HARIANE JOGJA – Fakta menarik angpao Imlek yang biasa dibagikan kepada orang-orang di sekitar di perayaan Tahun Baru Cina bisa disimak di sini.
Mulai dari mitos hingga jumlah yang diberikan, fakta menarik angpao Imlek berikut sayang jika dilewatkan.
Soal fakta menarik angpao Imlek, ternyata tidak hanya diberikan sebagai syarat perayaan Tahun Baru Cina 2023 yang dilaksanakan tanggal 23 Januari.
Melainkan ada makna tersendiri di baliknya yang berhubungan dengan nilai yang paling dijunjung tinggi oleh warga Tionghoa yaitu keberuntungan dan kemakmuran.
Fakta Menarik Angpao Imlek, Ternyata Segini Jumlah yang Pas Diberikan
Seperti artikel yang ditayangkan di Hariane.com dengan judul ‘Intip 4 Fakta Unik Angpau yang Kerap Ditemukan saat Tahun Baru Imlek, Ternyata Punya Makna Ini’ pada Minggu, 15 Januari 2023, ada banyak fakta unik angpao yang patut untuk diketahui.
1.Berasal dari Legenda Iblis Sui

Dalam bahasa Mandarin, angpao berasal dari kata hongbao yang berarti hadiah berupa uang yang dimasukkan ke dalam kantong kertas berornamen merah.
Kebiasaan memberikan angpao di Cina ternyata berasal dari beberapa legenda yang berkembang saat Tahun Baru Imlek.
Menurut legenda tersebut, ada iblis bernama Sui yang keluar untuk menakut-nakuti anak-anak saat mereka tidur.
Untuk menjaga anak-anak dari Sui, biasanya orang tua akan menyalakan lilin dan begadang semalaman pada malam Tahun Baru Imlek.
Pada suatu malam Tahun Baru Imlek, ada seorang anak yang diberikan delapan koin untuk dimainkan agar ia tetap terjaga. Anak tersebut membungkus koin-koin itu dengan kertas merah, membuka bungkusan itu, dan membungkusnya kembali sampai ia tidur terlelap.
Kemudian, orang tuanya meletakkan bungkusan berisi delapan koin tersebut di bawah bantal sang anak.
Ketika Sui datang dan mencoba menyentuh kepala sang anak, delapan koin tersebut memancarkan cahaya yang kuat dan berhasil menakuti iblis tersebut.
Ternyata, delapan koin tersebut merupakan delapan peri. Sejak saat itu, pemberian angpao dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keamanan anak-anak saat Tahun Baru Imlek.
2. Makna Pemberian Angpao Imlek
Fakta menarik angpao Imlek selanjutnya berasal dari tujuan pemberian amplop merah ini kepada anak-anak. Pada Tahun Baru Imlek, anak-anak dan cucu-cucu yang masih kecil akan memberikan ucapan selamat pada orang tua berserta kakek dan nenek mereka.
Sebagai balasannya, orang tua akan menghadiahkan mereka angpao yang berisi dengan uang dengan harapan agar mereka beruntung pada tahun baru.
Sebaliknya, orang tua beserta kakek dan nenek juga akan menerima angpao dari anak maupun cucu mereka yang sudah dewasa.
3. Siapa Saja yang Harus Memberikan Angpao Imlek?

Secara tradisional, jika seseorang telah memiliki penghasilan maka hendaknya mulai memberikan angpao saat Tahun Baru Imlek.
Namun, sebagian orang Tionghoa berpendapat bahwa seseorang yang belum menikah tidak perlu mengirimkan angpao pada orang lain.
4. Jumlah Uang yang Diberikan pada Angpao Imlek
Fakta menarik angpao Imlek selanjutnya berasal dari aturan jumlah uang yang harus dimasukkan ke dalam amplop merah.
Dalam aturan orang Tionghoa, biasanya jumlah uang yang berada di dalam angpao bervariasi, tergantung kedekatan antara pemberi dan penerima angpao.
Berikut aturan jumlah uang yang dimasukkan ke dalam angpao:
a. Untuk anak kandung: Berkisar $20 (Rp 302,297) hingga jumlah uang yang ingin diberikan orang tua.
b. Untuk orang tua: Berkisar $100-300 (Rp 1.511.485- 4.534.455)
c. Untuk yang belum berpenghasilan: Berkisar dari $10-30 (Rp 151.148,5- 453.445,5)
d. Kepada anak-anak lain: Berkisar antara $5-10 atau Rp 75.574,25 hingga Rp 151.148,5
e. Kepada karyawan: Berkisar antara $20-200 atau Rp 302.297 hingga 3.022.970.
Itulah fakta menarik angpao Imlek yang kerap ditemukan saat perayaan Tahun Baru Cina. Tidak hanya pada momen tahun baru, ternyata angpao juga dapat ditemukan saat perta pernikahan, perayaan ulang tahun, dan pemakaman orang Tionghoa.****
Baca artikel serupa lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Dyah Ayu
-
Tri Lestari
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026