Terkait Insiden Pelemparan Bus Pemain Persis Solo, Gibran: Pak Erick Thohir ini PR Untuk Njenengan

HARIANE JOGJA – Melalui official statement dari Persis, klub secara resmi mengumumkan adanya insiden pelemparan bus pemain Persis Solo.

Pelemparan Bus Pemain Persis Solo dilakukan oleh sekelompok orang yang memulai penyerangan terhadap bus Laskar Sambernyawa pada Sabtu, 26 Januari 2023 sekitar jam 18.17 WIB.

Akibat dari insiden pelemparan bus pemain Persis Solo yang terjadi di kawasan Kelapa Dua hingga pintu Tol Panunggangan tersebut, kaca bus pecah dan satu orang petugas official klub mengalami luka ringan.

Insiden pelemparan bus pemain Persis Solo sebelumnya juga telah dikonfirmasi oleh pihak Persita Tangerang dengan mengunggah foto bertuliskan ‘Tidak  Ada Ruang untuk Kekerasan’ di akun Instagram resminya.

BACA JUGA:  Heboh Arema FC vs PSS Sleman, Warga Jogja Kena Timpukan yang Diduga dari Bus Pemain Arema

Pelemparan bus pemain Persis Solo terjadi seusai laga di pekan ke-21 Liga 1 2022/2023, Persita Tangerang vs Persis Solo yang di gelar di Indomilk Arena.

Pihak Persita Tangerang mengaku sangat menyayangkan atas terjadinya pelemparan bus pemain Persis Solo tersebut.

“Kami sangat menyesalkan insiden pelemparan yang terjadi kepada busntim Persis Solo dalam perjalanannya usai pertandingan hari ini,” terang pihak Persita Tangerang melalui unggahan di Instagram @persita.official.

Persita Tangerang juga dengan tegas menyampaikan bahwa tidak ada ruang vandalisme dan kekerasan dalam sepak bola, baik di dalam maupun luar lapangan.

Hal ini menandakan bahwa pelemparan bus pemain Persis Solo memang di luar kendali manajemen Persita Tangerang.

Respon Gibran Rakabuming Atas Insiden Pelemparan Bus Pemain Persis Solo

Insiden pelemparan bus pemain Persis Solo menyita banyak perhatian publik, tak terkecuali Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, insiden pelemparan bus pemain Persis Solo merupakan buntut panjang tragedi Kanjuruhan yang hingga kini belum ada kejelasannya.

Gibran menilai pelemparan terhadap bus pemain Persis Solo adalah akibat tidak tegasnya pihak berwenang dalam menangani tragedi Kanjuruhan.

Secara terbuka Gibran juga turut me-mention Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo

“Mohon ijin pak kapolri Listyo Sigit Prabowo. Mohon maaf jika saya lancang dan tidak sopan. Kejadian pelemparan terhadap bus pemain Persis Solo akan terus terjadi. Ini merupakan rangkaian dari tidak adanya tidakan tegas terhadap pelaku kerusuhan di Kanjuruhan,” tulisnya di akun Twitter pribadinya.

Tak hanya kepada Kapolri, Gibran juga turut meletakkan harapannya agar di didengar dan di tindaklanjuti oleh Calon Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

“Saya berharap banyak kepada pak Erick Thohir. Ini PR besar untuk njenengan,” tulis Gibran.

Pada unggahan yang sama, secara tidak langsung Gibran juga menginginkan pihak berwenang untuk memberikan hukuman kepada para suporter yang terkait dengan terjadinya tragedi Kanjuruhan.

“Kalau di Malang tidak dihukum, maka yang lain tidak akan takut berbuat serupa. Dan ini akan terus terjadi selama tidak ada ketegasan terhadap suporter,” tegas Anak Sulung Presiden Jokowi tersebut.

BACA JUGA:  Tinggal di Rumah Mewah Terbengkalai, Kisah Bu Mira Mantan Pramugari Mirip dengan Bu Eni yang Depresi

Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Kapolri maupun Erick Thohir atas keluhan Gibran tersebut.

Sedangkan mengenai insiden pelemparan bus pemain Persis Solo, dalam Official Statement-nya sudah dikatakan bahwa insiden ini telah ditangani oleh pihak berwajib. **** (Kontributor: Rema Emiliana)