Hukum Sholat Tarawih dan Keutamaan, Ibadah Sunnah yang Mampu Menghapus Dosa

HARIANE JOGJA – Hukum sholat Tarawih merupakan ilmu yang wajib untuk dipahami oleh umat muslim, terutama selama Bulan Ramadhan.

Pasalnya keutamaan sholat Tarawih yang dilaksanakan selama bulan puasa merupakan ibadah dengan derajat pahala dan keistimewaan yang luar biasa.

Shalat Tarawih adalah ibadah yang khusus dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan. Sholat bisa dilakukan di rumah sendirian atau berjamaah di masjid dengan jumlah rakaat minimal 8.

Hukum Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan

Selain ibadah puasa, salah satu yang spesial di bulan Ramadhan adalah sholat Tarawih. Ritual yang dilakukan setelah sholat Isya ini memiliki keutamaan dan pahala yang besar.

Syekh Taqiyuddin al-Hishni dalam karyanya Kifayatul Akhyar menegaskan bahwa kesunnahan sholat Tarawih merupakan kesepakatan seluruh ulama dari berbagai mazhab, tidak dianggap pendapat-pendapat yang menyelisihi konsensus tersebut.

BACA JUGA:  Mengenal Sejarah Jalan Malioboro, Ajaran Falsafah Hidup Warga Jogja dan 3 Keunikannya

Al-Hishni mengatakan, dilansir dari situs NU:

Adapun shalat tarawih, tidak diragukan lagi di dalam kesunnahannya. Kesepakatan ulama telah menjadi kukuh di dalam kesunnahannya, yang demikian dikatakan tidak hanya satu orang. Tidak dianggap pendapat-pendapat yang menyimpang” (Syekh Taqiyuddin al-Hishni, Kifayah al-Akhyar, hal. 89).

Dengan demikian, hukum menjalankan sholat Tarawih menurut Islam adalah sunnah, artinya tidak wajib tapi akan mendapat pahala bagi yang menjalankannya.

Keutamaan Sholat Tarawih

hukum sholat Tarawih
Tidak hanya bisa menghapus dosa, sholat Tarawih juga bisa meramaikan masjid. (Foto: Unsplash/Rumman Amin)

Sebagai ibadah yang dilakukan hanya di bulan suci umat Islam, sudah tentu Tarawih memiliki keutamaannya yang lebih dibandingkan ibadah sunnah lainnya.

Berdasarkan lansiran dari situs Dompet Dhuafa mengenai keutamaan sholat Tarawih, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Man shoma romadhona imanan wahtisaban, ghufirolahu ma taqoddama min dzanbih

Artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Para ulama berbeda pendapat mengenai dosa yang diampuni dalam hadits tersebut, sebagaimana mereka juga ikhtilaf di dalam hadits-hadits sejenis.

Menurut al-Imam al-Haramain, yang dihapus hanya dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar hanya bisa diampuni dengan cara bertaubat.

Sementara menurut Imam Ibnu al-Mundzir, redaksi “mâ” (dosa) dalam hadits tersebut termasuk kategori lafadh ‘âm (kata umum) yang berarti mencakup segala dosa, baik kecil atau besar.

BACA JUGA:  Bolehkah Sholat Witir Satu Rakaat? Ternyata Begini Hukumnya

Terkait perbedaan pendapat tersebut, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli mengatakan:

Al-Imam al-Haramain berkata, yang dilebur adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar. Berkata pengarang kitab al-Dzakhair, ini adalah vonis sepihak dari al-Imam al-Haramain yang butuh dalil, padahal haditsnya umum dan anugerah Allah luas tak terbendung. Ibnu al-Mundzir berkata di dalam sabda Nabi, Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau, ini adalah perkataan yang umum, diharapkan terampuninya seluruh dosa-dosa bagi pengamalnya, dosa kecil dan besar” (Syekh Muhammad bin Ahmad al-Ramli, Nihayah al-Muhtaj, juz 3, hal. 206).

Selain dapat menghapus dosa, manfaat Tarawih adalah dapat dimaknai secara lebih pragmatis dan praktis, terlepas dari nilai – nilai ibadah yang intrinsik.

Misalnya, sholat Tarawih dapat meramaikan masjid. Diriwayatkan bahwa orang yang melakukan sholat Tarawih berjamaah berpahala sebanyak 27 derajat. Seperti hadits Rasulullah SAW berikut ini:

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sholat berjemaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari).

Selain itu, Tarawih yang dilaksanakan di masjid secara berjamaah juga akan mempertemukan umat muslim, yang dapat mempererat silaturahmi.

Sholat Tarawih juga layaknya sholat sunnah dan wajib lainnya, merupakan ibadah yang dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

BACA JUGA:  Hukum Menghirup Inhaler Selama Puasa, Tidak Sama Dengan Rokok
shalat witir satu rakaat
Sholat Tarawih menjadi salah satu ibadah sunnah utama di bulan Ramadhan. (Ilustrasi: Unsplash/Rifky Nur Setyadi)

Sekian penjelasan mengenai hukum sholat Tarawih dan keutamaannya yang merupakan ibadah yang hanya terdapat dalam Bulan Ramadhan.**** (Kontributor: Putra Ramadhan)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com