Bolehkah Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI Anak? Begini Penjelasannya

HARIANE JOGJA – Menambahkan gula dan garam pada MPASI anak banyak membuat orang tua, terutama orang tua baru menjadi dilematis. Sebab, umumnya orang tua baru akan lebih teliti terhadap sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan dan keamanan sang buah hati.

Sebagian orang tua menolak menambahkan gula dan garam pada MPASI karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek tertentu pada kesehatan atau tumbuh kembang bayi.

Sementara, sebagian orang tua yang lain tetap menambahkan gula dan garam pada MPASI dengan tujuan mengenalkan rasa pada anak.

BACA JUGA:  Festival NAMM 2023 di LA, 6 Produsen Alat Musik Indonesia Ikut Pameran

Apakah Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI Diperbolehkan?

Dilansir dari laman IDAI, larangan menambahkan gula dan garam malah dianggap mitos. Faktanya, boleh-boleh saja.

Orang tua boleh menambahkan gula dan garam pada MPASI bila hal tersebut dapat membuat anak mau makan.

Namun untuk anak di bawah 1 tahun, sebaiknya diberikan gula dan garam sesedikit mungkin.

Melalui Instagram pribadinya, dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) mengatakan bahwa indra perasa bayi sudah terbentuk sejak dalam kandungan. Jadi, tidak benar jika dikatakan bahwa bayi belum mengenal rasa.

Pada usia 13–15 minggu dalam kandungan, bayi sudah bisa merasakan pahit atau manis dari cairan ketuban. Saat menyusui, ASI juga mencerminkan rasa dari apa yang dimakan ibunya.

Salah satu tujuan pemberian MPASI adalah melatih anak agar nantinya dapat menerima makanan keluarga dengan berbagai tekstur dan rasa.

Oleh karena itu, menambahkan gula, garam, dan bumbu diperbolehkan selama masih dalam batas tertentu.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh dr. Ardi Santoso, Sp.A melalui unggahan reels Instagram-nya.

Menambahkan gula dan garam pada MPASI malah sebaiknya diberikan untuk menambah cita rasa karena indra perasa bayi juga perlu dilatih.

dr. Ardi menyarankan agar para orang tua tidak hanya belajar melalui media sosial, tetapi juga membaca buku KIA dan pedoman IDAI agar pengetahuan terkait MPASI tervalidasi.

Takaran Gula dan Garam yang Tepat untuk MPASI

MPASI bayi
MPASI anak sebaiknya diolah sendiri agar orang tua tahu takaran gula dan garamnya. (Foto: Pinterest/edimdoma)

Sesuai dengan pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dapat diakses publik melalui laman idai.or.id, penambahan sukrosa atau glukosa tidak boleh melebihi 5 g/100 kkal, sedangkan penambahan fruktosa tidak boleh melebihi 2,5 g/100 kkal.

Sementara itu, asupan maksimal garam pada bayi (0–12 bulan) adalah kurang dari 1 gram per hari (setara dengan < 0,4 g natrium), sedangkan pada anak 1–3 tahun adalah 2 gram per hari (setara 0,8 g natrium).

Lebih lanjut, dr. Ardi dalam reels Instagram-nya juga menjelaskan bahwa satu sendok teh garam setara dengan 2.000 gram garam.

Meski demikian, tak mungkin orang tua akan menambahkan satu sendok teh garam ke dalam MPASI, karena tentu saja rasa asin akan sangat dominan.

Jadi, menambahkan gula dan garam pada MPASI boleh, asal dalam takaran yang sangat kecil. Orangtua juga disarankan untuk membuat MPASI sendiri supaya tahu seberapa banyak takaran gula dan garam yang dimasukkan. **** (Kontributor: Eni Damayanti)

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com