Perbedaan Turbocharger Vs Supercharger, Mana yang Lebih Unggul?

HARIANE JOGJA – Sebagai perangkat yang bertujuan meningkatkan performa mesin, perbedaan turbocharger vs supercharger secara fungsi sebenarnya tidak begitu banyak, bahkan cenderung sama.

Namun pada cara kerjanya, perbedaan turbocharger vs supercharger bak langit dan bumi, sangat berbeda. Sehingga masing-masing perangkat akan memiliki keunggulan dan kekurangannya.

Memahami perbedaan turbocharger vs supercharger juga wajib dilakukan bagi yang berminat melakukan modifikasi pada mesin kendaraan yang dimiliki.

BACA JUGA:  Perbedaan Karburator Vs Injeksi, Mana yang Lebih Unggul?

Menurut informasi yang dirilis oleh kanal YouTube FtShare, turbocharger dan supercharger pada dasarnya merupakan perangkat yang masuk dalam kategori forced induction.

Forced induction adalah perangkat yang memaksa udara bertekanan untuk masuk ke mesin, dengan tujuan meningkatkan performa kendaraan.

Semakin banyak udara yang masuk ke mesin, maka semakin banyak bahan bakar yang bisa dibakar, sehingga mesin dapat menghasilkan lebih banyak tenaga tanpa perlu menambah atau merubah ukuran silinder.

Lalu, jika keduanya memiliki fungsi yang sama, mengapa kedua perangkat tersebut ada dan diterapkan pada kendaraan? Berikut perbedaan antara keduanya.

Perbedaan Turbocharger Vs Supercharger

Berikut perbedaan antara turbocharger dan supercharger yang perlu diketahui sbelum melakukan modifikasi mesin.

Turbocharger

Turbocharger
Turbocharger merupakan perangkat forced induction yang lebih efisien (Foto: Pixabay/Janbarkmann)

Perbedaan turbocharger vs supercharger yang paling mendasar adalah pada cara menghasilkan udara bertekanan.

Turbocharger memanfaatkan tekanan gas buang sisa pembakaran yang disalurkan oleh knlapot. Tekanan gas buang ini kemudian akan memutar turbin yang kemudian akan menarik udara dan memampatkannya.

Udara bertekanan tersebut kemudian akan disalurkan ke intake mesin, yang kemudian akan dicampurkan dengan bahan bakar untuk dibakar di dalam silinder mesin.

Karena daya yang dipakai untuk beroperasi diambil dari tekanan gas buang, maka secara keseluruhan, sistem turbocharger memiliki efisiensi yang tinggi.

Selain itu, turbocharger juga dapat dipasang ke mesin dengan daya yang kecil dan dapat secara langsung meningkatkan performanya, karena tidak ada daya operasional yang diambil langsung dari mesin.

Namun, turbocharger terkenal karena memiliki jeda operasional yang akan semakin bertambah dengan semakin besar ukuran dari turbin yang digunakan.

Tenaga yang tidak linier ini dapat mengagetkan, dan dapat membuat pengalaman berkendara menjadi tidak menyenangkan, karena tambahan tenaga baru terasa di putaran mesin yang relatif tinggi.

Supercharger

Supercharger
Supercharger memiliki respon tenaga yang linier (Foto: Pixabay/652234)

Jika turbocharger beroperasi menggunakan tekanan gas buang, maka supercharger beroperasi dengan mengambil langsung tenaga dari mesin.

Supercharger tidak memiliki jeda seperti turbocharger, karena ketika mesin dihidupkan maka supercharger pun ikut hidup dan siap beroperasi.

Sehingga tenaga yang diberikan linier dan serupa dengan mesin kendaraan yang tidak menggunakan forced induction.

Namun, karena terhubung langsung ke mesin, supercharger membutuhkan daya mesin untuk beroperasi. Sehingga tidak dapat dipasangkan di mesin dengan kapasitas yang kecil.

Contohnya seperti supercharger berkapasitas 4,5 liter yang dipasangkan oleh rumah modifikasi Hennessey pada mobil Dodge Demon. Supercharger sebesar itu tidak dapat dipasang di mesin dengan kapasitas kecil, karena besarnya daya minimum yang dibutuhkan.

Selain itu, karena daya yang dihasilkan supercharger tidak ‘gratis’ maka efisiensi supercharger akan lebih rendah dibandingkan turbocharger.

BACA JUGA:  Perbedaan Mesin Overbore vs Overstroke, Mana yang Cocok untuk Harian?

Sekian informasi mengenai perbedaan turbocharger vs supercharger yang memiliki fungsi sama, namun bekerja dengan cara yang sangat berbeda. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com