HARIANE JOGJA – Perbedaan sistem pendinginan mesin berikut patut diketahui karena ternyata ada beberapa jenis pendingin mesin yang dipasang pada kendaraan bermotor.
Jenis pendingin mesin motor maupun mobil pada umumnya dibagi menjadi tiga macam yang berbeda-beda cara kerja, hingga harga.
Kendaraan bermotor keluaran lama dengan yang baru juga bisa jadi memiliki sistem pendingin mesin yang berbeda.
Sehingga pemilik kendaraan wajib tahu agar lebih paham soal cara perawatan yang tepat.
Perbedaaan Sistem Pendinginan Mesin untuk Kendaraan Lama dan Baru
Dilansir dari kanal YouTube FtShare, berikut adalah bedanya antara pendingin mesin yang menggunakan udara, air, maupun oli:
1. Mesin Berpendingin Udara

Jenis pendinginan mesin ini adalah yang paling umum. Kendaraan dengan pendinginan udara biasanya merupakan kendaraan tua, atau kendaraan dengan kapasitas mesin kecil yang harganya tergolong murah.
Harga yang murah ini disebabkan oleh sederhananya cara kerja pendinginan mesin jenis udara. Sesuai namanya, pendinginan jenis ini memanfaatkan udara sebagai medium penyerap panasnya.
Mesin berpendingin udara biasanya akan diselimuti oleh sirip – sirip logam tipis. Fungsi sirip – sirip ini adalah meningkatkan luas permukaan yang berkontak dengan udara.
Semakin luas permukaannya, semakin banyak panas yang bisa dibuang.
Karena sederhana dan tidak membutuhkan perangkat tambahan, maka kendaraan dengan jenis pendinginan ini sangat mudah diproduksi, sehingga harganya bisa dibuat murah.
Namun, jenis pendingin ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan utama pendinginan ini adalah kurang efisien dalam pembuangan panas, karena udara itu merupakan penghantar panas yang buruk.
Sehingga, kemampuan membuang panas dari mesin berpendingin udara cukup rendah. Hal ini membatasi penggunaan pendinginan ini pada mesin berperforma rendah, atau berkapasitas kecil.
2. Mesin Berpendingin Air

Jenis pendingin sistem motor atau mobil satu ini bedanya cukup besar dibandingkan dengan jenis udara.
Mesin berpendingin air memiliki kompleksitas yang 180 derajat berbeda, karena medium pengantar panas yang digunakan juga berbeda.
Pendingin ini bekerja dengan memompa air ke sekitar mesin. Air tersebut akan menyerap panas mesin, yang kemudian dipompa ke radiator untuk didinginkan.
Karena air merupakan penghantar panas yang jauh lebih baik dari udara, maka pendinginan air memiliki efisiensi lebih tinggi.
Sehingga mampu mengatasi panas mesin berkapasitas besar, atau mesin dengan performa tinggi.
Namun, karena banyaknya perangkat yang dibutuhkan, maka sistem ini adalah yang paling mahal dan paling perlu perawatan ekstra.
3. Mesin Berpendingin Oli
Serupa dengan pendinginan mesin jenis air, mesin berpendingin oli juga menggunakan cairan sebagai media penghantar panasnya.
Cara kerja sistem ini memiliki prinsip dasar yang sama dengan pendingin air. Oli yang ada di dalam mesin akan menyerap panas mesin, dan dipompakan ke sirip oil cooler, perangkat yang mirip radiator, untuk dibuang panasnya.
Sistem ini menjadi semacam penengah di antara sistem pendingin udara dan air. Karena performa pendinginannya berada di atas pendingin udara, namun masih di bawah pendingin air yang biasanya dibekali radiator lebih besar.
Soal harga pun pendingin oli lebih murah dibandingkan pendingin air karena perangkat yang dibutuhkan lebih sedikit dan kecil.
Punya harga yang lebih mahal dibandingkan pendingin udara, saat ini pendinginan oli sudah cukup jarang ditemukan di pasaran.
Sekian informasi mengenai perbedaan sistem pendinginan mesin pada kendaraan bermotor. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji