Cara Agar Tidak Membuang Makanan Menurut Kementan, Bisa Bantu Kurangi Pemanasan Global

HARIANE JOGJA – Cara agar tidak membuang makanan sudah selayaknya dipraktikkan masyarakat Indonesia, mengingat negara ini menjadi penghasil sampah terbesar kedua di dunia.

Dampak membuang makanan yang bisa menyebabkan pemanasan global pun bisa dicegah hanya dengan mengubah kebiasaan ini.

Mencegah membuang makanan sebenarnya sangat mudah dilakukan, apalagi ada manfaat lebih yang bisa didapatkan dari sekedar mengurangi sampah.

Dilansir dari laman Kemkes Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahunnya.

Indonesia menduduki peringkat ke-2 sebagai penghasil sampah makanan terbesar di dunia, yang jumlahnya mencapai 7,5 juta ton per tahun.

Artinya, 1 orang Indonesia menghasilkan 300 kg sampah makanan per tahun.

BACA JUGA:  Nani Wijaya Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun, Ini Penyakit yang Diderita

Meski bukan tindak kejahatan, tetapi dampak sisa makanan yang terbuang ini sangat fatal bagi kelangsungan hidup manusia.

Selain bagian dari pemborosan, membuang makanan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan terhadap alam.

Oleh karena itu, akan sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan dengan beberapa tips berikut ini.

Cara Agar Tidak Membuang Makanan

cara buat mie lethek khas bantul
Makanan yang sisa bisa diolah menjadi pupuk kompos. (Foto: Indonesia-tourism)

Berikut ini 3 langkah mudah agar tidak membuang-buang makanan yang disampaikan Kementerian Pertanian RI melalui akun Instagram:

1. Membuat Daftar Menu

Mulailah membuat daftar belanja dan memasak sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk menyimpan makanan dengan baik.

Belilah makanan dalam jumlah kecil, ketimbang langsung membeli dalam jumlah besar tetapi pada akhirnya hanya dibuang.

2. Berikan Sisa Makanan ke Hewan di Sekitar

Beberapa makanan sisa bisa dikonsumsi hewan-hewan yang ada di sekitar. Namun, pastikan kondisinya juga masih layak.

3. Bikin Jadi Kompos

Kompos adalah kunci untuk mengurangi sisa makan dan organik lainnya. Selain ramah ligkungan, kompos juga memiliki banyak manfaat.

Dilansir dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup Palangkaraya, kompos dapat meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama sehingga mencegah lapisan kering pada tanah. Kompos juga dapat menjaga kesehatan akar tanaman.

Keuntungan yang diberikan kompos tidak hanya untuk saat ini, tetapi untuk jangka panjang hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

BACA JUGA:  Masalah TPST Piyungan di Bantul, Pemkab Bantul Dorong Pemilahan Sampah di Tingkat Rumah Tangga

Dampak Membuang Makanan bagi Lingkungan

Cara agar tidak membuang makanan
Sampah makanan menghasilkan gas metana yang berdampak pada pemanasan global. (Ilustrasi: Pexels/emmet)

Selain mubadzir, Kementan juga menyampaikan bahwa sampah makanan mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan karena menghasilkan gas metana yang berdampak pada pemanasan global.

Menurut FAO seperti dilansir dari laman CLEAR Center, sepertiga dari makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia berjumlah sekitar 1,3 miliar ton per tahun terbuang percuma.

Kehilangan dan pemborosan tersebut mengakibatkan pemborosan sumber daya yang penting dan terbatas, hingga menyumbang delapan persen emisi gas rumah kaca.

Cara mencegah membuang makanan menjadi hal penting untuk dilakukan mengingat pembusukan makanan memancarkan gas rumah kaca, termasuk metana yang sangat kuat.

Dalam hal ini, tempat pembuangan akhir merupakan sumber emisi metana terbesar.

Kondisi anaerobik yang diperlukan untuk produksi dan pelepasan metana ditetapkan kurang dari setahun setelah sampah dibuang.

BACA JUGA:  Lokasi Bank Sampah Kota Yogyakarta untuk Buang Limbah Anorganik Mulai 1 Januari 2023

Bakteri penghasil metana mulai menguraikan sampah dan menghasilkan metana.

Metana sendiri merupakan gas rumah kaca yang kekuatannya, sekitar 28 kali karbon dioksida. Setelah sekitar 12 tahun, metana akan terurai menjadi uap air dan karbon dioksida.

Mengingat melimpahnya CO2 di atmosfer, emisi dari limbah makanan akan bertahan selama berabad-abad.

Cara agar tidak membuang makanan sebaiknya dilakukan karena selain berdampak pada lingkungan, menghargai makanan berarti menghargai usaha petani juga. **** (Kontributor: Eni Damayanti)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com