Tak Hanya Karena Lapar, ini 4 Macam Arti Tangisan Bayi dan Respon Tepat untuk Menanganinya

HARIANE JOGJA – Arti tangisan bayi biasanya diidentikkan karena bayi sedang dalam kondisi lapar.

Padahal, arti tangisan bayi lebih bervariasi daripada hanya sekedar lapar. Tangisan tersebut dapat disebabkan karena faktor lain seperti tempat yang tidak nyaman.

Jika jeli, orang tua dapat mengenali arti tangisan bayi yang berbeda-beda tergantung keinginnya.

Banyaknya macam arti tangisan bayi harus dicatat baik-baik sehingga sebagai orang tua, respon yang tepat dapat diberikan.

Lantas, apa saja arti tangisan bayi selain selain karena lapar?

Arti Tangisan Bayi Selain Disebabkan Rasa Lapar

Dokter Spesialis Anak sekaligus content creator parenting, dr. Shela P. Sundawa, dalam Instagram-nya @oxfara, membeberkan beberapa perbedaan dalam tangisan bayi. Berikut ulasannya.

Menangis karena Tidak Nyaman

Saat merasa tidak nyaman, bayi akan menangis dan terdengar seperti ‘heh’. Kondisi ini dipicu oleh reseptor sentuhan bayi.

Biasanya, kondisi ini dapat disebabkan oleh popok yang kotor, kedinginan, kepanasan, atau posisi tidur yang tidak nyaman.

Dalam menangani kondisi ini, orang tua perlu segera mengganti popok. Kenakan atau lepaskan pakaian bayi untuk kemungkinan kepanasan atau kedinginan.

Menangis karena Mengantuk

Arti tangisan bayi selanjutnya dapat disebabkan karena mengantuk. Kondisi ini ditandai dengan perilaku bayi yang awalnya terdiam.

Ketika mengantuk, bayi biasanya akan diam dan menerawang jauh. Ia juga akan menghindari interaksi.

Ciri lainnya adalah bayi akan mengucek mata dan menguap. Jika tidak ditidurkan segera, bayi akan menangis histeris.

Menangis karena Nyeri

Bayi juga sama seperti manusia yang akan menunjukkan respon tertentu saat merasakan nyeri.

Bayi akan menunjukkan jeritan di tangisannya saat merasakan nyeri. Tangisannya akan mendadak bernada tinggi dan tanpa jeda.

Keadaan ini biasanya disertai dengan ekspresi dahi mengkerut dan mata tertutup.

Menangis karena Ingin Sendawa

Bayi baru lahir ada pada posisi berbaring dalam waktu yang lebih lama, sehingga bayi perlu bersendawa tidak hanya selama atau setelah menyusu.

Ketika disendawakan , bayi akan menangis seperti mengatakan ‘eh’. Selain menangis, bayi juga akan menggeliat saat dibaringkan.

Ia juga akan berhenti menyusu di tengah jalan dan mulai rewel.

Jika kondisi ini terjadi, langkah yang dapat dilakukan menurut dr. Shela dalam penjelasannya yang lain adalah:

  1. Baringkan bayi dan usap lembut perutnya
  2. Posisikan bayi duduk dipangkuan dan usap perut atau punggungnya
  3. Goyangkan kaki bayi ke depan dan belakang
  4. Letakkan bayi di pundak dan tepuk ringan bagian punggungnya

Bagaimana Jika Bayi Masih tetap Menangis Lama?

Jika sudah dilakukan cara-cara arti tangisan bayi di atas bayi tetap menangis, bisa jadi ia mengalami kolik.

Kolik merupakan kondisi dimana bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit ditenangkan. Kondisi ini biasa terjadi di siang atau sore hari.

Kolik umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika bayi menginjak umur 3-4 bulan.

Hal yang harus dilakukan ketika bayi mengalami kolik adalah:

  1. Pijat perut bayi dengan lembut
  2. Tetap gendong bayi selama dia menangis
  3. Mandikan dengan air hangat
  4. Gendong bayi dengan gendongan kain atau selimut
  5. Berikan senandung lembut untuk menenangkan bayi

Demikian informasi terkait arti tangisan bayi selain karena lapar yang perlu diketahui. **** (Kontributor: Meilisa Jibrani)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com