HARIANE JOGJA – Kejadian singa Taman Safari tabrak mobil pengunjung sempat viral di media sosial.
Berawal dari postingan pengguna Tik Tok Kopi Yo’U pada Sabtu, 11 Februari 2023 lalu yang menampilkan singa Taman Safari tabrak mobil salah satu pengunjung.
Insiden langka itu terjadi di Taman Safari Prigen, Kabupaten Pasuruan dan menimpa salah satu pengunjung, Febrian Permana.
Video tersebut akhirnya viral hingga menjadi trending topik di berbagai kanal media sosial.
Kronologi Singa Taman Safari Tabrak Mobil
Diketahui, untuk mengunjungi Taman Safari pengunjung akan diberikan SOP (Standar Operasional Prosedur) saat berkeliling kawasan Taman Safari dengan menggunakan kendaraan tertutup.
Kendaraan yang dimaksud ialah mobil, bus, dan sejenisnya. Bukan tanpa alasan ini sebagai bentuk proteksi terhadap keselamatan pengunjung dari kontak langsung dengan hewan-hewan yang ada disana.
Bermula dari dua ekor singa jantan yang sedang saling kejar satu sama lain di area kandang mereka.
Seperti halnya manusia saat asik bermain kerjar-kejaran, singa itupun tak lagi menghiraukan keadaan sekitar yang sedang padat kendaraan pengunjung.
Adegan saling mengejar meluas hingga ke jalur kendaraan pengunjung melintas.
Singa yang berada di depan terus berlari yang pada akhirnya menabrak salah satu mobil pengunjung.

Beruntungnya mobilitas kendaraan pengunjung Taman Safari tidak seperti di jalan raya pada umumnya.
Kendaraan pengunjung terbilang sangat minim pergerakan karena masing-masing dari mereka harus bergantian mendapatkan momen terbaik untuk melihat lebih dekat hewan-hewan disana.
Momen singa Taman Safari tabrak mobil ini terekam oleh pengguna Tik Tok Kopi Yo’U, salah satu pengunjung yang berada di belakang mobil korban tabrak singa.
Klarifikasi Febrian Permana, Pengunjung Pemilik Mobil yang Menjadi Korban Tabrak Singa
Melalui Twitter pribadinya @febrian_pepe atau Febrian Permana memposting kondisi bagian belakang mobil miliknya.
Terlihat bagian kaca belakang samping kiri mobil Toyota Yaris warna merah miliknya pecah terhantam tubuh sang singa.
Febrian memberikan keterangan bahwa sang singa tak hanya sedang saling kejar namun bertengkar sampai saling kejar satu sama lain.
Dalam unggahan yang lain, Febrian juga turut memberikan point of view kondisi di dalam mobilnya ketika peristiwa singa tabrak mobil itu terjadi.
Febrian dan seluruh penumpang mobil sudah menyadari keberadaan dua singa yang tengah berlarian di area kandangnya.
Seperti pengunjung pada umumnya sang istri juga mengabadikan momen tersebut dalam video berdurasi sembilan detik.
Sang istri yang berada di kursi depan bagian kiri sempat ketakutan ketika sang singa tiba-tiba berlari mengarah ke mobil yang ditumpanginya.
Febrian yang berada di kursi pengemudi tak sama sekali mencoba menghindar, mengingat antrean mobil di depannya juga padat.
Sebagai seorang korban, Febrian mengaku tak ingin berdamai bahkan sekadar untuk berjabat tangan saja ogah.
“Jujur saya tidak mau berdamai, salaman saja saya tidak mau,” ungkapnya dengan menambahkan emoji ketawa.
Maksud dari keenggannannya untuk berdamai ternyata sebagai kiasan saja.
Febrian tak ingin berjabat tangan dengan singa karena akan berpotensi digigit oleh sang raja hutan tersebut.
Pasca insiden singa Taman Safari tabrak mobil itu, kondisi Febrian beserta sang istri diketahui tidak mengalami cidera apapun karena tidak terjadi kontak langsung dengan sang singa hanya hantamannya yang mengguncang mobil.
Peristiwa singa Taman Safari tabrak mobil yang dialami Febrian ini pun tidak dianggapnya sebagai persoalan yang harus dibawa ke meja hijau.****
(Kontributor: Rema Emiliana)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji