HARIANE JOGJA – Tanggal 10 Februari 2023 ini, dunia kembali memperingati hari kacang-kacang sedunia.
Tanggal 10 Februari 2023, FAO (Food and Agriculture Organization) sudah menentukan tema tersendiri untuk merayakan Hari Kacang-Kacangan Sedunia.
Perayaan Hari Kacang-Kacangan tanggal 10 Februari 2023 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang manfaat dan nilai kacang-kacangan sebagai bagian dari produksi pangan berkelanjutan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Tanggal 10 Februari 2023 sebagai Hari Kacang-Kacangan Sedunia
Dilansir dari laman World of Pulses Day, Hari Kacang-Kacangan Sedunia adalah acara global Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengakui pentingnya kacang-kacangan (buncis, kacang kering, lentil, kacang polong kering, lupin, dan sebagainya) sebagai makanan global.
Sementara itu, menurut FAO (Food and Agriculture Organization) dalam portal resminya, perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kacang-kacangan dan perannya dalam transformasi menuju sistem pertanian pangan yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Harapannya, tak hanya produksi pangan menjadi lebih baik, tetapi nutrisi, lingkungan, dan kehidupan pun menjadi lebih baik.

Dilansir dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, kacang-kacangan, khususnya polong-polongan, adalah biji tanaman yang dapat dimakan maupun dibudidayakan untuk makanan. Berbagai makanan dan masakan yang berbahan dasar polong cukup familiar hampir di seluruh dunia.
Karena berbagai manfaat dan nilainya, Majelis Umum PBB pada awalnya memproklamirkan 2016 sebagai Tahun Kacang-Kacangan Internasional yang kemudian dipimpin oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
Berangkat dari keberhasilan Tahun Kacang-Kacangan Sedunia tersebut dan melihat adanya potensi yang dapat mendukung Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, Majelis Umum PBB mengumumkan 10 Februari sebagai Hari Kacang-Kacangan Sedunia di akhir tahun 2018.
Kacang-Kacangan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan adalah Tema Perayaan Tahun 2023
Dirangkum dari laman FAO, tema perayaan tahun tanggal 10 Februari 2023 terinspirasi dari banyaknya manfaat luar biasa yang dapat diperoleh dari kacang-kacangan.
Kacang-kacangan berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan sistem pertanian dan terbukti memberikan kehidupan yang lebih baik bagi petani, khususnya di daerah yang langka air.
Sebab, kacang-kacangan memiliki kemampuan mentolerir kekeringan dan iklim yang berubah-ubah, yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya.
Kacang-kacangan dapat dimasukkan dalam berbagai sistem pertanian, misalnya agroforestri, tumpang sari, dan sistem pertanian terpadu.
Dengan demikian, tanaman ini dapat terus memberikan mata pencaharian dalam pertanian dan tentu saja meningkatkan produktivitas.
Sementara itu dari sisi ekonomi, industri kacang-kacangan global yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan, terbukti menjadi pendorong positif dalam memastikan ketahanan rantai pasokan regional dan global.
Di samping memungkinkan konsumen mendapatkan makanan bergizi, hal ini tentu turut memberikan kontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Berdasarkan manfaat kacang-kacangan bagi sistem pangan pertanian dan lingkungan, Komite Pengarah memilih “Pulsa untuk Masa Depan yang Berkelanjutan” sebagai tema perayaan tanggal 10 Februari 2023. **** (Kontributor: Eni Damayanti)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji