetap harus dilakukan.

BACA JUGA:  Kecelakaan di Jalan Baron 6 November 2023, Pengendara Motor Tewas Terpeleset Terlindas Truk

Kronologi Dugaan Upaya Penculikan Anak di Gatak Gunungkidul

Anak hilang di Karangasem Gunungkidul
Dua anak diduga berusaha diculik di Gatak, Gunungkidul ternyata hanya salah paham. (Ilustrasi: Freepik/rawpixel.com)

Dilansir dari laman Facebook Polres Gunungkidul, kasus yang viral melalui WhatsApp ini bermula dari dua orang anak yang memancing. Satu anak berumur 8 tahun dan satu lainnya berusia 7 tahun.

Kedua anak tersebut sedang memancing di sungai kecil yang dekat dengan perkampungan warga.

Sesaat kemudian, kedua anak tersebut bermaksud pulang untuk mengambil umpan cacing. Namun, di pertigaan jalan kampung muncul kendaraan minibus yang akan berbelok.

Kedua anak tersebut kaget dan akan menabrak mobil. Di dalam mobil tersebut terdapat seorang laki-laki dan perempuan yang akhirnya keluar dari mobil.

Kedua orang dewasa itu keluar lalu menatap ke kedua anak tersebut. Belakangan diketahui, seorang lelaki dan perempuan yang berada di dalam mobil tersebut adalah Suwardiyono bersama istrinya, warga Randukuning, Selang, Wonosari.

Mereka berdua datang ke dusun Gatak untuk menjenguk nenek dan melihat pekarangan.

BACA JUGA:  Kakek Setubuhi Cucu di Gunungkidul yang Masih Remaja, Diduga Tidak Hanya 1 Kali
penculikan anak di Gatak Gunungkidul
Polres Gunungkidul tegaskan dugaan upaya penculikan anak di Gatak adalah salah paham. (Foto: Facebook/Polres Gunungkidul)

Atas beredarnya isu penculikan tersebut, Suwardiyono menghubungi saudaranya yang juga merupakan warga Gatak.

Saudaranya tersebut kemudian menghubungi keluarga anak-anak yang jadi ‘korban’ untuk dilakukan klarifikasi dugaan upaya penculikan anak di Gatak Gunungkidul.

Dengan didampingi kepala desa setempat, yaitu Widodo, Kanit Reskrim, Kanit Intel dan Bhabinkamtibmas dari Polsek kota Wonosari, Suwardiyono melakukan klarifikasi dengan keluarga Puji Lestari Sarjati selaku penyebar berita dugaan penculikan anak mereka.

Atas beredarnya isu penculikan yang terjadi tersebut, menimbang klarifikasi yang disampaikan Bapak Suwardiyono, maka Polres Gunungkidul menegaskan isu tersebut tidak benar.

Atas viralnya berita terkait dugaan penculikan kedua anak tersebut dan kesalahpahaman antar dua pihak telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Puji Lestari selaku saksi, meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena telah membuat resah dengan isu dugaan upaya penculikan anak di Gatak Gunungkidul yang beredar. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)