7 Minuman dan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi, Selain Kopi Susu

HARIANE JOGJA – Ada banyak minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, mengingat pencernaan dan tubuh anak baru lahir yang masih sangat lemah.

Minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, baru-baru ini menjadi banyak dipertanyakan para orang tua lantaran beredarnya video TikTok seorang ibu yang diduga memberi bayi kopi susu sachet.

Tak hanya kopi susu, minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi atau sebaiknya dibatasi, ada banyak jenisnya.

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi, Termasuk Susu Ini

Berikut beberapa jenis minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention.

1. Madu

Sebelum genap berusia 12 bulan, madu harus dihindari karena dapat menyebabkan keracunan makanan serius yang disebut botulisme.

2. Makanan dan Minuman yang Tidak Dipasteurisasi

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi
Keju dan susu yang tidak dipasteurisasi dapat meningkatkan risiko diare pada bayi.
(Ilustrasi: Pixabay/lipefontes0)

Makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi, seperti yogurt dan keju, bisa juga disebut susu mentah dapat meningkatkan risiko bayi terkena bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan diare parah.

BACA JUGA:  5 Penyebab Susah Bangun Pagi Benarkah Berbahaya? Ini Cara Mengatasinya

3. Makanan dengan Pemanis Tambahan

Anak-anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya dihindarkan dari gula tambahan. Jika memberi makanan atau minuman kemasan yang terjual bebas di pasaran, orang tua sebaiknya memeriksa label gizi terlebih dahulu.

Contoh makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi dengan gula tambahan, misalnya roti, yogurt rasa, atau permen. Sementara contoh minuman dengan gula tambahan, misalnya soda atau minuman kemasan.

4. Makanan Tinggi Garam (Natrium)

Karena praktis dan enak, orang tua kadang tak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi buah hatinya memiliki kadar garam tinggi.

Makanan tinggi garam yang merupakan salah satu jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi contohnya makanan kaleng, daging olahan seperti kornet dan sosis, dan makanan ringan kemasan yang dijual bebas di warung-warung.

5. Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

Ikan yang mengandung merkuri tinggi seperti makarel dan tuna juga sebaiknya dihindari. Terpapar terlalu banyak merkuri dapat membahayakan otak dan sistem saraf.

Akan tetapi pada dasarnya, ikan memiliki nutrisi penting yang mendukung perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh.

Artinya, ikan bukanlah makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi sepenuhnya, tetapi orang tua hanya perlu membatasi jumlah merkuri dalam makanan anak-anak.

Ada banyak jenis ikan rendah merkuri yang dapat dikonsumsi anak, seperti ikan salmon, nila, patin, dan sebagainya.

BACA JUGA:  7 Makanan Khas Imlek yang Membawa Keberuntungan, Selalu Dihidangkan saat Kumpul Bersama

6. Susu Sapi Murni

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi
Susu murni dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada bayi di bawah 1 tahun.
(Ilustrasi: Pixabay/pezibear)

Tidak hanya penting untuk mengetahui makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, ternyata ada juga jenis minuman yang terlarang.

Sebelum usia 12 bulan, orang tua sebaiknya hanya memberikan ASI atau susu formula saja. Sebab, ada beberapa alasan mengapa susu murni masuk dalam daftar minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi.

Dilansir dari healthychildren.org susu sapi hanya memiliki sedikit zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang tepat. Susu sapi juga tidak mengandung jenis lemak yang baik untuk pertumbuhan bayi.

Susu sapi bahkan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada bayi karena protein susu sapi dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus sehingga menyebabkan hilangnya darah dalam tinja.

Setelah lebih dari satu tahun, anak baru boleh diberi susu sapi, itu pun yang sudah dipasteurisasi misalnya UHT. Asupannya juga dibatasi maksimal 2 cangkir (sekitar 16 ons) saja per hari.

Pemberian susu lebih dari 24 ons per hari dapat menyebabkan anak kekurangan zat besi, jika tidak didampingi dengan pemberian makanan yang mengandung zat besi tinggi.

7. Jus

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi
Serat dalam jus tidak sebanyak buah utuh.
(Ilustrasi: Pexels/pixabay)

Jus buah dan sayur sebelum usia 12 bulan tidak dianjurkan untuk diberikan terlalu banyak. Orang tua hanya boleh memberikan jus murni sebanyak 4 ons atau kurang dalam sehari.

Buah utuh dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk anak daripada jus buah. Jus buah tidak memberikan manfaat kesehatan seperti buah utuh karena serat dalam jus sudah berkurang.

Dilansir dari laman Dental Associates Blog, nilai gizi dalam jus sangat sedikit dan memberikan kontribusi negatif bagi kesehatan mereka secara keseluruhan, meskipun anak-anak menyukai rasa manis dari jus buah.

Jus buah juga bisa menjadi penyebab kerusakan gigi pada anak-anak, terutama bila diberikan melalui botol minum khusus bayi atau dot. Kandungan gula dan tingkat keasaman jus memiliki dampak yang besar pada gigi.

Nah, untuk bisa menambah lebih banyak informasi mengenai hal makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Daftar minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi ini sebaiknya jadi perhatian agar tidak mengulang kasus bayi yang diberi kopi susu sachet. **** (Kontributor: Eni Damayanti)