4 Bahaya Tidur setelah Sahur, Salah Satunya Menyebabkan Asam Lambung Naik

HARIANE JOGJA – Bahaya tidur setelah sahur biasanya diabaikan begitu saja dengan alasan tidak kuat menahan kantuk setelah bangun tengah malam.

Bolehkah tidur setelah sahur?

Tidur setelah makan bisa tidak dianjurkan karena sistem pencernaan manusia memerlukan setidaknya 3 jam untuk mengolah makanan yang masuk ke dalam tubuh sampai menjadi sari makanan.

Selama tidur, hampir seluruh fungsi tubuh berhenti bekerja untuk sementara terkecuali jantung, otak, dan paru-paru di mana hal tersebut mengakibatkan makanan tidak bisa langsung dicerna apabila seseorang tidur setelah sahur.

BACA JUGA:  Informasi Weton Kelahiran 27 Januari 2023: Lengkap dengan Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh

Bahaya Tidur setelah Sahur yang Wajib Diketahui

Kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur jika dilakukan berulang kali akan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Berikut ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dampak yang ditimbulkan akibat kebiasaan tidur setelah sahur.

1. Obesitas

Bahaya Tidur setelah Sahur
Obesitas mengintai orang-orang yang punya kebiasaan langsung tidur setelah makan. (Ilustrasi: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Langsung tidur setelah sahur dapat menyebabkan seseorang obesitas karena tubuh tidak mendapat kesempatan untuk membakar kalori, seperti dijelaskan pada laman UPMC Health Beat.

Apabila seseorang memilih untuk tidur setelah makan, maka kalori yang masuk akan disimpan dalam bentuk lemak.

Jika hal tersebut dilakukan berulang kali, maka lemak yang tersimpan di dalam tubuh akan semakin menumpuk sehingga membuat berat badan menjadi berlebih atau obesitas.

2. Asam Lambung Naik atau GERD

Menurut pakar kesehatan sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah mengatakan bahwa kebiasaan tidur setelah sahur dapat mengakibatkan terjadinya refluks asam Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD).

“Saat tertidur akan terjadi pelonggaran klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks, sehingga untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna,” jelas Dede dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Hal tersebut terjadi karena asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan.

BACA JUGA:  4 Tradisi Bangunkan Sahur di Indonesia, Tabuh Alat Musik Sambil Keliling Kampung Masih Jadi Favorit

3. Serangan Jantung

Bahaya Tidur setelah Sahur
Langsung tidur setelah makan bisa juga meningkatkan risiko penyakit jantung. (Ilustrasi: freestocks.org)

Tidur setelah makan bukan kebiasaan yang baik karena akan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Apabila tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya.

4. Sembelit

Tidur setelah makan juga dapat mengakibatkan seseorang terkena konstipasi atau sembelit karena proses pengosongan lambung terjadi kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 jam setelah makan.

Apabila seseorang berbaring setelah menyantap makanan sahur, maka akan menghambat proses pengosongan lambung.

Jika hal tersebut terjadi akan memicu munculnya penyakit konstipasi atau sembelit di mana seseorang akan kesulitan untuk buang air besar.

Itulah bahaya tidur setelah sahur yang perlu diketahui. Untuk mencegah kantuk saat sahur, usahakan tidur lebih awal di malam hari. **** (Kontributor: Fatimah Nuraini)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com