HARIANE JOGJA – Sholat Tarawih berapa rakaat seringkali jadi kebingungan bagi umat muslim karena ada banyak perbedaan pendapat dari ulama.
Jumlah rakaat sholat Tarawih bisa berbeda-beda antara satu masjid dengan masjid lainnya, bahkan ada yang sampai dikerjakan hingga dini hari.
Pada umumnya tidak ada perbedaan antara banyaknya rakaat sholat Tarawih di rumah maupun di masjid. Ibadah ini bahkan bisa dilakukan secara sendiri atau tidak berjamaah.
Di Indonesia, umumnya ada sebagian kelompok muslim yang melaksanakan sholat tarawih sebanyak 8 rakaat, sedangkan sebagian lainnya sebanyak 20 rakaat, dan variasi–variasi lainnya.
Agar tidak terus menimbulkan pertanyaan, berikut artikel mengenai sholat tarawih yang benar berapa rakaat.
Masing–masing Memiliki Dalil yang Sah Soal Sholat Tarawih Berapa Rakaat

Perbedaan merupakan hal yang wajar terjadi di masyarakat. Tidak hanya mengenai aspek sosial, bahkan dalam soal agama pun dapat terdapat perbedaan.
Meski begitu, selama perbedaan yang terjadi memiliki dalil yang sah maka sesungguhnya perbedaan tersebut tidak menimbulkan perpecahan, melainkan salah satu dorongan untuk bertoleransi.
Perbedaan dalam beragama, khususnya dalam Islam, yang cukup sering ditemui selama Bulan Ramadhan adalah perbedaan dalam rakaat sholat Tarawih.
Praktik sholat tarawih sering menjadi perdebatan yang tidak kunjung selesai, bahkan sudah sampai pada tingkat klaim bahwa sholat tarawih 20 rakaat adalah bid’ah dengan alasan sholat tarawih dengan jumlah rakaat 8 sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
Perbedaan tersebut diangkat oleh banyak penceramah yang membahas mengenai tata cara pelaksanaan sholat Tarawih menurut kepercayaan mereka, tanpa memberitahu pandangan kelompok lainnya.
Para ulama memang dari zaman dahulu sudah berbeda pendapat dalam tata cara dan jumlah sholat tarawih. Ada yang mengatakan 8 rakaat dan ada juga yang mengatakan 20 rakaat.
Dilansir dari laman NU Online, kedua kelompok tersebut sama-sama mempunyai alasan dan landasan dalil yang kuat.
Kelompok pertama berpendapat bahwa jumlah rakaat sholat tarawih adalah 8 berlandaskan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Salamah:
“‘Bagaimana sholat Nabi Muhammad di bulan Ramadhan?’ Aisyah menjawab’Beliau tak menambah pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat: sholat empat rakaat, yang betapa bagus dan lama, lantas sholat tempat rakaat, kemudian tiga rakaat’. Aku pun pernah bertanya ‘Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum menunaikan sholat witir?’ Beliau menjawab ‘Mataku tidur, tapi hatiku tidak‘”. (Shahih al-Bukhari, juz: 7, hal: 134, no: 1874).
Kelompok kedua memiliki jawaban berbeda terkait pertanyaan jumlah rakaat sholat Tarawih.
Mereka berpendapat bahwa jumlah sholat tarawih adalah 20 rakaat berlandaskan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Yazid bin Khushoifah dari al-Saib bin Yazid:
“Para Sahabat di masa Umar bin khattab r.a. melakukan qiyamullail (beribadah di tengah malam) di bulan Ramadlan 20 rakaat dengan membaca 200 ayat, sedangkan pada masa Utsman r.a. mereka bersandar pada tongkat karena lamanya berdiri”. HR. Al Baihaqi (2/496), dan dinilai sahih Imam Nawawi dalam kitab Majmu, Imam Zaila’i dalam kitab Nasb al-Rayah, dan mayoritas ulama (Nuruddin Iter, I’lam al-Anam Syarh Bulugh al-Maram: juz: 1, hal: 79).
Bahkan ada dalil lain yang mungkin tidak populer di Indonesia mengenai pelaksanaan sholat Tarawih.
Ahli Madinah (penduduk Madinah) melakukan sholat Tarawih dengan 36 rakaat, seperti yang dijelaskan oleh As-Sayyid Muhammad As-Syathiri dalam Syarah Yaqut-nya sebagai berikut:
“Paling sedikitnya rakaat Tarawih 2 rakaat, sedangkan yang paling sempurna 20 rakaat. Dan Imam Malik berkata: 36 rakaat dan itulah yang dilakukan Ahli Madinah, ulama’ Malikiyyah mengatakan: Ahli Madinah berkehendak menyamakan ibadahnya dengan Ahli Makkah, sebab Ahli Makkah melakkukan thawaf tujuh kali putaran di antara dua tarwihan (dua istirahatan), kemudian Ahli Madinah menjadikan posisi setiap tujuh kali putaran dengan melakukan sholat 4 rakaat”. (Muhammad As-Syathiri, Syarah Al-Yaqut An-Nafis, hal. 194).
Sehingga, pada dasarnya sholat tarawih tidak dibatasi oleh Rasulullah SAW.
Sehingga kurang tepat jika langsung menyalahkan atau memahami sebuah hadits lalu menganggapnya sebagai satu – satunya dasar sholat Tarawih Rasulullah.

Dosen IAIN Palangkaraya, Dr. Hj. Muslimah, M.Pd.I, menyebutkan dalam artikel di situs IAIN Palangkaraya mengenai bagaimana umat muslim seharusnya menanggapi perbedaan ini.
“Permasalahan rakaat shalat tarawih ini termasuk khilafiah (perpebadaan pendapat dalam menentukan hukum),” ujar beliau dalam artikel tersebut.
Sehingga hendaknya kaum muslim tidak mempermasalahkan ketika ditemui di negara-negara Islam sekarang ini lebih banyak didapati melakanakan shalat tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat, karena semuanya memiliki dasar yang kuat.
Dengan demikian kesimpulannya soal rakaat sholat Tarawih di rumah maupun masjid boleh dikerjakan 8 atau 20 rakaat asal sesuai dengan ketentuannya.
Sekian artikel mengenai sholat Tarawih berapa rakaat yang benar, beserta penjelasan dan dalil yang mendukung masing–masing pelaksanaannya. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)
Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji