HARIANE JOGJA – Rekomendasi tempat kuliner di Jogja yang unik berikut ini dapat menjadi referensi untuk berwisata kuliner di Yogyakarta.
Tempat kuliner di Jogja yang satu ini, tidak hanya khas, tapi juga mengundang penasaran dari pengunjung. Hal ini lantaran tempat ini hanya menerima 10 orang pengunjung saja setiap harinya.
Tempat kuliner di Jogja yang unik ini menyajikan hampir semua jenis makanan di Indonesia, bukan hanya kuliner Jogja saja.
Tepikota Menjadi Rekomendasi Tempat Kuliner di Jogja yang Unik
Tepikota merupakan rumah makan yang mengusung konsep yang unik. Terletak di Bejen, Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, rumah makan ini hanya menerima 10 orang pengunjung per hari.
Hampir semua hidangan di tempat makan ini berasal dari buku resep masakan Indonesia resmi dari Pemerintah Indonesia yang dikenal sebagai Mustika Rasa.
Dilansir dari laman Jurnal Sejarah, buku resep atau kookboek ini diberi judul Buku Masakan Indonesia Mustika Rasa: Resep2 Masakan, dan dikenal sebagai Mustika Rasa.
Buku resep Mustika Rasa memiliki kira-kira 1.600 resep masakan dari seluruh Indonesia, Sabang sampai Merauke.
Buku Mustika Rasa ialah gagasan dari Soekarno karena prihatin dengan keadaan pangan untuk rakyat Indonesia pada waktu itu, sekitar tahun 1960.
Soekarno menggagas bahwa adanya kookboek itu untuk dijadikan pedoman bagi rakyat Indonesia di daerah manapun.
Yakni pedoman untuk mengolah bahan-bahan makanan yang terdapat di daerahnya masing-masing agar menjadi makanan yang lezat dan bergizi.
Buku Mustika Rasa terbit pertama kalinya 8 Februari 1967, 12 hari sebelum Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto.
Di tahun 2016, Mustika Rasa mengalami cetak ulang oleh Komunitas Bambu dengan pembenahan kekeliruan dalam buku edisi sebelumnya.
Kekeliruan itu antara lain perbedaan penyebutan nama menu, bahan baku, dan proses pembuatan yang tidak lengkap.
Keunikan Tepikota
Karena merujuk buku Mustika Rasa dalam pembuatan hidangannya, tentu saja ada variasi hidangan setiap bulannya di tempat makan Jogja bernama Tepikota ini.
Buku Mustika Rasa, sebagai sebuah buku resep masakan sesungguhnya sangat membingungkan.
Seperti dirilis Tepikota, buku Mustika Rasa membingungkan karena tanpa foto ataupun ilustrasi.
Selain itu, ukuran bahan dan bumbu yang dipakai juga sangat personal. Karena keterbatasan itulah, pemilik sekaligus tukang masak di Tepikota tertantang untuk mengulik resep-resep dari Mustika Rasa.
Lebih penasaran lagi, tempat makan di Jogja ini hanya menerima kunjungan maksimal 10 orang per harinya.
Pengunjungpun harus melakukan reservasi dan melakukan pembayaran dulu.
Pengunjung tidak akan dilayani bila tanpa reservasi dan pengunjung yang belum membayar dalam jangka waktu 12 jam setelah invoice dikirim
Bila belum membayar dalam jangka waktu 12 jam, resevasi dianggap batal dan kuota akan dialokasikan kepada pengunjung yang lain.
Dikutip dari Instagram Tepikota, tempat kuliner di Jogja ini cocok bila pengunjung memang sudah biasa atau berniat mengobrol dengan orang asing.
Tepikota, nama temapat makan ini hanya menyediakan 1 buah meja besar tanpa kursi.
Dengan hanya satu meja besar dan model lesehan, para pengunjung disiapkan untuk berdekatan dengan sesama pengunjung yang lain.
Begitulah konsep Tepikota, tidak hanya tempat untuk menikmati makanan olahan gaya Indonesia, tetapi juga menumbuhkan interaksi.
Tepikota buka setiap Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB. Jumat libur, sedangkan di hari Minggu ada acara memasak bareng.
Pengunjung bisa memesan menu apapun dan berapapun di tempat kuliner di Jogja ini. Harga yang tertera pada menu sudah termasuk nasi dan air putih.
Menu di Tepikota Bulan ini
Selama bulan Juni, Juli dan Agustus 2023, Tepikota menyediakan menu khas Jawa Timur dan menu dari buku resep Mustika Rasa.
Menu khas Jawa Timur yang tersedia berupa Nase’ Kaldu Arta’i, Rawon, dan Nase’ Karak.
Nase’ kaldu Arta’i berupa hidangan dengan kuah kaldu sapi berisi irisan daging dan kacang hijau.
Bagi yang belum pernah merasakan kacang hijau yang gurih, bisa mencoba menu ini.
Nase’ Karak yang dihidangkan ialah nase’ karak khas Situbondo. Hidangan ini berbeda dengan menu nase’ karak khas Gresik.
Sementara menu dari buku resep Mustika Rasa antara lain gulai lemak telur itik, pecel panggang ikan, sayur usik, gagape ayam, gecok sapi, plecing ayam, sate ayam plecing, sate ayam bumbu bali, sate udang barakuda, sop ayam, dan asem-asem terong.
Asem-asem terong merupakan menu dari Banyumas. Asem-asem ini berkuah segar dengan tomat sebagai sumber rasa asamnya.
Ada juga Tahu goreng gurih pedas dan Daging giling bumbu rempah sebagai makanan pendamping di tempat kuliner di Jogja yang unik ini. **** (Kontributor: Hans Sukma Putra).
Baca artikel lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Kontributor 9
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji