HARIANE JOGJA – Video TikTok ibu diduga beri bayinya kopi sachet tuai banyak kecaman dari netizen.
Video TikTok ibu diduga beri bayinya kopi susu yang di duga berasal dari kota Makassar itu ramai diserbu netizen setelah masuk FYP beberapa hari lalu.
Video TikTok ibu diduga beri bayinya kopi susu sachet ini menjadi begitu viral karena banyak netizen yang mengkhawatirkan kondisi kesehatan si bayi.
Video TikTok Ibu Diduga Beri Bayinya Kopi Susu Tuai Kecaman Netizen
Dalam unggahan video oleh akun TikTok @kayess, terlihat seorang wanita yang sedang menyeduh kopi kemasan kemudian disuapkan kepada sang bayi yang duduk di dekatnya.
“Kemarin2 bayi Bab 10x sehari, alhamdulillah sejak minum Susu, Kopi skrng dia bab 9x sehari,” tulis keterangan dalam video tersbeut.
Dari unggahan di akun TikTok-nya, ternyata bukan hanya kopi susu sachet, ia juga memberikan susu kental manis, nasi goreng, hingga ayam pedas pada bayi tersebut yang masih berusia 7 bulan.
Melalui akun TikTok-nya tersebut, wanita itu menceritakan bahwa dari usia setengah bulan, si bayi minum ASI dibantu susu formula dikarenakan ASI tidak lancar.
Namun, saat usia 4 bulan beralih ke susu kental manis dengan pertimbangan harga yang lebih murah dan mudah di dapatkan di kotanya.
Banyak netizen menyayangkan aksi wanita tersebut dan berusaha menyadarkannya, bahkan ada yang menawarkan bantuan susu hingga meminta izin mengadopsi si bayi.
Di videonya yang lain, seorang netizen menyarankan wanita itu untuk menggadaikan ponselnya agar bisa membeli susu. Namun, tanggapannya justru membuat netizen geram.
“Klo hp sy di gade gmn sy main tiktok,” tulisnya di kolom komentar.
Banyak netizen menduga bahwa video TikTok ibu diduga beri bayinya kopi susu ini sengaja dibuat agar viral.
Namun, hal ini sangat disayangkan oleh netizen karena harus mengorbankan tumbuh kembang dan kesehatan sang bayi.
Kenapa Bayi Tak Boleh Minum Kopi Susu?
Dilansir dari laman hopkinsallchildrens.org, American Academy of Pediatrics melarang konsumsi kafein untuk anak-anak.
Selain kopi, kafein juga terkandung dalam teh (48 mg per 8 ons), soda berkafein (37 mg per 12 ons), cokelat panas (10 mg per 12 ons), dan cokelat (10–30 mg per 1,5 ons), dan berbagai produk energy drinks.
Konsumsi kafein berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti meningkatnya kecemasan, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, refluks asam, serta gangguan tidur. Bagi bayi dan anak-anak, kafein bisa menjadi racun dalam tubuh.
Sementara itu, seperti dilansir dari laman resmi Colombia University Irving Medical Center, dokter anak David Buchholz, MD, menjawab pertanyaan mengenai berapa banyak kafein yang aman untuk anak-anak.
David mengatakan bahwa tidak ada penelitian yang dapat menentukan jumlah kafein yang terbukti aman untuk anak-anak.
Makanan dan minuman yang mengandung kafein akan menimbulkan efek tertentu pada tubuh dan pikiran sehingga dapat mengganggu setiap aspek yang dibutuhkan anak untuk berkembang.
Banyak pihak yang disenggol netizen terkait video TikTok ibu diduga beri bayinya kopi susu, mulai dari akun beberapa dokter anak hingga KPAI. **** (Kontributor: Eni Damayanti)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji