HARIANE JOGJA – Polisi kembali temukan dua mayat korban dukun pengganda uang di Banjarnegara pada Selasa, 4 April 2023 sore.
Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh tersangka TH (45) terkuak setelah penemuan mayat berinisial PO (53) warga asal Sukabumi, Jawa Barat.
Setelah menggemparkan media sosial dengan temuan 10 korban di area tempat tinggal TH, ditemukan lagi dua korban yang diduga sebagai sepasang suami istri.
TH alias Mbah Slamet merupakan warga Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara. Ia berprofesi sebagai dukun pengganda uang yang memasarkan jasanya melalui Facebook.
Pengungkapan Kasus Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara
Dilansir dari kanal YouTube Divisi Humas Polri, mayat PO ditemukan di jalan setapak menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Sebelum terungkap, PO sempat dilaporkan hilang oleh keluarga pasca pamit mengunjungi rumah tersangka TH untuk menggandakan uang.
Namun setelah ditelusuri, tak hanya PO saja, Polisi dan Tim Sar justru menemukan 9 mayat lain di lokasi yang sama pada Senin, 3 April 2023.
Dilansir dari akun Instagram @polresbanjarnegara, jumlah korban dari TH alias Mbah Slamet, terus bertambah dari yang awalnya 10 menjadi 12 orang.
“Dengan bertambahnya dua korban ini, maka total jasad korban dari dukun pengganda uang ini mencapai 12 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1 korban ditemukan pada awal terbongkarnya kasus pembunuhan, 9 korban pada Senin, 3 April 2023, dan hari ini dua korban lagi ditemukan,” tegas AKBP Hendri Yulianto.
Tersangka Mbah Slamet pun turut dihadirkan Kapolres Banjarnegara saat konferensi pers, ia dihadirikan dan diminta mengingat identitas korban yang telah digali petugas.
Selain meminta TH mengingat identitas korban sesuai titik penggalian, AKBP Hendri Yulianto mengungkapkan akan adanya potensi bertambahnya korban.
“Tolong penyebaran informasi terkait korban ini harus jelas, sebab saat ini banyak bertebaran informasi yang tidak benar terkait jumlah korban yang ditemukan, namun kami masih terus melakukan pengembangan, sebab bisa saja ada korban lain yang belum ditemukan,”ujarnya.
Menurut kepolisian, 9 korban Mbah Slamet telah dikubur kembali setelah proses autopsi, sementara 2 korban yang baru ditemukan langsung dibawa ke RSUD untuk proses identifikasi.
Untuk korban PO sendiri jasadnya sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah asalnya, yakni Sukabumi, Jawa Barat.
Korban dukun pengganda uang di Banjarnegara bertambah 2 orang, diduga sepasang suami istri.
Dari beberapa lubang bekas penguburan jenazah, Mbah Slamet hanya mampu mengingat 2 korban yang baru saja ditemukan.
“Tadi Slamet ditanya lubang ini atas nama siapa, dia lupa, lubang yang lain juga lupa.Tapi yang lokasinya paling atas, yang terakhir ini, dia masih ingat,” tegas Kapolres.
Berdasarkan keterangan tersangka TH, jenazah yang ada di lubang terakhir diduga atas nama Irsad dan sang istri yang tidak diketahui namanya.
Sepasang suami istri yang menjadi korban Mbah Slamet, diduga berasal dari Lampung sebagaimana keterangan tersangka.
“Tapi untuk yang hari ini dia bilang itu atas nama Irsad dan satu lagi perempuan istrinya, namun dia tidak mengenal,”jelas Kapolres.
Meski demikian, kepolisian mengaku belum bisa memastikan kebenaran tersebut karena keterangan tersangka TH yang terkadang berubah.
Terkait hasil autopsi 10 jasad korban, kepolisian mengaku belum menerimanya. Hal ini lantaran hasil autopsi masuk bagian proses penyidikan, dan nantinya akan dijadikan berkas perkara.
“Sehingga kami nanti akan pelajari karena dalam sidang juga akan dibuka juga hasil autopsi,” jelas Kapolres.
Demikian informasi terkait dukun pengganda uang di Banjarnegara yang telah menghabisi belasan orang. **** (Kontributor: Nafi’atunnisa’)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji