HARIANEJOGJA – Tips aman bermain kembang api merupakan informasi yang wajib diketahui sebelum merayakan sesuatu dengan menggunakan bahan yang cukup berbahaya ini.
Tips aman bermain kembang api berikut menjadi penting diketahui untuk menghindari kecelakaan yang bisa berakibat fatal.
Pentingnya tips aman bermain kembang api untuk dipahami karena potensi bahaya dari kembang api itu sendiri yang terbuat dari bahan peledak.
Contoh paling baru adalah cedera parah yang dialami oleh Wakil Bupati Kaur Herlian Muchrim di Bengkulu pada malam tahun baru 2023 lalu.
Untuk menghindari bahaya tersebut, berikut 10 tips aman bermain kembang api, dilansir dari RoSPA.
1. Perencanaan
Perencanaan merupakan tahap awal yang krusial dalam perayaan pesta atau acara apapun, terutama jika ingin bermain kembang api.
Pastikan tempat dinyalakannya kembang api nanti tidak berada dalam ruangan tertutup, memiliki area yang lapang, dan tidak dekat dengan benda – benda yang mudah terbakar.
Persiapkan juga alat pemadam api, atau metode pemadaman lainnya yang tersedia sebagai antisipasi hal – hal tidak terduga.
Terakhir, pastikan nomor darurat telah tersimpan dan siap dihubungi jika dibutuhkan.
2. Pengawasan Orang Dewasa

Kembang api merupakan benda yang memiliki potensi bahaya sehingga pengawasan orang dewasa wajib ada.
Jangan biarkan anak kecil bermain kembang api tanpa pengawasan orang tua, karena anak kecil belum paham mengenai bahaya kembang api.
3. Pastikan Jenis Kembang Api
Kembang api memiliki beberapa jenis, namun secara umum terbagi menjadi jenis yang meledak dan tidak.
Pastikan sudah mengetahui dengan jelas jenis kembang api sebelum membeli dan menyalakannya.
Kembang api juga kadang tersedia dengan bungkusan berwarna cokelat polos. Hindari jenis ini karena ini merupakan kembang api yang khusus digunakan oleh profesional yang disebut pyrotechnician.
Pastikan kembang api yang kita miliki memiliki petunjuk penggunaan yang jelas dan bisa dipahami.
4. Baca Petunjuk Penggunaan
Petunjuk penggunaan harus dibaca terlebih dahulu sebelum menyalakan kembang api, karena di dalamnya tertera informasi penting terkait kembang api tersebut.
Dalam petunjuk penggunaan akan tertera batasan umur penggunaan kembang api, bagaimana cara menyalakan, mengarahkan, dan membuang kembang api tersebut.
5. Nyalakan Sejauh Mungkin
Kembang api biasanya memiliki sumbu yang akan memberi cukup waktu bagi pengguna untuk menjauh ke jarak aman.
Tetapi sebagai salah satu tips aman bermain kembang api, akan lebih baik jika penyalaan kembang api dilakukan dari jarak sejauh mungkin, misalnya dengan menggunakan pemantik kompor gas.
Pada kasus Wakil Bupati Kaur, insiden terjadi karena Herlian Muchrim memegang kembang api yang sedang menyala. Hal ini berbahaya dilakukan, karena potensi cedera sangat tinggi jika terjadi cacat pada kembang api.
6. Jauhkan Sumber Api

Dalam perayaan tahun baru seringkali diikuti dengan menyalakan api unggun dan membakar makanan di atasnya.
Pastikan sumber – sumber api ini dijauhkan dari kembang api karena dapat berpotensi menghasilkan percikan api yang dapat menyulut kembang api secara tak terduga.
7. Jangan Dekati Kembang Api yang Gagal Menyala
Kadang kembang api yang telah dinyalakan sumbunya tidak menyala sebagaimana mestinya. Jika hal ini terjadi jangan dekati kembang api tersebut.
Tunggu beberapa saat hingga kembang api yakin sudah mati, lalu kubur dengan pasir. Buang kembang api tersebut keesokan harinya.
Jangan mencoba menyalakan kembang api yang gagal menyala, karena sumbu yang memberi waktu menjauh sudah tidak ada dan kembang api berpotensi menyala saat itu juga.
8. Jangan Taruh Kembang Api di Dalam Kantong
Pastikan kembang api selalu ada dalam bungkusan yang terlihat jelas. Jangan memasukkan kembang api dalam kantong berisi kembang api lainnya atau benda yang mudah terbakar.
Selain berpotensi merusak kembang api, hal tersebut juga dapat berpotensi menyulut kembang api pada saat yang tidak diinginkan.
9. Arahkan Roket Menjauh dari Penonton

Untuk kembang api berjenis roket, terbang, yang melontarkan sesuatu, pastikan arah terbangnya menjauh dari penonton. Pastikan juga arah angin tidak kencang dan mengarah ke penonton.
Karena pada dasarnya kembang api tidak bisa benar – benar dikontrol arah terbangnya, maka segala pertimbangan harus dilakukan sebelum menyalakan kembang api dengan jenis tersebut.
10. Pastikan Seluruh Api Padam Sebelum Meninggalkan Lokasi
Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh sumber api wajib dipastikan telah mati.
Tidak hanya dari kembang api, tetapi juga dari api unggun, rokok, dan sumber api lainnya demi mencegah terjadinya kebakaran.
Itu dia tips aman bermain kembang api, agar kasus yang menimpa Wakil Bupati Kaur tidak terjadi lagi. ****
(Kontributor: Putra Ramadhan)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026