HARIANE JOGJA – Bagi sebagian orang, mendatangi Psikolog atau psikiater untuk konsultasi masalah psikologi masih dianggap tabu dan memalukan. Sementara sebagian lain, merasa ragu dan khawatir dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Masalah kesehatan mental memang menjadi masalah yang pelik untuk diselesaikan.
Adanya stigma “buruk” yang tumbuh di masyarakat hingga kurangnya informasi dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental menjadi alasan utamanya.
Akibatnya, banyak yang terlambat mendapat bantuan. Mereka akhirnya larut dalam lautan depresi yang menggangu kehidupan pribadi, berkeluarga dan sosialnya.
Tidak jarang, penderita gangguan kesehatan mental akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa. Bahkan, karena merasa tak menemukan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapai, sebagian memilih aksi nekat melakukan bunuh diri.
Beberapa Alasan Umum Mengapa Orang Enggan Konsultasi Masalah Psikologi:
1. Kekhawatiran tentang Biaya

Terapi atau konseling dengan seorang psikolog atau Psikiater sering kali memerlukan biaya.
Beberapa individu, terutama yang berasal dari keluarga menengah ke bawah, merasa khawatir tentang biaya yang terkait dengan konsultasi ke psikolog atau psikiater.
Terutama jika mereka tidak memiliki asuransi kesehatan yang mencakup layanan kesehatan mental.
Terlebih, berdasar hasil penelitian mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam jurnal berjudul “Analisis Faktor Socioeconomic Status (SES) Terhadap Kesehatan Mental: Gejala Depresi di Indonesia”, disebut jika orang yang tidak bekerja memiliki probabilitas mengalami depresi lebih tinggi dari yang bekerja.
Dengan demikian, faktor status sosial ekonomi berkorelasi negatif dan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap gangguan mental gejala di Indonesia.
Artinya status sosial ekonomi yang dimiliki dalam hal ini mencangkup pendidikan, kekayaan, dan status pekerjaan, memiliki pengaruh terhadap seseorang tersebut mengalami gejala mental illness.
2. Kurangnya Pemahaman
Beberapa orang mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang dilakukan seorang psikolog dan psikiater serta bantuan apa yang bisa didapat dari mereka.
Kurangnya pemahaman ini dapat mengakibatkan ketidakpercayaan terhadap proses konseling.
3. Ketidakamanan Berbicara tentang Masalah Pribadi
Membicarakan masalah pribadi dengan seseorang yang tidak dikenal bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman bagi banyak orang.
Terbuka tentang masalah pribadi bisa menimbulkan rasa vulnerabilitas yang membuat orang merasa enggan.
4. Kecurigaan terhadap Terapi
Beberapa orang mungkin skeptis terhadap efektivitas terapi atau konseling.
Mereka mungkin merasa bahwa itu tidak akan memberikan manfaat yang signifikan atau bahwa masalah kesehatan mental mereka tidak serius.
5. Penolakan dan Ketidakpedulian
Ada kemungkinan bahwa orang dengan masalah kesehatan mental menghadapi penolakan atau kurangnya dukungan dari orang-orang di sekitar.
Hal ini sering kali membuat mereka menjadi pribadi yang lebih tertutup dan enggan menceritakan masalah mereka.
6. Kurangnya Informasi
Beberapa orang mungkin tidak tahu bahwa bantuan psikolog dan psikiater bisa didapat dengan mudah. Bahkan bisa didapat secara gratis dan dengan metode layanan Call Center dari Dinas Kesehatan di wilayahnya tinggal.
Karena itu, penting untuk berbagi informasi mengenai layanan konsultasi kesehatan mental pada orang-orang terdekat.
7. Perasaan Memadai
Sebagian orang merasa bahwa mereka memiliki mental yang cukup kuat dan dapat mengatasi masalahnya sendiri tanpa bantuan profesional.
Padahal, bisa jadi hal ini hanya denial (penolakan) di alam bawah sadar bahwa mereka memiliki masalah dalam kesehatan mental.
Di sinilah pentingnya peran seorang ahli untuk menyadarkan dan memberi pemahaman serta dukungan tambahan.
8. Kekhawatiran tentang Stigmatisme di Tempat Kerja
Beberapa individu mungkin khawatir bahwa mencari bantuan psikolog akan mempengaruhi karier mereka atau menyebabkan ketidakpercayaan dari atasan atau rekan kerja.
9. Mitos dan Tidak Paham
Ada banyak mitos dan kesalahpahaman tentang terapi dan konseling.
Orang sering kali mendengar cerita-cerita mengerikan tentang pengalaman konseling yang buruk atau mendapatkan saran yang tidak berguna.
10. Stigma
Stigma sosial yang melekat pada orang yang sedang memiliki masalah dengan kesehatan mental masih merupakan masalah besar.
Beberapa orang merasa malu atau takut dijauhi jika diketahui bahwa mereka mengalami masalah kesehatan mental.
Hal ini dapat menyebabkan banyak individu merasa enggan untuk mencari bantuan.****


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Ichsan Muttaqin
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026