HARIANE JOGJA – Tanda awal diabetes usia muda sering kali dianggap remeh, padahal akibat yang ditimbulkan justru lebih berbahaya.
Tanda – tanda awal diabetes usia muda akan mengalami durasi sakit yang lebih lama dibandingkan orang berusia 50 tahun ke atas.
Ada tiga tanda awal diabetes usia muda yang harus ditangani sejak dini secara terkontrol karena penyakit ini hampir tidak bisa disembuhkan.
Lalu, apa saja tanda – tanda awal diabetes usia muda ?
Diabetes di usia muda memiliki durasi penyakit yang lebih lama dan kondisi tubuh akan memburuk dengan lebih cepat.
Selain itu, gejala diabetes pada orang muda dapat mempercepat kerusakan sel-sel pankreas yang merupakan pabrik hormon insulin.
Kebanyakan usia muda sering menyepelekan dan tidak sadar dengan tanda-tanda diabetes sehingga komplikasi lanjutan sulit untuk dihindari.
Bagi anak muda yang gemar mengonsumsi minuman manis, seperti soda atau teh dalam kemasan, serta jarang berolahraga wajib melakukan cek kondisi tubuh terkait diabetes.
Berikut tanda awal diabetes di usia muda yang dipaparkan oleh dr. Alexandra Clarin Hayes melalui unggahan Youtube pribadi miliknya.
Tanda-tanda Awal Diabetes Usia Muda yang Harus Diwaspadai
1. Polifagi (Banyak Makan)

Keadaan tersebut membuat seseorang mudah merasa lapar sehingga konsumsi makan juga semakin banyak.
Hal tersebut disebabkan adanya kekurangan insulin yang membuat gula dalam darah tidak dapat digunakan sebagai sumber energi oleh tubuh.
Meskipun kadar gula tinggi dalam darah, sel-sel tubuh tetap tidak dapat memakainya sehingga otak mengirim sinyal bahwa tubuh merasa lapar.
Orang dengan diabetes awalnya menggemuk karena makan banyak, namun kelamaan akan mengurus karena apa yang dimakan tidak dapat diserap tubuh.
2. Poliuri (Sering Buang Air Kecil)

Tingginya gula dalam darah akibat polifagi (banyak makan) membuat tubuh berusaha mengeluarkannya melalui air seni atau urin.
Namun, saking tingginya gula darah membuat aktivitas buang air kecil dapat terjadi hingga berkali-kali dalam sehari.
3. Polidipsi (Banyak Minum)

Sering buang air kecil membuat tubuh dehidrasi karena kekurangan banyak cairan. Oleh karena itu, penderita diabetes kerap merasa haus dan ingin minum terus menerus.
Tidak semua orang dengan tiga tanda tersebut menderita diabetes. Namun, perlu waspada jika tanda-tanda tersebut dialami seseorang dengan faktor resiko berikut.
– Kelebihan berat badan atau obesitas
– Gaya hidup yang kurang sehat (merokok, minum alkohol, makan fast food)
– Punya riwayat diabetes dalam keluarga
– Saat hamil Ibu mengidap diabetes gestasional
– Bukti laboratorium gula darah, kolesterol, profil lipid ada yang tinggi
– Orang muda dengan diabetes harus menjaga pola makan, gaya hidup, dan rutin konsumsi obat khusus dengan jangka waktu lebih lama, bahkan seumur hidup.
Perlu diingat penyakit diabetes hampir tidak bisa disembuhkan dan hanya dapat dikontrol agar kondisi tubuh tetap stabil.
Jika mengalami ketiga tanda dan juga memiliki faktor risiko, sebaiknya konsultasikan ke dokter terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Diabetes di usia muda yang terlambat ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, seperti serangan jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan.
Oleh karena itu, jangan sepelekan tiga tanda awal diabetes usia muda, karena lebih baik mencegah daripada mengobati. **** (Kontributor: Kartika Puspita Dewi)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Zakie Hakim
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji