Perbedaan Sasis Monokok Vs Ladder Frame, Mana yang Lebih Bagus?

HARIANE JOGJA – Perbedaan sasis monokok vs ladder frame merupakan informasi yang penting untuk diketahui bagi para calon pembeli mobil.

Pasalnya, perbedaan sasis monokok (monocoque) vs ladder frame akan menentukan tidak hanya spesifikasi dan karakter, namun juga harga dari kendaraan yang hendak dipinang.

Lantas seperti apa kelebihan sasis monocoque dan ladder frame? Berikut informasi lengkapnya.

BACA JUGA:  3 Tips Memanfaatkan Make Up Kedaluwarsa, Jangan Langsung Dibuang!

Perbedaan Sasis Monokok Vs Ladder Frame

Agar tidak beli kucing dalam karung, berikut informasi mengenai kelebihan sasis monocoque dan ladder frame, diwartakan dalam kanal YouTube FtShare.

Sasis Ladder Frame

Ladder frame adalah
Sasis ladder frame (Foto: Pixabay/RonaldPlett)

Ladder frame adalah sasis paling awal yang diterapkan pada kendaraan. Sasis ini bahkan sudah ada sebelum kendaraan bermotor diciptakan.

Sering disebut dengan sasis gerobak, ciri khas sasis ini adalah posisinya yang terpisah dengan body utama mobil, sama seperti yang sering terpadang pada gerobak sesuai dengan panggilannya.

Sasis ini terkenal dengan kekuatan rangkanya, sehingga sering digunakan pada kendaraan niaga yang harus mengangkut beban berat, seperti truk dan bis. Mobil penumpang seperti Toyota Fortuner juga menggunakan sasis jenis ini, mengacu pada situs Toyota Astra.

Selain kekuatannya, jenis rangka ini juga lebih mudah untuk diproduksi, sehingga harganya bisa lebih murah. Posisinya yang terpisah juga memudahkan perbaikan tanpa mempengaruhi body utama.

Kelemahan utama sasis jenis ini adalah kestabilan yang tidak terlalu baik karena titik gravitasi yang tinggi, terutama ketika dipacu pada kecepatan tinggi.

Sasis Monocoque

Kelebihan sasis monocoque
Sasis monokok (Foto: Pixabay/ArtisticOperations)

Perbedaan sasis monokok vs ladder frame cukup signifikan. Pasalnya sasis monokok menjadi kesatuan dengan body mobil, tidak seperti ladder frame yang terpisah.

Perbedaan tersebut menjadikan kendali mobil dengan sasis monokok menjadi lebih stabil, bahkan pada kecepatan tinggi.

Apalagi ketika ditambah dengan titik gravitasi yang bisa didesain serendah mungkin, menjadikan sasis monokok dapat mencapai efisiensi aerodinamis yang lebih baik.

Namun, sasis ini lebih sulit untuk diproduksi karena lebih rumit. Sehingga biaya produksinya cenderung lebih mahal.

Sasis monokok juga bisa dikatakan tidak tahan lama, karena lebih sulit untuk diperbaiki tanpa mempengaruhi body kendaraan. Meskipun bukan cepat rusak juga, karena tentu dalam pengembangan sudah diperitungkan dengan matang kekuatannya.

Salah satu contoh mobil yang menggunakan sasis ini adalah Hyundai Palisade, mengacu pada informasi pada situs resmi Hyundai Motors Indonesia.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bantul Gencarkan Razia, Ini Standar Suara Knalpot Motor yang Sesuai Peraturan

Sekian informasi mengenai perbedaan sasis monokok vs ladder frame yang perlu diketahui sebelum membeli mobil. **** (Kontributor: Putra Ramadhan)

Baca artikel menarik lainnya di hariane.com