HARIANE JOGJA – Ciri-ciri burnout penting untuk dikenali agar gejala yang ditimbulkan tidak menyebabkan pengaruh buruk pada kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri burnout awalnya muncul tanpa disadari, namun akan memburuk seiring berjalannya waktu hingga menurunkan kualitas hidup seseorang.
Telah dipaparkan secara ringkas oleh Clarin Hayes melalui kanal Youtube pribadinya mengenai ciri-ciri burnout dan cara mengatasinya.
Lalu apa saja ciri-ciri burnout yang dimaksud?
Sebenarnya burnout bukan termasuk diagnosis klinis penyakit, karena tidak termasuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DMS-5) yang merupakan pegangan psikiater di seluruh dunia.
Namun, menurut WHO dalam klasifikasi International Statistical Classification of Diseases (ICD 11) menyebutkan burnout adalah sindrom atau sekumpulan gejala yang berasal dari tempat kerja yang tidak dikelola dengan baik.
Burnout umumnya terjadi akibat beban kerja yang banyak, terlalu banyak aktivitas ekstrem, lingkungan yang toxic, kurang adanya kontrol dalam kehidupan, dan tidak ada work life balance.
Setiap orang pasti pernah mengalami kelelahan dalam bekerja, namun apakah kelelahan kerja tersebut termasuk burnout syndrome? Berikut ciri-ciri burnout yang dirangkum dari kanal Youtube Clarin Hayes.
Ciri-ciri Burnout yang Perlu Dikenali
1. Kelelahan

Ciri-ciri burnout pertama adalah merasa lelah, baik itu secara fisik, mental, maupun emosional. Selepas beraktivitas seharian terasa banyak energi terkuras dari tubuh, sehingga energi untuk diri sendiri sudah tidak tersisa.
Saking lelahnya sampai muncul gejala fisik, mulai dari sakit kepala, tiba-tiba sering maag, sering buang air besar atau malah sembelit, nafsu makan berubah, hingga pola tidur yang berubah.
2. Mulai Isolasi Diri

Sering merasa kewalahan membuat orang dengan burnout mulai malas bersosialisasi, karena merasa kekurangan waktu untuk diri sendiri.
3. Mudah Marah

Merasa kekurangan waktu untuk diri sendiri memicu orang dengan burnout menjadi emosional dan mudah marah. Melakukan hal-hal ringan, seperti mengantar anak ke sekolah, menyiapkan rapat kerja, atau mengurus rumah mulai menjadi beban.
4. Konsumsi Obat-obatan, Alkohol, atau Makanan

Orang yang mengalami burnout mulai mengonsumsi obat-obatan, alkohol, atau memiliki kebiasaan binge eating untuk mematikan rasa sakit emosional yang dialami.
5. Gampang Sakit

Ketika burnout, orang menjadi mudah terserang penyakit, seperti flu, demam, atau masuk angin, karena badannya sudah tidak kuat menahan beban.
6. Performa Kerja Menurun

Ciri yang satu ini mudah dikenali saat mengalami burnout. Performa kerja menjadi tidak maksimal dan malah menghambat pencapaian target di masa depan.
Burnout syndrome yang didiamkan terlalu lama akan berkembang menjadi depresi klinis secara mental. Depresi tidak boleh disepelekan, karena dapat berujung pada pikiran, percobaan, atau tindakan bunuh diri dan bahkan gangguan kejiwaan lainnya.
Melalui unggahan Youtube pribadinya, Clarin Hayes juga menyampaikan langkah-langkah berikut ini sebagai upaya untuk mengatasi burnout syndrome agar kualitas hidup menjadi lebih baik.
Solusi Mengatasi Burnout Agar Terhindar dari Depresi Klinis
1. Evaluasi Pekerjaan
Lakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan? Ingin lingkungan kerja yang seperti apa? Apakah hal-hal tersebut masih bisa diperbaiki? dan pikirkan juga mengenai harapan, serta solusi yang harus dilakukan.
2. Mencari Dukungan
Setiap orang membutuhkan support, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dukungan emosional dan mental dapat berasal dari siapapun, seperti teman kerja, keluarga, dan orang-orang terdekat yang bisa dipercaya.
3. Coba Aktivitas Mindfulness
Lakukan aktivitas yang membuat rileks, seperti meditasi, yoga, atau apapun yang bisa membantu melepaskan energi negatif.
4. Terapkan Kebiasaan Tidur yang Baik
Jangan pernah menyepelekan The Power of Sleep, karena tubuh membutuhkan tidur secara fisiologis. Ingin sesukses apapun nantinya, apabila kekurangan waktu tidur yang berkualitas, maka akan mudah terserang penyakit.
5. Olahraga
Banyak orang menganggap remeh olahraga, padahal efek yang dihasilkan sangat luar biasa. Dengan berolahraga tubuh dapat mengeluarkan hormon endorfin dan kardiorespirasi menjadi lebih terlatih.
Mulai lakukan kebiasaan ini dengan berolahraga ringan, seperti jogging, kemudian rasakan perbedaanya pada tubuh. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah berolahraga.
7. Konsumsi Makanan yang Seimbang
Tidak jarang saat merasa stres, orang akan mengalami binge eating dengan mengonsumsi makanan tidak sehat yang mendatangkan penyakit lain, seperti kegemukan, obesitas, dan kolesterol tinggi.
8. Minta Bantuan Profesional
Jika sudah tidak mampu mengatasi burnout secara mandiri, maka meminta bantuan profesional dapat menjadi jalan keluar terbaik. Konsultasi dapat dilakukan dengan psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa yang memang ahli dalam bidangnya.
Sembuh dari burnout syndrome memang tidak mudah, namun tidak ada kata terlambat untuk mencoba dan berusaha.
Cegah sebelum terjadi dengan mengenali ciri-ciri burnout dan cara mengatasinya. Jangan pernah menganggap sepele masalah kesehatan mental yang satu ini. **** (Kontributor: Kartika Puspita Dewi)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji