5 Amalan Sunah di Bulan Syawal, Salah Satunya adalah Menikah

HARIANE JOGJA– Sejumlah amalan sunah di bulan Syawal berikut bisa menjadi ladang dalam mengumpulkan pahala.

Mengumpulkan pahala di bulan Syawal ternyata tidak terpaku melalui puasa selama enam hari saja.

Ada sejumlah amalan sunah lain yang sama-sama diajarkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan. Salah satu amalan yang dianjurkan saat bulan Syawal ialah melaksanakan sunah nabi berupa pernikahan.

Bulan Syawal sendiri merupakan bulan yang dijalani umat muslim setelah bulan Ramadhan selesai. Selama bulan Ramadhan segala amal ibadah dijanjikan dengan pahala yang berlipat-lipat.

Tak heran, umat muslim berlomba dalam meraih pundi-pundi pahala sebanyak mungkin di dalamnya.

Meski Ramadhan telah usai, bukan berarti semangat mengejar limpahan pahala di bulan Syawal ikut berakhir. Umat Muslim tetap bisa melaksanakan sejumlah amalan sunah layaknya bulan Ramadhan.

6 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Bisa Dikerjakan

Terdapat enam amalan sunah yang bisa dikerjakan di Bulan Syawal untuk memperoleh pahala.

1. Puasa Syawal Selama 6 Hari

Amalan sunah di bulan Syawal
Salah satu amalan sunah di bulan Syawal ialah puasa 6 hari. (Foto:Pexels/ Vegan Lifts)

Amalan sunah di bulan Syawal yang pertama ialah puasa selama 6 hari.

Melansir dari laman NU Lampung, puasa 6 hari di bulan Syawal memiliki pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun.

Pahala tersebut akan diperoleh seiring dengan sempurnanya ibadah puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW berikut.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun (HR Muslim).

Dengan mengetahui keutamaan puasa Syawal, tentu seorang muslim bisa semakin bersemangat dalam meraih pahala. Untuk pelaksanaannya sendiri, umat muslim bisa memulai puasa dari tanggal 2 Syawal.

Tak perlu cemas, karena puasa Syawal tak harus dilakukan secara berurutan. Seorang muslim bisa menjalankannya kapan pun setelah tanggal 2 sepanjang bulan Syawal.

2. Bersilaturahmi

Amalan sunah di bulan Syawal
Silaturahmi merupakan salah satu sunah yang baik dilakukan di bulan Syawal.(Foto:Pexels/PNW Production)g

Amalan sunah di bulan Syawal selanjutnya ialah menjalin silaturahmi.

Melansir dari laman PAI UMY, bersilaturahmi merupakan amalan yang baik dilakukan selama maupun setelah bulan Syawal. Momen paling populer untuk melakukan silaturahmi biasanya selepas salat Idul Fitri.

Silaturahmi bisa dilakukan dengan mengunjungi sanak saudara sembari bermaaf-maafkan. Adapun keutamaan dari silaturahmi ialah menjadi wasilah penambah rezeki dan bisa mempelajari umur.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، أخرجه البخاري.

Artinya:“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya (dengan kerabat).”(HR. Bukhari).

3. Menjaga dan Meningkatkan Ibadah Sunah

Amalan sunah di bulan Syawal selanjutnya ialah menjaga dan senantiasa meningkatkan ibadah sunah.

Setelah terbiasa menjalankan ibadah tarawih saat Ramadhan, alangkah baiknya umat islam senantiasa menjaga amalan tersebut dalam bentuk shalat tahajud.

Melansir dari laman PAI UMY, shalat tahajud yang bisa dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir ini bisa menjadi penyempurna ibadah.

4. Bersedekah

Amalan sunah yang bisa dikerjakan di bulan Syawal selanjutnya ialah berbagi harta atau bersedekah.

Melansir dari laman NU Online, sedekah merupakan bentuk rasa syukur seorang hamba kepada penciptanya. Manfaat sedekah salah satunya menghapuskan kesalahan seorang hamba.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 271 berikut.

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۚ  وَاِ نْ تُخْفُوْهَا وَ تُؤْتُوْهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ  وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ  وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: “Jika kalian menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik; dan jika kalian menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagi kalian; Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah Maha Mengetahui pada apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah: 271).

Selain menghapuskan kesalahan seorang hamba, sedekah di bulan Syawal rupanya memiliki tiga keutamaan.

Hal ini sebagaimana dipaparkan oleh hadist Rasulullah SAW.

اَلصَّدَقَةُ عَلَى المِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ. (رواه النسائي والترمذي)

Artinya: “Sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, dan sedekah kepada kerabat bernilai dua sedekah, yaitu pahala sedekah dan pahala silaturrahim.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi).

Untuk mendapatkan pahala berlimpah di bulan Syawal, seorang muslim bisa bersilaturahmi sekaligus bersedekah.

Sedekah tersebut bisa dalam bentuk angpau untuk keponakan, atau bisa membawa sejumlah makanan untuk kerabat.

5. Menikah

Amalan sunah di bulan Syawal
Menikah merupakan salah satu sunah Rasulullah SAW yang dilaksanakan di bulan Syawal. (Foto:Pexels/Ali Salah)

Amalan sunah untuk dikerjakan di bulan Syawal yang terakhir ialah menikah. Dilansir dari laman NU Online, masyarakat Jahiliyah dulunya menghindari bulan Syawal untuk menikah.

Menyikapi fenomena tersebut, Rasulullah SAW justru memberi teladan untuk menikah di bulan Syawal. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh sebuah hadist riwayat Muslim.

عن عائشة رضي الله عنها قالت تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى قال

Sayyidah ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?” (HR Muslim).

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau lebih dikenal Imam Nawawi menjelaslan dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim.

Penjelasan tersebut memaparkan bahwa sayyidah Aisyah sengaja mengatakan hal tersebut untuk membantah keyakinan masyarakat Jahiliyah.

Keyakinan yang menganggap bulan Syawal merupakan bulan sial dan sejenisnya merupakan sesuatu yang tidak benar. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa menikah di bulan Syawal sama sekali tidak mendatangkan kesialan.

Demikian 5 amalan sunah di bulan Syawal yang bisa dilakukan umat muslim untuk menambah pahala.****

 

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com