HARIANE JOGJA – Logo dan maskot Peparpenas 2023 resmi dirilis Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada Rabu, 12 April 2023.
Logo dan maskot Peparpenas 2023 tentu tak sembarangan dibuat, melainkan memiliki makna nilai-nilai filosofi dari budaya maupun ciri khas dari Indonesia.
Lantas benarkah logo dan maskot Peparpenas 2023 terinspirasi dari Harimau Sumatera? Pasalnya ajang nasional tersebut memang akan diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan.
Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) X akan dilaksanakan pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2023, lokasi tepat pelaksanaannya berada di Jakabaring Sports Complex, Palembang.
Berikut adalah sajian lengkap filosofi logo dan maskot Peparpenas 2023 yang dilansir dari unggahan Kemenpora melalui akun Instagram resminya.
Deretan 5 Artis Suka Olahraga Tenis, Salah Satunya Enzy Storia LeovarisaFilosofi Logo Peparpenas 2023

Secara keseluruhan logo Peparpenas 2023 membentuk ikan khas Sumatera Selatan, yakni ikan Belida. Ikan Belida ini merupakan salah satu bahan pokok pembuatan aneka ragam makanan ataupun jajanan khas dari Sumatera Selatan.

Bagian ini merupakan gambar dari Jembatan Ampera, melambangkan ciri khas Sumatera Selatan, dengan warna merah yang melambangkan keberanian yang membara.
Menurut Diskominfo Kota Palembang, ikon kota Palembang yang satu ini merupakan salah satu bangunan bersejarah. Jembatan Ampera sendiri menghubungkan dua bagian kota tersebut, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Terlihat tak memiliki bentuk yang berarti, namun bagian ini merupakan bentuk dari Tanjak. Melambangkan pakaian adat masyarakat Sumatera Selatan yang memiliki arti kewibawaan.
Sedangkan Tanjak Palembang merupakan sebuah ikat kepala yang biasa dipergunakan masyarakat setempat pada acara-acara penting, seperti pernikahan, acara pemerintah maupun adat.

Logo Peparpenas 2023 turut membawa Gunung Dempo, salah satu landmark Sumatera Selatan yang memiliki makna kehidupan dan tempat perlindungan.
Gunung Dempo terletak di perbatasan provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Bengkulu. Ketinggian Gunung Dempo kurang lebih 3.159 meter di atas permukaan laut.

Tersusun dari warna hijau dan biru, bentuk dari bagian logo Peparpenas 2023 melambangkan tunas kelapa, bagian ini memiliki makna kesejahteraan pangan Sumatera Selatan.

Bagian terakhir ialah Bunga Tanjung, berwarna kuning yang memiliki makna ketulusan, keramahan, dan sikap ramah masyarakat Sumatera Selatan juga salah satu motif songket khas palembang.
Hasil Swiss Open 2023, 5 Wakil Indonesia Lolos Babak Perempat FinalFilosofi Maskot Peparpenas 2023

Diberi nama TIGRA yang merupakan kepanjangan dari Si Harimau Sumatera. Nama ini diambil dari kata ilmiah dari Harimau Sumatera Panthera Tigris Sumatrae sehingga benar anggapan bahwa maskot Peparpenas 2023 memang terinspirasi dari Harimau SUmatera.
Pemilihan Si Harimau Sumatera didasarkan pada interpretasi dari karakter hewan gagah ini yang selalu semangat dan memiliki tujuan menjadi pelajar berprestasi di bidang apapun, terkhusus olahraga untuk pelajar. Si Harimau juga bermakna sportif, bergairah, dan optimis.
Demikian filosofi terkait logo dan maskot Peparpenas 2023 yang akan diselenggarakan kurang lebih dalam kurun waktu tiga bulan mendatang tersebut. ****
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Rema Emiliana
-
Tri Lestari
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
Ribuan Warga Jogja Meriahkan Fun Run GERMAS, Rayakan Hari Kesehatan Nasional