3 Tanda Awal Diabetes Usia Muda, Nomor 1 Jarang Diketahui Tapi Sering Dialami

HARIANE JOGJA – Tanda awal diabetes usia muda sering kali dianggap remeh, padahal akibat yang ditimbulkan justru lebih berbahaya.

Tanda – tanda awal diabetes usia muda akan mengalami durasi sakit yang lebih lama dibandingkan orang berusia 50 tahun ke atas.

Ada tiga tanda awal diabetes usia muda yang harus ditangani sejak dini secara terkontrol karena penyakit ini hampir tidak bisa disembuhkan.

Lalu, apa saja tanda – tanda awal diabetes usia muda ?

BACA JUGA:  5 Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Pemiliknya, Nomor 4 Banyak yang Belum Tahu

Diabetes di usia muda memiliki durasi penyakit yang lebih lama dan kondisi tubuh akan memburuk dengan lebih cepat.

Selain itu, gejala diabetes pada orang muda dapat mempercepat kerusakan sel-sel pankreas yang merupakan pabrik hormon insulin.

Kebanyakan usia muda sering menyepelekan dan tidak sadar dengan tanda-tanda diabetes sehingga komplikasi lanjutan sulit untuk dihindari.

Bagi anak muda yang gemar mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau teh dalam kemasan, serta jarang berolahraga wajib melakukan cek kondisi tubuh terkait diabetes.

Berikut tanda awal diabetes di usia muda yang dipaparkan oleh dr. Alexandra Clarin Hayes melalui unggahan Youtube pribadi miliknya.

BACA JUGA:  Cara Cek Kondisi Mesin dari Warna Busi, Segera ke Bengkel Jika Ada Tanda Ini

Tanda-tanda Awal Diabetes Usia Muda yang Harus Diwaspadai

1. Polifagi (Banyak Makan)

tanda awal diabetes usia muda
Sering merasa lapar dan banyak makan. (Ilustrasi: Freepik/freepik)

Keadaan tersebut membuat seseorang mudah merasa lapar sehingga konsumsi makan juga semakin banyak.

Hal tersebut disebabkan adanya kekurangan insulin yang membuat gula dalam darah tidak dapat digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh.

Meskipun kadar gula tinggi dalam darah, sel-sel tubuh tetap tidak dapat memakainya sehingga otak mengirim sinyal bahwa tubuh merasa lapar.

Orang dengan diabetes awalnya menggemuk karena makan banyak, namun kelamaan akan mengurus karena apa yang dimakan tidak dapat diserap tubuh.

2. Poliuri (Sering Buang Air Kecil)

tanda awal diabetes usia muda
Berkali-kali buang air kecil dalam sehari. (Ilustrasi: Freepik/benzoix)

Tingginya gula dalam darah akibat polifagi (banyak makan) membuat tubuh berusaha mengeluarkannya melalui air seni atau urin.

Namun, saking tingginya gula darah membuat aktivitas buang air kecil dapat terjadi hingga berkali-kali dalam sehari.

BACA JUGA:  5 Cara Mudah Kurangi Risiko Diabetes, Lakukan Secara Teratur untuk Kesehatan Tubuh Lebih Optimal!

3. Polidipsi (Banyak Minum)

tanda-tanda awal diabetes usia muda
Sering merasa haus dan banyak minum. (Ilustrasi: Freepik/azerbaijan_stockers)

Sering buang air kecil membuat tubuh dehidrasi karena kekurangan banyak cairan. Oleh karena itu, penderita diabetes kerap merasa haus dan ingin minum terus menerus.

Tidak semua orang dengan tiga tanda tersebut menderita diabetes. Namun, perlu waspada jika tanda-tanda tersebut dialami seseorang dengan faktor resiko berikut.

– Kelebihan berat badan atau obesitas

– Gaya hidup yang kurang sehat (merokok, minum alkohol, makan fast food)

– Punya riwayat diabetes dalam keluarga

– Saat hamil Ibu mengidap diabetes gestasional

– Bukti laboratorium gula darah, kolesterol, profil lipid ada yang tinggi

– Orang muda dengan diabetes harus menjaga pola makan, gaya hidup, dan rutin konsumsi obat khusus dengan jangka waktu lebih lama, bahkan seumur hidup.

BACA JUGA:  Ngakak! 4 Kejadian Lucu Peresmian Underpass Dewi Sartika, Ada Baliho Self Love Sampai Sandal Putus

Perlu diingat penyakit diabetes hampir tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikontrol agar kondisi tubuh tetap stabil.

Jika mengalami ketiga tanda dan juga memiliki faktor risiko, sebaiknya konsultasikan ke dokter terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Diabetes di usia muda yang terlambat ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti serangan jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan.

Oleh karena itu, jangan sepelekan tiga tanda awal diabetes usia muda, karena lebih baik mencegah daripada mengobati. **** (Kontributor: Kartika Puspita Dewi)

 

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com