HARIANE JOGJA – Menambahkan gula dan garam pada MPASI anak banyak membuat orang tua, terutama orang tua baru menjadi dilematis. Sebab, umumnya orang tua baru akan lebih teliti terhadap sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan dan keamanan sang buah hati.
Sebagian orang tua menolak menambahkan gula dan garam pada MPASI karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek tertentu pada kesehatan atau tumbuh kembang bayi.
Sementara, sebagian orang tua yang lain tetap menambahkan gula dan garam pada MPASI dengan tujuan mengenalkan rasa pada anak.
Apakah Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI Diperbolehkan?
Dilansir dari laman IDAI, larangan menambahkan gula dan garam malah dianggap mitos. Faktanya, boleh-boleh saja.
Orang tua boleh menambahkan gula dan garam pada MPASI bila hal tersebut dapat membuat anak mau makan.
Namun untuk anak di bawah 1 tahun, sebaiknya diberikan gula dan garam sesedikit mungkin.
Melalui Instagram pribadinya, dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) mengatakan bahwa indra perasa bayi sudah terbentuk sejak dalam kandungan. Jadi, tidak benar jika dikatakan bahwa bayi belum mengenal rasa.
Pada usia 13–15 minggu dalam kandungan, bayi sudah bisa merasakan pahit atau manis dari cairan ketuban. Saat menyusui, ASI juga mencerminkan rasa dari apa yang dimakan ibunya.
Salah satu tujuan pemberian MPASI adalah melatih anak agar nantinya dapat menerima makanan keluarga dengan berbagai tekstur dan rasa.
Oleh karena itu, menambahkan gula, garam, dan bumbu diperbolehkan selama masih dalam batas tertentu.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh dr. Ardi Santoso, Sp.A melalui unggahan reels Instagram-nya.
Menambahkan gula dan garam pada MPASI malah sebaiknya diberikan untuk menambah cita rasa karena indra perasa bayi juga perlu dilatih.
dr. Ardi menyarankan agar para orang tua tidak hanya belajar melalui media sosial, tetapi juga membaca buku KIA dan pedoman IDAI agar pengetahuan terkait MPASI tervalidasi.
Takaran Gula dan Garam yang Tepat untuk MPASI

Sesuai dengan pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dapat diakses publik melalui laman idai.or.id, penambahan sukrosa atau glukosa tidak boleh melebihi 5 g/100 kkal, sedangkan penambahan fruktosa tidak boleh melebihi 2,5 g/100 kkal.
Sementara itu, asupan maksimal garam pada bayi (0–12 bulan) adalah kurang dari 1 gram per hari (setara dengan < 0,4 g natrium), sedangkan pada anak 1–3 tahun adalah 2 gram per hari (setara 0,8 g natrium).
Lebih lanjut, dr. Ardi dalam reels Instagram-nya juga menjelaskan bahwa satu sendok teh garam setara dengan 2.000 gram garam.
Meski demikian, tak mungkin orang tua akan menambahkan satu sendok teh garam ke dalam MPASI, karena tentu saja rasa asin akan sangat dominan.
Jadi, menambahkan gula dan garam pada MPASI boleh, asal dalam takaran yang sangat kecil. Orangtua juga disarankan untuk membuat MPASI sendiri supaya tahu seberapa banyak takaran gula dan garam yang dimasukkan. **** (Kontributor: Eni Damayanti)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji