HARIANE JOGJA – Hari Kavaleri TNI AD tiap tahunnya diperingati tanggal 9 Februari, di samping Hari Pers Nasional yang juga dirayakan pada tanggal yang sama.
Hari Kavaleri adalah peringatan hari lahirnya satuan kavaleri TNI Angkatan Darat Republik Indonesia yang dicirikan dengan kendaraan lapis baja.
Hari Kavaleri Indonesia diperingati setiap tahun untuk mengingat sejarah dan bagaimana kiprahnya untuk keamanan tanah air yang sudah eksis sejak perang kemerdekaan melawan penjajah.
Sejarah Hari Kavaleri TNI AD yang Diperingati 9 Februari 2023
Dilansir dari laman resmi Perpustakaan Nasional RI, kavaleri berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis chevalier yang berarti kuda.
Istilah kavaleri mulanya mengacu pada pasukan berkuda, tetapi seiring dengan perkembangan zaman, kavaleri bertempur dengan menggunakan kendaraan lapis baja.

Sampai saat ini, istilah kavaleri dalam TNI-AD dan Korps Marinir adalah kendaraan berlapis baja, mulai dari roda ban atau roda rantai, baik yang bersenjata kanon ataupun tidak (misal kendaraan angkut personel).
Cikal bakal TNI AD sudah mulai tumbuh selama perang kemerdekaan. Diawali pada periode revolusi fisik 1945–1949, para pejuang Indonesia yang tergabung dalam Bala Keselamatan berhasil merampas kendaraan lapis baja tentara Belanda.
Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya digunakan Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk menghadang sekutu yang melakukan pendaratan di Surabaya.
Dirangkum dari portal Kostrad, dalam misi menguasai Indonesia, kendaraan lapis baja mengambil bagian sebagai senjata andalan Belanda, Jepang, maupun Inggris pada era perang kemerdekaan Indonesia.
Awal lahirnya satuan lapis baja ini dimulai pascakemerdekaan Republik Indonesia. Dengan pengakuan defacto kedaulatan Negara Indonesia, maka berakhir pula kekuasaan Belanda di Indonesia.
Pada saat itu juga pengambilalihan kekuasaan, baik sipil maupun militer dengan segala perlengkapannya dilakukan.
Pada masa transisi kekuasaan militer ini, mantan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) belum memiliki kepastian akan dijadikan anggota TNI atau tidak.
Hal tersebut menyebabkan kendaraan lapis baja banyak berlalu lalang, bahkan ada yang dibawa pulang ke rumah mantan tentara KNIL.
Setelah ada keputusan dari pihak TNI, maka dibentuklah satu kesatuan Panser yang disebut Eskadron I, yang merupakan cikal bakal kesatuan-kesatuan Kavaleri.
Pimpinan Angkatan Darat membentuk organisasi satuan lapis baja dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor: 5 / KSAD / Pntp / 50 tanggal 9 Februari 1950 tentang pembentukan Satuan Berlapis Baja.
Sejak tanggal 9 Februari 1950 itu pula, ditetapkanlah Hari Kavaleri Indonesia yang menjadi bagian dari TNI Angkatan Darat.
Makna Semboyan Tri Daya Sakti dan Unit Satuan Kavaleri TNI AD

Dilansir dari laman p2k.unkris.ac.id, Tri Daya Cakti merupakan semboyan khas dari satuan Kavaleri TNI-AD yang berarti daya gerak, daya tembak, dan daya kejut, atau juga dikenal dengan si Baret Hitam.
Adapun satuan Kavaleri TNI AD memiliki beberapa unit dan tingkatan berikut:
1. Kompi Kavaleri
Kompi kavaleri terdiri dari:
Kompi Kavaleri Panser
Kompi Kavaleri Panser 2
Kompi Kavaleri Panser 3
Kompi Kavaleri Panser 4
Kompi Kavaleri Intai 1
Kompi Kavaleri Intai 2
Kompi Kavaleri Pusat Latihan Tempur Komando Wilayah
2. Detasemen Kavaleri
Detasemen Kavaleri terdiri dari:
Detasemen Kavaleri 1
Detasemen Kavaleri 2
Detasemen Kavaleri 3
Detasemen Kavaleri 5
Detasemen Kavaleri Panser
Detasemen Kavaleri Berkuda
3. Batalyon Kavaleri
Sementara itu, Batalyon Kavaleri terdiri dari:
Batalyon Kavaleri 6
Batalyon Kavaleri 5
Batalyon Kavaleri 4
Batalyon Kavaleri 2
Batalyon Kavaleri 3
Batalyon Kavaleri 12
Batalyon Kavaleri `0
Batalyon Kavaleri 11
Batalyon Kavaleri 9
Batalyon Kavaleri 7
Batalyon Kavaleri 1
Batalyon Kavaleri 8
Hari Kavaleri TNI AD sendiri diperingati setiap tahun untuk mengenang kiprah Kavaleri TNI AD dan tanggal diresmikannya menjadi bagian dari pasukan TNI AD. **** (Kontributor: Eni Damayanti)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji