HARIANE JOGJA – Cara mengolah jeroan kambing berikut ini cocok untuk dijadikan sebagai referensi dalam memasak bagian tubuh dari hewan yang biasanya dikurbankan ini.
Dengan rekomendasi resep jeroan kambing ini, olahan hidangan Idul Adha, terutama dari bahan utama daging akan lebih bervariasi.
Hidangan olahan kambing tidak melulu menonjolkan daging. Jeroan pun bisa menjadi sajian utama saat berkumpul dengan keluarga.
Kandungan Gizi Jeroan
Pada dasarnya jeroan kambing kaya akan gizi dan aman untuk dikonsumsi bila dibersihkan dan diolah dengan benar.
Sebagamana dirilis oleh Primaledgehealth dan HealthguideNG, jeroan kambing ternyata padat akan nutrisi.
Jeroan, seperti hati, jantung, usus kaya vitamin B, seperti vitamin B12 dan folat.
Selan itu, juga kaya akan mineral, seperti zat besi, magnesium, selenium dan zinc, dan vitamin penting yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K.
Usus juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Protein yang berasal dari usus mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Makan organ dalam baik jeroan kambing ataupun sapi setiap minggu akan memberikan banyak nutrisi yang membantu menjaga sistem kekebalan Anda tetap kuat.
Manfaat makan jeroan juga mengurangi stres oksidatif, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan kulit.
Cara Mengolah Jeroan Kambing dari Berbagai Negara
Berikut rekomendasi resep jeroan kambing dari berbagai negara agar bisa memberikan pengalaman rasa yang bervariasi.
1. Srilankan Babath
Resep jeroan kambing dari Sri Lanka ini menggunakan babat dan atau usus sebagai bahan utamanya.
Berikut resep Srilankan Babath yang mudah, seperti dirilis Topsrilankanrecipe:
Bahan-bahan:
– Jeroan kambing (babat, usus, atau campuran keduanya) – 1kg
– Bawang bombay – 100g
– Jahe cincang – 1 sendok makan
– Bubuk kari – 3 sendok makan
– Bubuk kunyit – 1 sendok teh
– Mustard seeds – ¼ sendok teh
– Kapulaga – 4 atau 5
– Kayu manis yang dihancurkan – ½ sendok makan
– Daun kari/salam koja – sesuai selera
– Santan kental – 300ml
– Jeruk nipis – ½
– Garam – sesuai selera
– Minyak goreng – sesuai selera
Cara memasak:
1. Bersihkan jeroan kambing, lalu bilas hingga bersih sebanyak 2 atau 3 kali.
2. Tempatkan jeroan dalam loyang besar dan tambahkan bubuk kunyit, garam, kapulaga, dan kayu manis. Campur bahan-bahan tersebut hingga merata.
3. Masak dalam panci tertutup dengan api besar sampai jeroan kambing empuk dan semua cairan menguap.
4. Waktu masak kira-kira 30 menit. Sewaktu memasak, jangan lupa sesekali untuk mengaduknya.
5. Pastikan jeroan kambing matang sempurna, kemudian tunggu hingga dingin.
6. Setelah dingin, potong kecil-kecil.
7. Potong bawang bombay dan cincang jahe. Siapkan juga santan kental. Selain itu, siapkan juga daun kari, jeruk nipis, mustard seeds, bubuk kari, garam, dan minyak goreng.
8. Panaskan minyak dan masukkan mustard seeds.
9. Lalu masukkan bawang bombay dan daun kari. Tumis mereka sampai bawang bombay mulai berubah menjadi emas.
10. Tambahkan jeroan kambing yang sudah dimasak.
11. Aduk merata, dan masak tanpa ditutup dengan api sedang selama 6 hingga 8 menit. Aduk sesekali agar tidak gosong.
12. Tambahkan bubuk kari, garam, dan santan. Aduk rata.
13. Masak dengan api sedang selama 5 menit.
14. Terakhir matikan api, masukkan jahe, dan peras jeruk nipis. Aduk rata.
15. Tambahkan garam bila perlu.
Terdapat rempah yang mungkin asing untuk orang Indonesia dalam resep jeroan kambing ini. Akan tetapi jangan kuatir, berbagai marketplace sudah menyediakan semua bumbu atau rempah untuk memasak resep jeroan kambing tersebut.
