HARIANE – Kasus pengeroyokan pelajar di Bantul yang menewaskan pelajar Ilham Dwi Saputra (16) di Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terungkap sebagai rangkaian kekerasan terencana yang melibatkan tujuh pelaku dengan peran berbeda.
Peristiwa bermula pada Selasa (14/4/2026) malam. Korban yang berada di rumah sekitar pukul 21.00 WIB didatangi dua orang yang menjemputnya menggunakan sepeda motor, sebelum akhirnya dibawa pergi.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat dibawa ke area belakang salah satu SMA di Bambanglipuro, lalu dipindahkan ke Lapangan Gadung Melati, Pandak, tempat sejumlah pelaku lain telah menunggu.
Motif Dendam Antar Geng
Menurut ayah korban, Sugeng Riyanto, anaknya sempat diinterogasi terkait keterlibatan dalam kelompok tertentu sebelum dianiaya.
“Anak saya ditanya ikut geng atau tidak. Setelah dijawab tidak, langsung dipukuli ramai-ramai,” ujarnya.
Polisi menyebut motif pengeroyokan diduga dilatarbelakangi dendam antarkelompok atau geng remaja.
Aksi Brutal: Ditusuk, Disundut, hingga Dilindas Motor
Kapolres Bantul, Bayu Puji Hariyanto, mengungkapkan bahwa tersangka JMA (23) menjadi otak aksi tersebut.
“Peran JMA sebagai inisiator yang memerintahkan pelaku lain untuk menjemput korban,” jelasnya.
Di lokasi kejadian, korban dianiaya secara brutal. JMA menusuk korban menggunakan gunting hingga belasan kali. Sementara pelaku lain, AS (21), melakukan kekerasan berat seperti menyundut rokok, melindas kepala korban dengan sepeda motor, serta memukul menggunakan gesper.
Lima pelaku lainnya turut melakukan penganiayaan dengan memukul, menendang, dan menyundutkan rokok ke tubuh korban.
- 1
- 2


Editor
-
hariane
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional
Kulon Progo Gelar Job Fair 2025, Warga Bisa Lamar Kerja dan Cek Kesehatan Gratis
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
Dana BOS 2025 Gunungkidul Rp87,5 Miliar Dipastikan Aman, Sekolah Tak Perlu Khawatir
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional
Kulon Progo Gelar Job Fair 2025, Warga Bisa Lamar Kerja dan Cek Kesehatan Gratis
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
Pelayanan Publik Sleman Tetap Berjalan Selama Libur Idulfitri 2025, Ini Daftarnya!
Puluhan Warga Bantul Keracunan Takjil Saat Buka Bersama, Dinkes Lakukan Investigasi