Perbedaan Mesin Overbore vs Overstroke, Mana yang Cocok untuk Harian?

HARIANE JOGJA – Perbedaan mesin overbore vs overstroke merupakan salah satu aspek utama yang dipertimbangkan oleh insinyur pabrikan kendaraan bermotor.

Mesin overbore adalah elemen yang biasanya lebih umum ditemukan pada kendaraan bermotor dengan performa yang tinggi.

Sedangkan mesin overstroke adalah model yang lebih banyak dipasang pada kendaraan harian, oleh karena itu lebih populer di pasar otomotif.

Pengaplikasian model mesin yang pas nantinya juga memengaruhi harga yang akan dipatok.

Berdasarkan informasi yang diwartakan pada kanal YouTube FtShare, mayoritas kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia adalah jenis overstroke.

Berikut penjelasannya mengenai perbedaan mesin overbore vs overstroke serta keunggulan dan kekurangan keduanya.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Tempat Bukber di Jogja, Cita Rasa Lezat Hingga Ramah di Kantong

Mesin Overbore

Perbedaan mesin overbore vs overstroke
Mesin overbore biasanya diaplikasikan untuk adu kecepatan (Foto: Unsplash/Dominik Lalic)

Perbedaan mesin overbore dan overstroke yang utama ada pada namanya. Mesin overbore adalah elemen yang memiliki diameter piston lebih besar dibandingkan langkah pistonnya.

Salah satu contoh motor dengan mesin overbore adalah Kawasaki ZX-25R yang memiliki diameter x langkah piston pada angka 50.0 x 31.8mm.

Seperti contoh di atas, bisa dikatakan bahwa mesin overbore biasanya dipasangkan pada mesin dengan performa tinggi.

Hal ini karena mesin overbore memiliki piston yang besar, sehingga memungkinkan penggunaan klep in yang lebih besar. Sehingga aliran campuran udara dan bahan bakar bisa lebih banyak masuk kemesin.

Selain itu, putaran mesin juga dapat dibuat lebih tinggi karena pergerakan piston tidak terlalu jauh di dalam silinder. Sehingga tenaga kuda yang bisa dicapai mesin pun dapat lebih tinggi.

Namun mesin jenis ini juga memiliki kelemahan, salah satunya adalah boros bahan bakar. Karena bahan bakar yang masuk lebih banyak, konsumsi bahan bakar mesin ini pun akan lebih banyak.

BACA JUGA:  Cara Cek Kondisi Mesin dari Warna Busi, Segera ke Bengkel Jika Ada Tanda Ini

Selain itu torsi di putaran bawahnya kurang menggigit, sehingga kurang cocok di kondisi macet yang mengharuskan pengendara stop and go selama perjalanan.

Mesin Overstroke

Perbedaan mesin overbore vs overstroke
Mesin overstroke banyak digunakan di perkotaan karena praktis disaat macet (Foto: Unsplash/Rowan Freeman)

Mesin overstroke adalah jenis yang paling banyak digunakan di produk otomotif Indonesia. Salah satunya adalah kondisi jalan Indonesia yang cenderung macet.

Pada kondisi macet, torsi di putaran bawah menjadi lebih penting. Sehingga mesin overstroke unggul karena langkah pistonnya yang lebih panjang, berbanding terbalik dengan overbore, yang manjadikan torsi sudah terasa dari putaran rendah.

Selain itu, mesin overstroke juga bisa dibuat lebih irit, karena torsinya yang besar sehingga tidak perlu menggeber mesin untuk mendapat torsi optimal, sehingga tidak dibutuhkan banyak bahan bakar pula.

Sedangkan untuk kelemahan mesin overstroke adalah sulitnya mesin ini dibuat memiliki performa tinggi. Hal ini karena mesin overstroke sulit dibuat berkitir di putaran tinggi.

Sehingga mesin overstroke biasanya digunakan pada kendaraan harian yang tidak butuh tenaga terlalu besar, namun harus sigap menghadapi kemacetan kota.

BACA JUGA:  Cara Buat Mie Lethek Khas Bantul, Ini Alasannya Tak Pakai Mesin Otomatis Sejak 1940

Salah satu contoh mesin overstroke dapat ditemukan di Honda BeAT yang memiliki diameter x langkah piston pada angka 47.0 x 63.1mm.

Sekian informasi mengenai perbedaan mesin overbore vs overstroke yang diterapkan pada kendaraan bermotor. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com