HARIANE JOGJA – Tanggal 17 Februari tanggal lahir siapa? Ternyata terdapat sosok ulama, filsuf, sekaligus sastrawan kebangsaan Indonesia yang akrab disapa dengan sebutan Buya Hamka.
Sejak kelahirannya pada tanggal 17 Februari 1908 hingga 24 Juli 1981, Buya Hamka telah melakoni beragam karir dan melahirkan sederet karya besar yang masih banyak digunakan sampai saat ini.
Hal tersebut membuat tanggal 17 Februari menjadi suatu momentum yang penting untuk diketahui oleh masyarakat agar dapat mengingat jasa-jasa Buya Hamka dalam membangun kemajuan bagi peradaban serta meneladaninya dalam kehidupan.
Setelah tahu bahwa tanggal 17 Februari merupakan kelahiran Buya Hamka, ada baiknya untuk memahami profil dari tokoh satu ini.
Dilansir dari penelitian berjudul Konsep Pariwisata dalam Al-Quran (Studi Tematik Kitab Tafsir Hamka) yang diunggah di laman perpustakaan UIN SMH Banten, Buya Hamka memiliki nama asli Haji Abdul Malik Karim Amrullah.
Buya Hamka lahir pada hari Minggu, tanggal 17 Februari 1908 M/ 13 Muharram 1326 H di Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat. Ayahnya bernama Haji Abdul Karim Amrullah, sedangkan ibunya adalah Siti Shafiyah Tanjung binti Haji Zakaria.
Hamka hanya menempuh pendidikan formal dasar sampai kelas dua, kemudian mulai mendalami bahasa Arab dan agama sejak berusia 10 tahun di Sumatra Thawalib Padang Panjang milik ayahnya.
Sejak kecil, intelektualis Minangkabau satu ini rajin mempelajari berbagai bidang keilmuan dalam lingkup Islam atau pun Barat, seperti sastra, sosiologi, filsafat, sejarah, hingga politik secara otodidak.
Dengan kemampuan bahasa Arab yang mumpuni, Hamka mampu menelaah karya pujangga besar serta ulama Timur Tengah, seperti Abbas al-Aqqad, Hussain Haikal, Jurji Zaidan, dan masih banyak lagi.
Selain itu juga mempelajari sejumlah karya sarjana kenamaan Inggris, Jerman, dan Prancis, yaitu William James, Arnold Toynbee, Albert Camus, Sigmund Freud, Pierre Loti, Karl Marx, hingga Jean Paul Sartre.
Buya Hamka menjadi salah seorang tokoh pelopor Minangkabau yang berupaya menggugah animo umat sekaligus mujadid berkarakter. Hal ini karena sebagai intelektualis produk pendidikan konvensional, Hamka tetap memiliki perspektif modern.
Sepak Terjang Karir dan Sederet Karya Buya Hamka
Dilansir dari penelitian berjudul Kontribusi Tafsir Al-Azhar terhadap Nilai-Nilai Pendidikan dalam Surah Al-Isra Ayat 22-39 yang diunggah di laman perpustakaan UIN Sumatera Utara, berikut sepak terjang karir Buya Hamka semasa hidup.
1. 1927: Guru agama di Padang Panjang dan Perkebunan Medan
2. 1934-1935: Pendiri Tabligh School (yang kemudian diganti namanya menjadi Kulliyyatul Muballighin)
3. 1947: Ketua Barisan Pertahanan Nasional Indonesia
1955: Orator utama dalam Pilihan Raya Umum
4. Koresponden beragam majalah, seperti Seruan Islam (Tanjung Pura), Pemandangan dan Harian Merdeka (Jakarta), Pelita Andalas (Medan), serta Bintang Islam dan Suara Muhammadiyah (Yogyakarta)
5. 1930: Pembicara dalam kongres Muhammadiyah ke-19 di Bukittinggi
1931: Pembicara dalam kongres Muhammadiyah ke-20
6. 1934: -Anggota tetap Majelis Konsul Muhammadiyah di Sumatra Tengah
- Pendiri majalah al-Mahdi (Makassar)
7. 1936: Pimpinan majalah Pedoman Masyarakat (Medan)
8. 1944: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau Syu Sangi Kai pada masa pendudukan Jepang
9. 1949: Ketua konsul Muhammadiyah Sumatera Timur
10. 1959: Pendiri majalah Panji Masyarakat
11. Berbagai karir lain dalam bidang akademis, keagamaan, et al.
Sedangkan untuk sederet karya dari Buya Hamka adalah, sebagai berikut:
1. 1926: Si Sabariyah
2. 1936: Di Bawah Lindungan Ka’bah
3. 1983: -Tasawuf Modern
- Lembaga Budi
4. 1950: Falsafah Hidup
5. 1952: Pelajaran Agama Islam
6. 1958: Ayahku; Riwayat Hidup Dr. Haji Amarullah dan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera
7. 1962: Lembaga Hidup
8. 1977: Merantau ke Deli
9. Tafsir Al-Azhar Juz 1-30
10. 1979: – Kenang-kenangan Hidup Jilid I-IV
- Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
11. 1984: Islam dan Adat Minangkabau
12. 1975: Sejarah Umat Islam Jilid I-IV
13. 1976: Studi Islam
14. 1973: Kedudukan Perempuan dalam Islam
Selain itu, masih banyak lagi karya berupa artikel lepas maupun buku yang memuat sejumlah revolusi pemikiran dari Buya Hamka.
Itulah beberapa penjelasan mengenai tanggal 17 Februari yang memperingati hari lahirnya Buya Hamka. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristina)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji