Kenali 8 Ciri Stunting pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

HARIANE JOGJA – Setiap orang tua wajib mengetahui ciri stunting pada anak, terutama ketika anak sudah memasuki masa pertumbuhannya.

Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak kuat.

Seorang anak dinyatakan stunting jika memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan tinggi badan rata-rata anak seusianya.

Namun tidak hanya itu, terdapat ciri lain yang wajib diketahui oleh orang tua sebagai bentuk pencegahan.

BACA JUGA:  Tak Hanya Karena Lapar, ini 4 Macam Arti Tangisan Bayi dan Respon Tepat untuk Menanganinya

8 Ciri Stunting pada Anak

Dilansir pada laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat beberapa ciri stunting pada anak yang harus diketahui, yakni sebagai berikut.

1. Pertumbuhan melambat.

Pertumbuhan lambat dapat menjadi gejala awal dari stunting pada anak. Hal ini dapat didiagnosis ketika anak memiliki tinggi badan dalam kisaran normal tetapi kecepatan pertumbuhannya lambat.

2. Wajah tampak lebih muda dari anak-anak seusianya

Istilah baby face ternyata tidak selamanya berdampak positif, karena hal tersebut dapat menandakan stunting pada anak.

3. Pertumbuhan gigi terlambat.

Ketika seorang bayi di usia tertentu normalnya sudah tumbuh gigi namun ada yang lambat pertumbuhan giginya itu bisa jadi pertanda adanya gangguan fisik pada gusi atau tulang rahang sehingga memperlambat pertumbuhannya.

4. Memiliki performa yang buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya.

Kesulitan fokus dapat berdampak buruk pada anak dalam jangka waktu yang tidak sebentar karena gangguan ini dapat menimbulkan dampak buruk pada cara komunikasi anak.

5. Pada usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak melakukan kontak mata dengan orang sekitar.

6. Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun.

Menurunnya berat badan dapat menjadi gejala awal malnutrisi pada anak. Malnutrisi bisa disebabkan oleh kalori yang mudah terbakar, kurang mengonsumsi makanan sehat, menderita penyakit dan metabolisme tubuh yang rendah sehingga tubuh kesulitan menjalankan fungsinya dengan baik

7. Perkembangan tubuh anak terhambat (telat menstruasi pada anak perempuan).

Menstruasi merupakan tanda pubertas yang terjadi pada perempuan. Seringkali terdapat beberapa kasus seorang anak perempuan yang telah menginjak usia remaja dan normalnya telah pubertas tetapi terlambat mengalaminya.

Ini bisa jadi pertanda sang anak mengalami stunting. Maka segera periksakan kondisi anak tersebut pada pelayanan kesehatan terdekat.

8. Mudah terserang penyakit infeksi.

Anak yang mengalami stunting cenderung mudah terserang berbagai penyakit infeksi. Hal ini disebabkan oleh lemahnya dan kurangnya metabolisme pada tubuh anak.

BACA JUGA:  Viral Video TikTok Ibu Diduga Beri Bayinya Kopi Susu, Apakah Bahaya?

Demikian informasi mengenai ciri-ciri stunting pada anak yang wajib diketahui oleh orang tua sebagai upaya pencegahan. **** (Kontributor: Adinda Nuurlatifah)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com