HARIANE JOGJA – Tanda depresi yang tidak disadari kerap menjadi awal depresi berkelanjutan.
Tanda depresi yang tidak disadari, umumnya dikarenakan kurangnya kepedulian terhadap mental health oleh si penderita atau orang-orang di sekitarnya.
Stigma negatif masyarakat membuat tanda depresi yang tidak disadari berujung pada pengabaian. Tak jarang, stigma ini membuat keluarga atau si penderita sendiri enggan untuk mencari bantuan.
Dilansir dari laman American Psychiatric Association, depresi ialah penyakit medis umum dan serius yang secara negatif memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan bertindak.
Lalu apa saja tanda depresi yang tidak disadari? Berikut ini beberapa di antaranya.
9 Tanda Depresi yang Tidak Disadari

Dijelaskan dalam laman Cleveland Clinic, tanda atau gejala depresi akan tampak sedikit berbeda pada satu orang dengan yang lain. Hal ini karena depresi memiliki tingkat yang ringan hingga berat.
Meskipun demikian, secara umum berikut ini beberapa tanda depresi yang tak di sadari.
1. Sedih dan Putus Asa
Tanda orang depresi yang tidak disadari dan sering diabaikan salah satunya adalah merasa sedih, putus asa, atau khawatir berlebihan.
2. Kehilangan Minat
Orang depresi umumnya akan mulai tidak tertarik lagi terhadap hal-hal yang dulunya sangat disukai dan dianggap mendatangkan kebahagiaan.
Kesedihan dan hilangnya minat, kemudian menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, serta dapat menurunkan kemampuan seseorang.
3. Mudah Tersinggung dan Frustrasi
Mudah tersinggung atau marah kerap menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari, baik oleh penderita atau pun orang-orang di sekitarnya. Namun, orang depresi umumnya akan memiliki gejala ini.
Orang yang depresi akan merasa bahwa lingkungannya toxic dan membuatnya tak nyaman. Hal ini kemudian membuatnya mudah marah dan tersinggung.
4. Perubahan Nafsu Makan
Salah satu tanda depresi yang tidak di sadari adalah makan terlalu banyak atau terlalu sedikit sehingga menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan yang cukup signifikan.
5. Masalah Tidur
Dilansir dari Sleep Foundation, beberapa masalah tidur yang berkaitan dengan depresi, meliputi insomnia (sulit tidur), hypersomnia (terlalu banyak tidur), dan apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea) atau penyumbatan gangguan napas pada saat tidur.
Insomnia merupakan jenis gangguan pada setidaknya 75% pasien depresi, 20% orang mengalami apnea tidur obstruktif, dan sekitar 15% mengalami hypersomnia.
6. Energi Melemah
Lelah, letih, lesu, dan energi rendah atau melemah mungkin akan menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari. Hal ini karena tak semua orang yang kelelahan atau energinya berkurang menderita depresi.
Kelelahan dan energi yang rendah bisa jadi merupakan pertanda dari penyakit fisik yang mungkin sedang dialami atau sebagai akibat terlalu banyaknya aktivitas yang dilakukan sebelumnya.
Meski demikian, seperti disebutkan dalam laman PsychCentral, kelelahan adalah salah satu tanda yang paling banyak muncul dari sekian banyaknya perasaan yang ditimbulkan oleh depresi.
Kelelahan terjadi pada lebih dari 90% orang yang mengalami depresi. Ada jutaan orang yang merasakannya karena depresi.
7. Susah Berkonsentrasi
Kehilangan konsentrasi juga menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari. Ada saatnya seseorang yang depresi akan kesulitan berkonsentrasi, membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.
Sayangnya, kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa dirinya susah berkonsentrasi akibat terlalu lama bekerja atau belajar. Padahal, hilangnya konsentrasi yang berulang setiap hari bisa meningkatkan level keparahan depresi pada seseorang.
8. Masalah Fisik
Orang depresi umumnya juga akan menunjukkan masalah fisik, seperti mengalami sakit kepala, sakit perut, atau disfungsi seksual.
9. Ingin Bunuh Diri
Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Bagi orang yang mengalami depresi, pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri akan muncul ketika dirinya mendapat sebuah masalah.
WHO memberikan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan terkait depresi. Melalui laman resminya, WHO menyebutkan bahwa ada setidaknya 5% orang dewasa menderita depresi, di mana penderita dengan jenis kelamin wanita lebih banyak daripada pria.
Depresi juga menjadi penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Bahkan, depresi menjadi kontributor utama beban penyakit global secara keseluruhan.
Meskipun demikian, WHO menyatakan bahwa depresi bisa disembuhkan melalui pengobatan yang efektif, berlaku untuk depresi ringan, sedang, dan berat.
Melalui BPJS, pemerintah Indonesia menjamin kesehatan mental peserta JKN-KIS dengan memberikan pengobatan gratis, mulai dari konseling hingga rehabilitasi medis di fasilitas kesehatan yang tersedia di tiap daerah.
Jadi, jika mengalami beberapa tanda depresi yang tidak disadari seperti yang telah dibahas pada artikel ini, disarankan untuk berkonsultasi pada psikolog di fasilitas kesehatan terdekat. **** (Kontributor: Eni Damayanti)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026