2. Aatu Kodal Vathakkal
Dirilis Madraasi, aatu kodal vathakal ialah resep jeroan kambing dari Tamil.
Bahan-bahan:
– Bawang Merah atau bawang bombay kecil – 200 gram
– Usus kambing/domba – 400 gram
– Mustard seeds/Biji sawi – ¼ sdt
– Cabai merah – 2
– Biji jintan – ¼ sdt
– Daun kari – satu helai
– Bawang putih – 4 siung
– Jahe – batang 1 inci
– Bubuk kunyit – ¼ sdt
– Bubuk jinten – 2 sdt
– Garam secukupnya
– Minyak – 3 sdt
Cara Memasak:
1. Potong usus domba yang sudah dibersihkan menjadi potongan-potongan kecil.
2. Potong halus bawang merah atau bawang bombay.
3. Hancurkan bawang putih dan jahe.
4. Panaskan minyak dalam panci presto, masukkan bijisawi, biji jintan, cabai merah dan daun kari. Tunggu sampai mereka berderak.
5. Tambahkan bawang, jahe-bawang putih dan masak sampai bawang menjadi cokelat keemasan.
6. Tambahkan usus cincang diikuti dengan kunyit, bubuk jinten dan garam.
7. Masak sampai usus tercampur rata dengan bubuk rempah dan bau usus mentahnya hilang.
8. Tuang secangkir air, biarkan mendidih dan masak dengan tekanan selama 5 peluit.
9. Lepaskan tekanan, buka tutupnya dan nyalakan api sedang selama beberapa menit, sampai kering.
10. Sajikan selagi masih panas dengan nasi.
3. Khasi Ko Bhutan
Khasi Ko Bhutan ialah makanan tradisional Nepal yang biasanya disajikan saat ada festival, hari raya, atau upacara-upacara penting lainnya.
Berikut resep jeroan kambing Khasi Ko Bhutan, sebagaimana dirilis kanal YouTube Anup Kitchen.
Bahan-bahan:
– Jeroan kambing campur (usus, hati, jantung, perut)
– 1 sdt kayu manis bubuk atau 1 batang kayu manis
– 1 sdm biji adas
– 1 perasan lemon
– 1 sdt kunyit bubuk
– 1 sdt garam
– 2 sdt bubuk jintan
– 1 sdt cabai merah bubuk
– 1/2 cangkir bawang bombay cincang
– 1/4 cangkir minyak
Cara Memasak:
1. Bersihkan jeroan dengan air panas. Untuk usus, masukkan air panas dalam usus dari ujung satu dan biarkan mengalir ke ujung satunya sampai air yang keluar bersih.
2. Didihkan air dalam panci besar
3. Setelah mendidih, masukkan jeroan kambing, bubuk kayu manis, biji adas, perasan lemon dan masak 25 – 30 menit.
Tujuannya untuk menghilangkan bau dari jeroan. Kapulaga dan cengkeh juga bisa dijadikan rempah untuk mengurangi bau jeroan.
4. Setelah itu, bilas dengan air dingin dan diamkan sejenak hingga dingin.
5. Lalu potong-potong jeroan kambing.
6. Ambil wajan dan panaskan minyak di dalamnya lalu tambahkan bubuk kunyit.
7. Kemudian masukkan daging kambing ke dalam wajan dan tumis potongan yang sudah dipotong selama 5 menit.
8. Tambahkan garam, bubuk jinten, dan bubuk cabai merah dan aduk rata.
9. Jika jeroan kambing terlihat kering, tambahkan minyak.
10. Masak selama 25-30 menit dengan api sedang hingga berwarna kecokelatan.
11. Terakhir, tambahkan bawang bombay cincang dan tumis selama 2 menit.
12. Setelah itu tambahkan seledri bila suka dan siap dihidangkan.
Demikian tiga cara mengolah jeroan kambing dari sejumlah negara yang bisa dicoba. **** (Kontributor: Hans Sukma Putra)
Temukan artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Kontributor 9
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026