Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng

HARIANE JOGJA – Polisi mengungkap motif pengeroyokan pelajar di Bantul yang menewaskan Ilham Dwi Saputra (16), warga Pandak, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh konflik antarkelompok remaja yang berujung pada balas dendam.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, menyampaikan bahwa para pelaku nekat melakukan pengeroyokan karena adanya perselisihan yang sudah berlangsung sebelumnya.

“Motifnya balas dendam, jadi memang ada perselisihan,” ujar Bayu saat ditemui di Mapolres Bantul, Selasa (28/4/2026).

Kronologi Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menjelaskan bahwa korban merupakan anggota geng Kuras, sementara para pelaku berasal dari geng Tores. Konflik antara kedua kelompok ini menjadi akar utama dari motif pengeroyokan pelajar di Bantul tersebut.

Sebelum kejadian tragis ini, kedua kelompok diketahui telah terlibat bentrokan sebanyak empat kali di lokasi berbeda, yakni:

  • Manding
  • Trirenggo
  • Gapensi
  • Palbapang

Dari serangkaian bentrokan tersebut, geng Tores disebut mengalami kekalahan. Hal inilah yang kemudian memicu aksi balas dendam.

Sempat “Ngebon” Anggota dari Luar Daerah

Polisi juga mengungkap bahwa geng Tores sempat mengajak anggota lain dari wilayah Cilacap, Jawa Tengah, untuk memperkuat kelompok mereka.

“Dari empat perselisihan tersebut, geng Tores mengalami kekalahan. Mereka terafiliasi dengan geng Tores di Cilacap,” jelas Bayu.

Kondisi ini semakin memperbesar konflik dan memperkuat dugaan bahwa motif pengeroyokan pelajar di Bantul sudah berkembang menjadi aksi terorganisir.

Kontributor 1