Bolehkah Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI Anak? Begini Penjelasannya

HARIANE JOGJA – Menambahkan gula dan garam pada MPASI anak banyak membuat orang tua, terutama orang tua baru menjadi dilematis. Sebab, umumnya orang tua baru akan lebih teliti terhadap sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan dan keamanan sang buah hati.

Sebagian orang tua menolak menambahkan gula dan garam pada MPASI karena dikhawatirkan dapat menimbulkan efek tertentu pada kesehatan atau tumbuh kembang bayi.

Sementara, sebagian orang tua yang lain tetap menambahkan gula dan garam pada MPASI dengan tujuan mengenalkan rasa pada anak.

BACA JUGA:  5 Tips Produktif Saat Puasa, Di Antaranya Istirahat yang Cukup

Apakah Menambahkan Gula dan Garam pada MPASI Diperbolehkan?

Dilansir dari laman IDAI, larangan menambahkan gula dan garam malah dianggap mitos. Faktanya, boleh-boleh saja.

Orang tua boleh menambahkan gula dan garam pada MPASI bila hal tersebut dapat membuat anak mau makan.

Namun untuk anak di bawah 1 tahun, sebaiknya diberikan gula dan garam sesedikit mungkin.

Melalui Instagram pribadinya, dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K) mengatakan bahwa indra perasa bayi sudah terbentuk sejak dalam kandungan. Jadi, tidak benar jika dikatakan bahwa bayi belum mengenal rasa.

Pada usia 13–15 minggu dalam kandungan, bayi sudah bisa merasakan pahit atau manis dari cairan ketuban. Saat menyusui, ASI juga mencerminkan rasa dari apa yang dimakan ibunya.

Salah satu tujuan pemberian MPASI adalah melatih anak agar nantinya dapat menerima makanan keluarga dengan berbagai tekstur dan rasa.

Oleh karena itu, menambahkan gula, garam, dan bumbu diperbolehkan selama masih dalam batas tertentu.

Admin