HARIANE JOGJA – Daftar tempat wisata sejarah di Jogja berikut ini dapat menjadi referensi bagi setiap orang yang hendak bepergian menuju Yogyakarta.
Tempat wisata sejarah di Jogja tak hanya memperlihatkan beragam keindahan dan keunikan dalam setiap ornamennya, tapi juga menawarkan pembelajaran terkait budaya maupun kisah para pejuang bangsa.
Hal ini membuat tempat wisata sejarah di Jogja menjadi pilihan destinasi healing bagi para pengunjung yang ingin menikmati liburan sambil memahami kisah-kisah historis masa lalu.
Rekomendasi Tempat Wisata Sejarah di Jogja

Dilansir dari salah satu e-journal Universitas Sebelas Maret, wisata sejarah adalah perjalanan untuk merasakan tempat dan aktivitas yang dengan asli menggambarkan sejarah dan orang-orang di masa lampau.
Wisata sejarah menjadi erat kaitannya dengan lokasi yang bersejarah dan menggambarkan beragam keadaan yang mewarnai kehidupan masyarakat tempo lama.
Dilansir dari laman Galeri Pasar Kotagede YIA, berikut merupakan tujuh tempat wisata sejarah di Jogja yang menyimpan kisah menarik seputar perjuangan bangsa.
1. Monumen Jogja Kembali
Tempat wisata sejarah di Jogja yang terkenal sebagai salah satu penyedia spot foto terbaik ini didirikan pada tanggal 29 Juni 1985 dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.
Tanggal tersebut dipilih berdasarkan momen di mana Jogja berhasil direbut kembali oleh masyarakat Indonesia dan pasukan Belanda ditarik secara menyeluruh pada tahun 1949.
Monumen Jogja Kembali sendiri letaknya dikelilingi oleh pepohonan rimbun dan sejumlah ornamen kecil, serta memiliki tiga lantai dengan fungsi yang berbeda-beda.
2. Museum Perjuangan Jogja
Museum Perjuangan Jogja dibangun untuk mengenang sepak terjang perjuangan Bangsa Indonesia sekaligus separuh abad dari masa Kebangkitan Nasional.
Pola arsitektural museum ini merupakan gabungan dari karakteristik candi Indonesia dan bangunan khas Romawi Kuno.
Para pengunjung dapat menjelajahi museum dengan 17 anak tangga, pintu utama yang memiliki 8 daun pintu, serta 45 jendela di sekeliling dinding. Simbol dan jumlah tersebut merepresentasikan momen Proklamasi Indonesia.
3. Monumen Serangan Umum 1 Maret
Monumen yang didirikan untuk memperingati serangan pasukan Indonesia terhadap pihak Belanda pada tanggal 1 Maret 1949 ini terletak di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta.
Serangan tersebut dilakukan demi menegaskan keberadaan Indonesia di hadapan Belanda. Serangan ini sendiri dilakukan oleh jajaran TNI yang dinaungi oleh Letnan Kolonel Soeharto selaku Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III.
4. Benteng Vredeburg
Benteng peninggalan Belanda dengan nama asli Rustenberg ini mulanya dibuat dengan tujuan untuk memberikan efek intimidatif pada pihak Keraton Jogja.
Benteng Vredeburg berperan penting selama masa kolonialisme Belanda maupun perjuangan kemerdekaan RI di bawah jajahan Jepang.
Pada masa pendudukan Belanda, benteng ini dimanfaatkan sebagai markas utama VOC untuk memata-matai pergerakan prajurit Keraton, sedangkan pada masa perjuangan kemerdekaan berfungsi sebagai suatu pusat penting.
5. Taman Siswa
Rekomendasi tempat wisata sejarah di Jogja selanjutnya adalah Taman Siswa. Tempat ini sebenarnya merupakan rumah pertama Ki Hajar Dewantara yang dialihfungsikan menjadi museum.
Rumah yang menjadi saksi perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam membangun kemajuan untuk pendidikan tanah air ini kerap didatangi oleh berbagai kalangan, khususnya kaum pelajar.
Salah satu bentuk perjuangannya adalah memberikan kritik terhadap sistem pendidikan ala kolonial yang lebih memihak kaum priyayi, ningrat, dan keturunan Belanda. Karena alasan inilah akhirnya Ki Hajar Dewantara dideportasi ke Belanda.
6. Museum Sasmitaloka Jenderal Soedirman
Istilah Sasmitaloka yang menjadi inti penamaan dari museum ini sejatinya terdiri dari dua kata, yaitu sasmita berarti mengenang dan loka bermakna tempat.
Museum sejarah dengan segenap koleksi perjuangan Jenderal Soedirman sebelumnya merupakan kediaman resminya pasca dilantik menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.
Adapun sejumlah peninggalan Jenderal Soedirman dalam museum ini antara lain seperti ruangan, properti, hingga alat perang yang kerap digunakan saat berada di tengah pertempuran.
7. Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama
Museum yang telah digagas pengadaannya sejak tahun 1956 ini dibangun sebagai bukti atas pengabdian serta para Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Hal ini selaras dengan nama Dharma Wiratama yang berarti suatu pengabdian luhur. Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratawa diresmikan pada tanggal 8 September 1968.
Itulah beberapa penjelasan mengenai tujuh tempat wisata sejarah di Jogja yang menyimpan kisah menarik seputar perjuangan bangsa. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristina)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji