HARIANE JOGJA – Siapa sangka pisang goreng dessert nomor 1 di dunia, hal ini menurut TasteAtlas.
Menurut laman yang khusus mengulas tentang hidangan tradisional autentik itu,pisang goreng dessert nomor 1 di dunia.
Bahkan ratingnya melebihi Quarkballchen dari Jerman dan Pastelitos Criollos dari Argentina yang masing-masing mendapatkan skor 4.50.
Sementara dalam laman tersebut, pisang goreng mendapatkan rating hingga 4.60 di atas Churros asal Spanyol dan Bomboloni asal Italia.
Di salah satu artikelnya, TasteAtlas mengulas pisang goreng ini dengan cukup lugas.

Dia menyebut bahwa pisang goreng dessert nomor 1 di dunia ini merupakan jajanan sehari-hari yang umum disantap masyarakat Indonesia.
Bahkan dalam pemabahasan berbahasa Inggrisnya itu, dikatakan pisang goreng memiliki nama berbeda di beberapa daerah, misalnya ‘godoh biu’ di Bali dan ‘gedhang goreng’ di Jawa.
Disebutkan pula pisang goreng bisa juga disajikan dengan taburan kayu manis, coklat, gula halus, bahkan sering disantap bersama dengan tambahan selai dan es krim.
Lalu, bagaimana uniknya penyajian pisang goreng dessert nomor 1 di dunia ini di Indonesia?
Di Indonesia, umumnya sajian pisang goreng bisa dihidangkan baik dengan tanpa tambahan pelengkap lainnya maupun dengan pelengkap tambahan misalnya seperti saus coklat atau parutan keju.
Uniknya, di beberapa daerah Indonesia, sajian berbahan dasar pisang yang digoreng berbalut tepung ini dihidangkan dengan tambahan sambal sebagai pelengkapnya.
1. Pisang Goreng Sambal Kepala Ikan Roa dan Pisang Goreng Sambal Dabu-dabu Khas Manado
Seperti salah satu video di kanal Youtube Me Masak, Manado memiliki sajian khas berupa pisang goreng berbalut tepung dengan pelengkap sambal kepala ikan roa.
Sambal yang menggunakan terasi tersebut dinamakan sambal kepala ikan roa karena salah satu bahannya adalah kepala ikan roa yang telah diasap.
Seperti disebutkan dari laman Dictio, Ikan Roa atau Ikan Julung-Julung adalah ikan laut jenis ikan terbang yang dapat ditemui di perairan laut Utara Pulau Sulawesi sampai dengan Kepulauan Maluku.
Pisang yang telah digoreng dengan tepung dimakan dengan cara dicocolkan ke sambal roa.
Bahkan video lain di kanal Youtube Ain Bintang, selain pisang goreng dengan sambal ikan roa, ada pula pisang goreng yang disajikan dengan sambal dabu-dabu khas Manado.
Sama halnya dengan sambal kepala ikan roa, sambal dabu-dabu juga menggunakan terasi di dalamnya, sehingga wajar saja pisang goreng dessert nomor 1 di dunia dengan penyajian uniknya.
2. Pisang Peppe Khas Makassar

Sajian pisang goreng khas Makassar ini tidak menggunakan buah pisang yang sudah masak tetapi menggunakan jenis pisang kepok yang masih setengah matang.
Menurut video di kanal Youtube Melisa Pode, Pisang Peppe ini disajikan bersama dengan sambal ulek yang menggunakan bahan tomat.
Sebelum digoreng, pisang diredam dahulu dalam air garam selama 10 menit yang menjadikan pisangnya terasa gurih alih-alih manis. Usai digoreng, pisang digeprek hingga pipih untuk selanjutnya digoreng lagi.
3. Pisang Goreng Mulu Bebe khas Maluku Utara

Dalam video dari kanal Youtube Aank Fahmi bbm, daerah Maluku Utara memiliki sajian khas berupa pisang goreng yang disajikan dengan sambal.
Dilansir dari laman Litbang Pertanian, sajian ini disebut juga dengan Pisang Goreng Mulu Bebe karena menggunakan pisang bernama mulu bebe (bentuknya menyerupai mulut bebek).
Bernagai penyajian yang unik ini menunjukkan bahwa pisang goreng dessert nomor 1 di dunia karena sangat familiar untuk masyarakat Indonesia.
4. Pisang Goreng ala Ambon
Seperti unggahan video di kanal Youtube Steffie, Ambon juga memiliki sajian pisang goreng berbalut tepung yang disantap dengan pelengkap sambal.
Sajian pisang goreng dessert nomor 1 dunia menurut TasteAtlas ini rupanya cocok disajikan dengan pelengkap sambal di beberapa daerah Indonesia.****
(Kontributor: Elmita Amalya Ahsani)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji