HARIANE JOGJA – Dalam menyambut peringatan puncak Harlah Nahdlatul Ulama 2023, jajaran PBNU merilis sebuah syair mars Satu Abad NU berjudul Merawat Jagat Membangun Peradaban.
Tidak tanggung-tanggung, syair mars Satu Abad NU ini ditulis langsung oleh KH. Ahmad Mustofa Bisri selaku Mustasyar yang kerap disapa dengan nama Gus Mus.
Syair mars Satu abad NU ini juga diaransemen oleh seorang musikus kenamaan Indonesia, H. Tohpati Ario Hutomo yang menjadi Pimpinan Czech Symphony Orchestra.
Syair Mars Satu Abad NU dalam Memperingati Puncak Harlah Nahdlatul Ulama 2023
Dikutip dari laman NU Online, berikut syair lengkap mars 1 abad NU:
Subhãnallãh, Allãhu Akbar
Maha Suci Allah, Maha Besar
Khidmah Jam’iyah Nahdlatul Ulama
Telah mencapai seabad lamanya
Sudah seabad sejak kebangkitan umat
Ulama bersama pengikut-pengikutnya
Istiqamah dan setia
Jaga akidah dan sunnah RasulNya
Alhamdulillah, segala puji baginya
Ulama bersama pengikut-pengikutnya
Istiqamah dan setia
Menjaga agama, nusa dan bangsa
Mari kuatkan niat kita
Kita bulatkan tekad kita
Terus lanjutkan amal kita
Mengembangkan khidmah kita
Menebar kasih sayang semesta
Membangun peradaban baru yang mulia
Tuk kedamaian dan bahagia bersama
Dalam ridha Allah Tuhan yang Maha Esa
Makna Syair Mars Nahdlatul Ulama Ciptaan Gus Mus dalam Memperingati Puncak 1 Abad NU
Dilansir dari kanal YouTube Swara NU, Gus Mus sengaja mengawali syair mars dengan kata subhanallah dan allahu akbar untuk menunjukkan ungkapan hati terhadap segala hal yang telah dicapai oleh Nahdlatul Ulama selama 1 abad.
Kata alhamdulillah di pertengahan syair berarti ucapan syukur sebab segala pencapaian NU tak pernah terlepas dari kehendak Allah SWT, meliputi suka maupun dukanya.
Bait kedua dan ketiga merepresentasikan NU yang tak hanya senantiasa istiqamah dan setia dalam menjaga akidah serta sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga pada agama, nusa, hingga bangsa.
Gus Mus menyebutkan bahwa penerapan agama yang dimaksud di sini bukan sekadar perkara tauhid atau fiqih, namun menyangkut pula ajaran-ajaran kemasyarakatan dari Nabi Muhammad SAW.
Lanjut pada bait keempat, Gus Mus berupaya mengajak masyarakat agar senantiasa membulatkan tekad demi melanjutkan amalan baik, khususnya dalam hal kemanusiaan dan keorganisasian.
Selain itu juga dijabarkan jika khidmah NU selalu berkembang dari tahun ke tahun sebagaimana lambang Nahdlatul Ulama yang kerap digunakan dalam setiap acara organisasi.
“Khidmah kita sudah lumayan, tapi masih perlu dikembangkan karena masih banyak pihak-pihak yang memerlukan khidmah dari Nahdlatul Ulama,” ucap Gus Mus.
Kemudian baris pertama pada bait terakhir ditujukan untuk mengatasi kesalahpahaman orang terhadap agama yang cenderung menampilkannya dengan ekspresi di luar koridor islam rahmatan lil alamin, agama penuh kasih sayang.
Hal ini tentu akan sulit terwujud apabila NU tidak menjadi suri tauladan yang baik seperti tuntunan dari Rasulullah SAW, termasuk ajaran kasih sayang dan amal ma’ruf nahi mungkar.
Pada bait terakhir, utamanya baris kedua hingga keempat, Gus Mus mengatakan bahwa dalam setiap perbuatan hendaknya selalu meminta perlindungan dari Allah SWT agar mendapat barokah hidup.
Itulah beberapa penjelasan mengenai makna syair mars Satu Abad NU ciptaan Gus Mus dalam memperingati puncak Harlah Nahdlatul Ulama. **** (Kontributor: Irena Dyah Kristina)
Baca artikel menarik lainnya di hariane.com


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
Mahasiswa di Banguntapan Bantul Ditangkap Polisi karena Pencurian Sepatu dan Tabung Gas Elpiji