HARIANE JOGJA – Perbedaan mesin overbore vs overstroke merupakan salah satu aspek utama yang dipertimbangkan oleh insinyur pabrikan kendaraan bermotor.
Mesin overbore adalah elemen yang biasanya lebih umum ditemukan pada kendaraan bermotor dengan performa yang tinggi.
Sedangkan mesin overstroke adalah model yang lebih banyak dipasang pada kendaraan harian, oleh karena itu lebih populer di pasar otomotif.
Pengaplikasian model mesin yang pas nantinya juga memengaruhi harga yang akan dipatok.
Berdasarkan informasi yang diwartakan pada kanal YouTube FtShare, mayoritas kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia adalah jenis overstroke.
Berikut penjelasannya mengenai perbedaan mesin overbore vs overstroke serta keunggulan dan kekurangan keduanya.
Mesin Overbore

Perbedaan mesin overbore dan overstroke yang utama ada pada namanya. Mesin overbore adalah elemen yang memiliki diameter piston lebih besar dibandingkan langkah pistonnya.
Salah satu contoh motor dengan mesin overbore adalah Kawasaki ZX-25R yang memiliki diameter x langkah piston pada angka 50.0 x 31.8mm.
Seperti contoh di atas, bisa dikatakan bahwa mesin overbore biasanya dipasangkan pada mesin dengan performa tinggi.
Hal ini karena mesin overbore memiliki piston yang besar, sehingga memungkinkan penggunaan klep in yang lebih besar. Sehingga aliran campuran udara dan bahan bakar bisa lebih banyak masuk kemesin.
Selain itu, putaran mesin juga dapat dibuat lebih tinggi karena pergerakan piston tidak terlalu jauh di dalam silinder. Sehingga tenaga kuda yang bisa dicapai mesin pun dapat lebih tinggi.
Namun mesin jenis ini juga memiliki kelemahan, salah satunya adalah boros bahan bakar. Karena bahan bakar yang masuk lebih banyak, konsumsi bahan bakar mesin ini pun akan lebih banyak.
Selain itu torsi di putaran bawahnya kurang menggigit, sehingga kurang cocok di kondisi macet yang mengharuskan pengendara stop and go selama perjalanan.
Mesin Overstroke

Mesin overstroke adalah jenis yang paling banyak digunakan di produk otomotif Indonesia. Salah satunya adalah kondisi jalan Indonesia yang cenderung macet.
Pada kondisi macet, torsi di putaran bawah menjadi lebih penting. Sehingga mesin overstroke unggul karena langkah pistonnya yang lebih panjang, berbanding terbalik dengan overbore, yang manjadikan torsi sudah terasa dari putaran rendah.
Selain itu, mesin overstroke juga bisa dibuat lebih irit, karena torsinya yang besar sehingga tidak perlu menggeber mesin untuk mendapat torsi optimal, sehingga tidak dibutuhkan banyak bahan bakar pula.
Sedangkan untuk kelemahan mesin overstroke adalah sulitnya mesin ini dibuat memiliki performa tinggi. Hal ini karena mesin overstroke sulit dibuat berkitir di putaran tinggi.
Sehingga mesin overstroke biasanya digunakan pada kendaraan harian yang tidak butuh tenaga terlalu besar, namun harus sigap menghadapi kemacetan kota.
Salah satu contoh mesin overstroke dapat ditemukan di Honda BeAT yang memiliki diameter x langkah piston pada angka 47.0 x 63.1mm.
Sekian informasi mengenai perbedaan mesin overbore vs overstroke yang diterapkan pada kendaraan bermotor. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji