HARIANE JOGJA – Sebagai perangkat yang bertujuan meningkatkan performa mesin, perbedaan turbocharger vs supercharger secara fungsi sebenarnya tidak begitu banyak, bahkan cenderung sama.
Namun pada cara kerjanya, perbedaan turbocharger vs supercharger bak langit dan bumi, sangat berbeda. Sehingga masing-masing perangkat akan memiliki keunggulan dan kekurangannya.
Memahami perbedaan turbocharger vs supercharger juga wajib dilakukan bagi yang berminat melakukan modifikasi pada mesin kendaraan yang dimiliki.
Menurut informasi yang dirilis oleh kanal YouTube FtShare, turbocharger dan supercharger pada dasarnya merupakan perangkat yang masuk dalam kategori forced induction.
Forced induction adalah perangkat yang memaksa udara bertekanan untuk masuk ke mesin, dengan tujuan meningkatkan performa kendaraan.
Semakin banyak udara yang masuk ke mesin, maka semakin banyak bahan bakar yang bisa dibakar, sehingga mesin dapat menghasilkan lebih banyak tenaga tanpa perlu menambah atau merubah ukuran silinder.
Lalu, jika keduanya memiliki fungsi yang sama, mengapa kedua perangkat tersebut ada dan diterapkan pada kendaraan? Berikut perbedaan antara keduanya.
Perbedaan Turbocharger Vs Supercharger
Berikut perbedaan antara turbocharger dan supercharger yang perlu diketahui sbelum melakukan modifikasi mesin.
Turbocharger

Perbedaan turbocharger vs supercharger yang paling mendasar adalah pada cara menghasilkan udara bertekanan.
Turbocharger memanfaatkan tekanan gas buang sisa pembakaran yang disalurkan oleh knlapot. Tekanan gas buang ini kemudian akan memutar turbin yang kemudian akan menarik udara dan memampatkannya.
Udara bertekanan tersebut kemudian akan disalurkan ke intake mesin, yang kemudian akan dicampurkan dengan bahan bakar untuk dibakar di dalam silinder mesin.
Karena daya yang dipakai untuk beroperasi diambil dari tekanan gas buang, maka secara keseluruhan, sistem turbocharger memiliki efisiensi yang tinggi.
Selain itu, turbocharger juga dapat dipasang ke mesin dengan daya yang kecil dan dapat secara langsung meningkatkan performanya, karena tidak ada daya operasional yang diambil langsung dari mesin.
Namun, turbocharger terkenal karena memiliki jeda operasional yang akan semakin bertambah dengan semakin besar ukuran dari turbin yang digunakan.
Tenaga yang tidak linier ini dapat mengagetkan, dan dapat membuat pengalaman berkendara menjadi tidak menyenangkan, karena tambahan tenaga baru terasa di putaran mesin yang relatif tinggi.
Supercharger

Jika turbocharger beroperasi menggunakan tekanan gas buang, maka supercharger beroperasi dengan mengambil langsung tenaga dari mesin.
Supercharger tidak memiliki jeda seperti turbocharger, karena ketika mesin dihidupkan maka supercharger pun ikut hidup dan siap beroperasi.
Sehingga tenaga yang diberikan linier dan serupa dengan mesin kendaraan yang tidak menggunakan forced induction.
Namun, karena terhubung langsung ke mesin, supercharger membutuhkan daya mesin untuk beroperasi. Sehingga tidak dapat dipasangkan di mesin dengan kapasitas yang kecil.
Contohnya seperti supercharger berkapasitas 4,5 liter yang dipasangkan oleh rumah modifikasi Hennessey pada mobil Dodge Demon. Supercharger sebesar itu tidak dapat dipasang di mesin dengan kapasitas kecil, karena besarnya daya minimum yang dibutuhkan.
Selain itu, karena daya yang dihasilkan supercharger tidak ‘gratis’ maka efisiensi supercharger akan lebih rendah dibandingkan turbocharger.
Sekian informasi mengenai perbedaan turbocharger vs supercharger yang memiliki fungsi sama, namun bekerja dengan cara yang sangat berbeda. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji