HARIANE JOGJA – Makna istilah body count belakangan ini sedang ramai diperbincangkan dalam ranah media sosial.
Namun, mungkin belum banyak yang mengetahui arti istilah body count karena bukan berasal dari bahasa Indonesia.
Untuk lebih memahami arti istilah body count, berikut ulasan lengkap mengenai istilah yang banyak digunakan dalam perbincangan di media sosial.
Makna Istilah Body Count
Dalam situs kamus daring Meriam Webster, dituliskan mengenai beberapa makna dari istilah body count. Salah satunya berasal dari istilah militer pada 1962.
Makna awal dari istilah ini adalah jumlah korban jiwa dari pihak lawan yang direnggut oleh personil, grup, atau kelompok militer kawan.
Sedangkan untuk makna kedua dari istilah body count adalah jumlah orang yang terlibat dalam suatu aktivitas tertentu, meskipun tidak secara spesifik disebutkan kegiatan apa, maupun ada kaitannya dengan militer atau tidak.
Pada situs Urban Dictionary, istilah ini diartikan secara lebih spesifik dengan makna berbeda dari asal mulanya.
Dalam situs ini, body count secara eksplisit diartikan sebagai istilah yang mengacu pada berapa jumlah pasangan seksual yang pernah dimiliki, atau bisa diartikan juga dengan berapa orang sudah melakukan hubungan seksual.
Istilah ini sering digunakan untuk menilai seberapa ‘liar’ seseorang berdasarkan pada seberapa tinggi atau rendah angka body count yang dimiliki.
Sebagian orang merasa bangga memiliki body count yang tinggi, namun ada juga yang malu dan mencoba menyembunyikannya demi menjaga persepsi publik terhadap dirinya, bahkan membanggakan body count yang masih 0.
Seperti yang diwartakan pada kanal YouTube Nurani Bercerita, beberapa narasumber yang disampaikan pada video tersebut memiliki body count yang beragam. Namun pemahaman mereka mengenai makna istilah body count seragam.
Sebagian merasa malu dengan angka body count yang besar, namun sebagian lagi cukup santai menyebutkan angka yang dimilikinya.
Banyak narasumber pada video tersebut yang merasa bahwa body count yang tinggi seharusnya bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, karena tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Angka ‘normal’ body count yang diajukan oleh setiap narasumber video tersebut juga beragam, mulai dari 3, 5, hingga 25.
Pandangan mengenai hubungan seksual pra nikah para narasumber juga beragam. Sebagian merasa itu merupakan hal yang salah karena bertentangan dengan norma masyarakat dan yang melakukan bukan orang ‘baik-baik’.
Namun ada juga yang memaklumi bahwa keputusan untuk melakukan hubungan seks merupakan keputusan pribadi yang berhak dipilih oleh orang dewasa, selama paham konsekuensinya.
Demikian informasi mengenai makna istilah body count yang sedang ramai diperbincangkan.**** (Kontributor: Putra Ramadhan)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji