HARIANE JOGJA – Prinsip bushido pada samurai masih bisa diterapkan oleh masyarakat modern meski terdengar kuno.
Prinsip bushido pada samurai mengombinasikan sejumlah konsep penting seperti gi (kebajikan), yū (keberanian), jin (kemurahan hati), rei (rasa hormat), makoto (kejujuran), meiyo (kehormatan), dan chūgi (kesetiaan).
Dikenal punya kode moral yang sangat tinggi, prinsip bushido pada samurai bisa jadi pedoman untuk menjalani hidup yang lebih bijak.
Seperti para samurai yang merupakan kesatria berpedang dan merupakan elit militer di masa feodalisme Jepang.
Berikut merupakan tujuh prinsip bushido pada samurai yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dikutip dari kanal YouTube IR Channel ID.
1. Gi (Integritas)

Prinsip bushido yang pertama dan utama adalah gi (義) atau integritas. Seorang samurai hendaknya selalu mengedepankan moralitas, etika, serta kebenaran dalam setiap laku maupun tutur katanya.
Dalam konsep gi, manusia diajarkan untuk dapat memahami bahwa keadilan itu datang dari diri sendiri, alih-alih orang lain. Tak ada tingkatan toleransi bagi samurai karena yang dilihat hanyalah hitam dan putih, kejujuran dan kebohongan.
2. Yū (Keberanian)
Yū (勇) atau keberanian memiliki makna samurai sejati tak sekedar angkat senjata dan maju perang, namun juga berani untuk bangkit di hadapan masyarakat luas.
Hidup dalam ruang persembunyian, terbelakang, dan mengekor pada orang lain bukanlah suatu kehidupan yang sebenarnya.
Meski cukup berisiko, keberanian yang disertai kekuatan dan kecerdasan adalah kunci untuk meraih kebermaknaan hidup seutuhnya.
3. Jin (Kemurahan Hati)
Prinsip bushido pada samurai ketiga yaitu jin (仁) atau kemurahan hati. Memiliki penguasaan atas ilmu pedang maupun bela diri, samurai tak seyogianya berbuat semena-mena terhadap orang lain.
Belas kasihan dan kasih sayang dalam konsep jin mengajarkan manusia untuk memanfaatkan segenap kemampuan yang dimiliki demi kebaikan bersama.
Bilamana kesempatan untuk berbuat baik tak kunjung datang, maka hendaknya seseorang mencipta kesempatan itu sendiri.
4. Rei (Rasa Hormat)

Prinsip samurai selanjutnya adalah rei (礼) atau rasa hormat. Membuktikan kehebatan dengan bersikap sombong atau kejam sejatinya hanyalah mengikis rasa hormat manusia secara perlahan.
Samurai merupakan sosok kesatria yang sopan kepada siapa pun, termasuk lawannya. Hal itu dapat menjadi pelajaran bahwa saat sebuah masalah muncul, kekuatan sejati manusia akan nampak dengan sendirinya tanpa perlu melibatkan ekspresi congkak atau pun kejam.
5. Makoto (Kejujuran)
Makoto (真) atau kejujuran dalam arti ekedar berarti menghindari kebohongan, namun juga sanggup melaksanakan setiap hal yang telah diucapkan.
Apa yang dikatakan adalah apa yang dilakukan, sehingga selayaknya samurai, manusia patut menyelaraskan kedua hal tersebut meski apa dan bagaimana pun resiko menghadang.
Hal ini dapat menjadi pedoman menuju pribadi yang bisa dipercaya.
6. Meiyo (Kehormatan)
Prinsip bushido pada samurai selanjutnya adalah meiyo (名誉) atau kehormatan. Keputusan yang diambil oleh seorang samurai akan merepresentasikan seberapa terhormat ia di mata masyarakat.
Kehormatan bukanlah sesuatu yang pantas dituntut atau diminta dari orang lain, melainkan diberikan pada diri sendiri.
Karena itu, jika ingin dihormati dan dihargai, maka tunjukkan kualitas diri lewat perilaku yang bermoral tinggi.
7. Chūgi (Kesetiaan)

Prinsip samurai yang terakhir yaitu chūgi (忠義) atau kesetiaan. Samurai senantiasa bersikap setia pada pemimpin dan menjadi suri teladan bagi para bawahannya.
Menerima konsekuensi atas segala perbuatan yang dilakukan menjadi tanggung jawab seorang samurai. Hal ini bernilai penting untuk diterapkan tak hanya bagi samurai, namun juga masyarakat secara luas.
Itulah tujuh prinsip bushido pada samurai yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristinia)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026