3 Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta, Unik dan Penuh Kekayaan Sejarah

HARIANEJOGJA – Sejarah, keunikan, dan Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta adalah daya tarik bagi para wisatawan. Banyak yang berkunjung ke Jogja hanya untuk Malioboro.

Beberapa hal memang jadi Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta. Para Wisatawan betah berlama-lama ketika berjalan kaki di sudut-sudut Malioboro.

Banyak yang belum tahu, keistimewaan Jalan Maliobro Yogyakarta mulai dilirik sejak kapan dan bagaimana hal tersebut menjadi ikonik.

Berikut ini ulasan menarik seputar Jalan Malioboro dan kekayaan sejarah, budaya, serta keunikannya yang menarik untuk dilihat.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Spot Sunset di Jogja, Lokasi Terbaik untuk Melihat Matahari Terbenam

Sejarah Singkat dari Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta

Sejarah singkat Jalan Malioboro
Sejarah singkat Jalan Malioboro. (Foto: Arsip Pemerintah Kota Jogja)

Seperti artikel yang diterbitkan hariane.com berjudul Menelaah Jalan Malioboro Yogyakarta, Dengan 3 Keistimewaan yang Dimilikinya, Malioboro adalah nama salah satu jalan yang berada di pusat kota Yogyakarta. 

Jalan Malioboro adalah satu dari tiga nama jalan di Kota Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. 

Berdasarkan data Arsip dan Perpustakaan Jogja Kota, jalan Malioboro berasal dari bahasa sansekerta malyabhara yang berarti karangan bunga.

Beberapa ahli berpendapat asal kata nama Malioboro adalah nama seorang kolonial Inggris bernama Marlborough. 

BACA JUGA:  Sejarah Singkat Museum Soeharto di Yogyakarta, Monumen Biopik Hebat Presiden ke-2 Indonesia

Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta Sebagai Pusat Perekonomian Hindia Belanda

Marlborough pernah tinggal di Yogyakarta pada tahun 1811 – 1816. Malioboro dibangun sebagai kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan pada awal abad 19.

Malioboro mulai populer pada era kolonial (1790-1945). Ketika itu, pemerintah Belanda membangun Benteng Vredeburg tahun 1790 di ujung selatan Jalan Malioboro.

Belanda juga membangun Dutch Club atau Societeit Der Vereneging Djokdjakarta (1822), The Dutch Governor’s Residence (1830), Javasche Bank, dan Kantor Pos.

Perkembangan Malioboro semakin pesat, ditambah dengan adanya perdagangan antara pemerintah Belanda dengan pedagang Tionghoa.

Tahun 1887, Jalan Malioboro dibagi dua setelah Stasiun Tugu Yogya dibangun. Sejarah lainnya, Jalan Malioboro menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pernah terjadi pertempuran hebat antara pejuang Tanah Air dengan pasukan kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pasukan Merah Putih berhasil menaklukkan kekuatan Belanda dan menduduki Yogyakarta setelah enam jam pertempuran.

BACA JUGA:  5 Rekomendasi Tempat Padusan di Jogja, Ada Pantai Parangtritis dan Wedi Ombo

Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta Sebagai Destinasi Wisata

Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta
Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta. (Foto: Pemerintah Kota Jogja)

Tiga keistimewaan ketika berkunjung ke kota Yogyakarta yang merupakan pilihan tepat untuk mengisi hari libur bersama keluarga terutama anak-anak.

Hal tersebut dikarenakan tempat wisata di Yogyakarta tidak hanya sekedar tempat wisata yang menyuguhkan panorama keindahan yang memikat hati, tapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dalam mengenal kebudayaan serta sejarah.

Dilansir dari Penanaman Modal Perizinan Jogja Kota, Malioboro ymerupakan tempat belanja menjadi ikon dari kota yang dijuluki sebagai kota pelajar ini.

Di sana terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh menarik khas dari kota Jogja. Ada beberapa panganan seperti Bakpia, Gudeg, hingga Sate Klatak semua tersaji.

Jika wisatawan kebetulan memilih hotel di dekat Malioboro, maka para wisatawan dapat sesering mungkin menikmati jalan pedestrian di sekitarnya. Malioboro memiliki kesan tersendiri di hati para turis.

BACA JUGA:  8 Rekomendasi Sarapan di Jogja, Mulai dari Gudeg sampai Pecel

Berikut ini Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta :

Malioboro Yogyakarta Sebagai Destinasi Wisata
Malioboro Yogyakarta Sebagai Destinasi Wisata. (Foto: Pemerintah Kota Jogja)

1. Andong

Sarana transportasi yang satu ini merupakan ciri khas dari kota Yogyakarta. Sesuatu yang membedakan dari andong di tempat lain yaitu andong di Yogyakarta memiliki roda empat dan ukurannya sedikit agak panjang dan besar, sehingga mampu mengangkut penumpang lebih banyak lagi dari biasanya.

2. Batik

Pulau Jawa terkenal akan kain batiknya. Begitu juga dengan kota Yogyakarta yang memiliki motif tersendiri. Batik dari Jogja ini merupakan salah satu batik yang paling banyak digemari. Dan masih banyak pakaian lainnya yang menjadi ciri khas dari Jogja seperti kaos tulis dan pakaian adat Yogyakarta.

3. Kuliner Jogja

Angkringan Jogja terkenal
Angkringan di Wijilan merupakan salah satu altenatif wisata kuliner di jogja

Makanan dari Jogja adalah makanan yang terkenal dengan harganya yang murah serta rasanya yang luar biasa enaknya. Beberapa kuliner khas Jogja diantaranya adalah Gudeg, wedang jahe, nasi kucing, sate ayam mie godog dan masih banyak lainnya yang bisa pengunjung cicipi.

Keistimewaan Jalan Malioboro Yogyakarta membuka cakrawala wisata para turis yang mampir. Kekayaan sejarah serta budayanya membuat orang-orang merindukan Jogja dan Malioboro.****

Baca artikel serupa di Hariane.com.