9 Tanda Depresi yang Tidak Disadari, Segera Hubungi Psikolog Jika Butuh Bantuan!

HARIANE JOGJA – Tanda depresi yang tidak disadari kerap menjadi awal depresi berkelanjutan.

Tanda depresi yang tidak disadari, umumnya dikarenakan kurangnya kepedulian terhadap mental health oleh si penderita atau orang-orang di sekitarnya.

Stigma negatif masyarakat membuat tanda depresi yang tidak disadari berujung pada pengabaian. Tak jarang, stigma ini membuat keluarga atau si penderita sendiri enggan untuk mencari bantuan.

Dilansir dari laman American Psychiatric Association, depresi ialah penyakit medis umum dan serius yang secara negatif memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan bertindak.

Lalu apa saja tanda depresi yang tidak disadari? Berikut ini beberapa di antaranya.

BACA JUGA:  Jadwal Tanggal Merah 2023 dan Cuti Bersama, Kapan Libur Lebaran Tahun Ini?

9 Tanda Depresi yang Tidak Disadari

Masalah Tidur
Masalah orang depresi, meliputi insomnia, hypersomnia, dan apnea tidur obstruktif. (Foto: Pexels/cottonbro)

Dijelaskan dalam laman Cleveland Clinic, tanda atau gejala depresi akan tampak sedikit berbeda pada satu orang dengan yang lain. Hal ini karena depresi memiliki tingkat yang ringan hingga berat.

Meskipun demikian, secara umum berikut ini beberapa tanda depresi yang tak di sadari.

1. Sedih dan Putus Asa

Tanda orang depresi yang tidak disadari dan sering diabaikan salah satunya adalah merasa sedih, putus asa, atau khawatir berlebihan.

2. Kehilangan Minat

Orang depresi umumnya akan mulai tidak tertarik lagi terhadap hal-hal yang dulunya sangat disukai dan dianggap mendatangkan kebahagiaan.

Kesedihan dan hilangnya minat, kemudian menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, serta dapat menurunkan kemampuan seseorang.

3. Mudah Tersinggung dan Frustrasi

Mudah tersinggung atau marah kerap menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari, baik oleh penderita atau pun orang-orang di sekitarnya. Namun, orang depresi umumnya akan memiliki gejala ini.

Orang yang depresi akan merasa bahwa lingkungannya toxic dan membuatnya tak nyaman. Hal ini kemudian membuatnya mudah marah dan tersinggung.

4. Perubahan Nafsu Makan

Salah satu tanda depresi yang tidak di sadari adalah makan terlalu banyak atau terlalu sedikit sehingga menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan yang cukup signifikan.

5. Masalah Tidur

Dilansir dari Sleep Foundation, beberapa masalah tidur yang berkaitan dengan depresi, meliputi insomnia (sulit tidur), hypersomnia (terlalu banyak tidur), dan apnea tidur obstruktif (obstructive sleep apnea) atau penyumbatan gangguan napas pada saat tidur.

Insomnia merupakan jenis gangguan pada setidaknya 75% pasien depresi, 20% orang mengalami apnea tidur obstruktif, dan sekitar 15% mengalami hypersomnia.

6. Energi Melemah

Lelah, letih, lesu, dan energi rendah atau melemah mungkin akan menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari. Hal ini karena tak semua orang yang kelelahan atau energinya berkurang menderita depresi.

Kelelahan dan energi yang rendah bisa jadi merupakan pertanda dari penyakit fisik yang mungkin sedang dialami atau sebagai akibat terlalu banyaknya aktivitas yang dilakukan sebelumnya.

Meski demikian, seperti disebutkan dalam laman PsychCentral, kelelahan adalah salah satu tanda yang paling banyak muncul dari sekian banyaknya perasaan yang ditimbulkan oleh depresi.

Kelelahan terjadi pada lebih dari 90% orang yang mengalami depresi. Ada jutaan orang yang merasakannya karena depresi.

7. Susah Berkonsentrasi

Kehilangan konsentrasi juga menjadi salah satu tanda depresi yang tidak disadari. Ada saatnya seseorang yang depresi akan kesulitan berkonsentrasi, membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.

Sayangnya, kebanyakan orang cenderung berpikir bahwa dirinya susah berkonsentrasi akibat terlalu lama bekerja atau belajar. Padahal, hilangnya konsentrasi yang berulang setiap hari bisa meningkatkan level keparahan depresi pada seseorang.

8. Masalah Fisik

Orang depresi umumnya juga akan menunjukkan masalah fisik, seperti mengalami sakit kepala, sakit perut, atau disfungsi seksual.

9. Ingin Bunuh Diri

Setiap orang memiliki masalahnya masing-masing. Bagi orang yang mengalami depresi, pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri akan muncul ketika dirinya mendapat sebuah masalah.

WHO memberikan sejumlah fakta yang cukup mengejutkan terkait depresi. Melalui laman resminya, WHO menyebutkan bahwa ada setidaknya 5% orang dewasa menderita depresi, di mana penderita dengan jenis kelamin wanita lebih banyak daripada pria.

Depresi juga menjadi penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Bahkan, depresi menjadi kontributor utama beban penyakit global secara keseluruhan.

Meskipun demikian, WHO menyatakan bahwa depresi bisa disembuhkan melalui pengobatan yang efektif, berlaku untuk depresi ringan, sedang, dan berat.

BACA JUGA:  7 Tips untuk Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur, Diungkap oleh Seorang Sleep Therapist

Melalui BPJS, pemerintah Indonesia menjamin kesehatan mental peserta JKN-KIS dengan memberikan pengobatan gratis, mulai dari konseling hingga rehabilitasi medis di fasilitas kesehatan yang tersedia di tiap daerah.

Jadi, jika mengalami beberapa tanda depresi yang tidak disadari seperti yang telah dibahas pada artikel ini, disarankan untuk berkonsultasi pada psikolog di fasilitas kesehatan terdekat. **** (Kontributor: Eni Damayanti)