Siang-Malam, Warga Gondomanan Keluhkan Bau Menyengat dari Pabrik Kulit

HARIANE JOGJA – Sudah sekitar tiga bulan terakhir, aroma menyengat diduga berasal dari limbah pabrik kulit mengganggu aktivitas warga di sekitar Jalan Ireda, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Bau yang tercium hampir sepanjang hari itu memicu keluhan warga hingga akhirnya DPRD Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (6/8/2026).

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, FX Wisnu Sabdono Putro, bersama jajaran Pemkot mengecek langsung proses operasional pabrik dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik PT Sinar Obor, perusahaan yang mengolah kulit sapi menjadi bahan baku berbagai produk turunan.

“Pabrik ini mengeluarkan bau yang tidak enak. Warga merasa terganggu dan kami melakukan sidak, ternyata benar,” kata Wisnu usai sidak.

Mengenal Sejarah Jalan Malioboro, Ajaran Falsafah Hidup Warga Jogja dan 3 Keunikannya

Bau Tercium Siang dan Malam

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Salah seorang warga, Wikan, mengatakan bau menyengat dari pabrik sudah dirasakan selama beberapa bulan terakhir dan muncul hampir setiap waktu.

“Karena baunya yang menyengat, banyak keluhan. Baunya tercium baik siang maupun malam, apalagi kalau angin mengarah ke timur,” ujarnya.

Lokasi pabrik yang berada di tengah kawasan permukiman padat membuat persoalan bau limbah menjadi perhatian warga. Mereka berharap ada langkah nyata agar aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu.

DLH Akan Uji Tanah, Air, dan Udara

Menindaklanjuti hasil sidak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan menerjunkan tim untuk memeriksa dugaan pencemaran terhadap tanah, air, dan udara di sekitar pabrik.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, mengatakan pemeriksaan akan dilakukan dalam tiga hari ke depan. Hasilnya akan menjadi dasar penerbitan rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti pihak perusahaan.

“Kami akan mengecek pengelolaan limbah seperti apa. Dalam tiga hari ke depan kami akan menerjunkan tim,” kata Rajwan.

Pabrik Kulit Beroperasi Sejak 1995

Di sisi lain, Direktur PT Sinar Obor, Amir, menyampaikan bahwa perusahaan telah beroperasi sejak 1995, jauh sebelum sebagian warga yang kini mengeluhkan bau limbah membangun permukiman di sekitar lokasi pabrik.

Meski demikian, Amir menegaskan perusahaan akan bersikap kooperatif dan siap menindaklanjuti rekomendasi yang nantinya dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan limbah.

Dengan pemeriksaan yang akan dilakukan DLH, warga kini menunggu kepastian apakah bau menyengat yang mereka rasakan selama ini memang berasal dari aktivitas pabrik serta langkah konkret yang akan diambil pemerintah dan perusahaan untuk mengatasinya.****