HARIANE JOGJA – Ada banyak minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, mengingat pencernaan dan tubuh anak baru lahir yang masih sangat lemah.
Minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, baru-baru ini menjadi banyak dipertanyakan para orang tua lantaran beredarnya video TikTok seorang ibu yang diduga memberi bayi kopi susu sachet.
Tak hanya kopi susu, minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi atau sebaiknya dibatasi, ada banyak jenisnya.
Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bayi, Termasuk Susu Ini
Berikut beberapa jenis minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention.
1. Madu
Sebelum genap berusia 12 bulan, madu harus dihindari karena dapat menyebabkan keracunan makanan serius yang disebut botulisme.
2. Makanan dan Minuman yang Tidak Dipasteurisasi

(Ilustrasi: Pixabay/lipefontes0)
Makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi, seperti yogurt dan keju, bisa juga disebut susu mentah dapat meningkatkan risiko bayi terkena bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan diare parah.
3. Makanan dengan Pemanis Tambahan
Anak-anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya dihindarkan dari gula tambahan. Jika memberi makanan atau minuman kemasan yang terjual bebas di pasaran, orang tua sebaiknya memeriksa label gizi terlebih dahulu.
Contoh makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi dengan gula tambahan, misalnya roti, yogurt rasa, atau permen. Sementara contoh minuman dengan gula tambahan, misalnya soda atau minuman kemasan.
4. Makanan Tinggi Garam (Natrium)
Karena praktis dan enak, orang tua kadang tak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi buah hatinya memiliki kadar garam tinggi.
Makanan tinggi garam yang merupakan salah satu jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi contohnya makanan kaleng, daging olahan seperti kornet dan sosis, dan makanan ringan kemasan yang dijual bebas di warung-warung.
5. Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi
Ikan yang mengandung merkuri tinggi seperti makarel dan tuna juga sebaiknya dihindari. Terpapar terlalu banyak merkuri dapat membahayakan otak dan sistem saraf.
Akan tetapi pada dasarnya, ikan memiliki nutrisi penting yang mendukung perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh.
Artinya, ikan bukanlah makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi sepenuhnya, tetapi orang tua hanya perlu membatasi jumlah merkuri dalam makanan anak-anak.
Ada banyak jenis ikan rendah merkuri yang dapat dikonsumsi anak, seperti ikan salmon, nila, patin, dan sebagainya.
6. Susu Sapi Murni

(Ilustrasi: Pixabay/pezibear)
Tidak hanya penting untuk mengetahui makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi, ternyata ada juga jenis minuman yang terlarang.
Sebelum usia 12 bulan, orang tua sebaiknya hanya memberikan ASI atau susu formula saja. Sebab, ada beberapa alasan mengapa susu murni masuk dalam daftar minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi.
Dilansir dari healthychildren.org susu sapi hanya memiliki sedikit zat besi, vitamin C, dan nutrisi lain yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang tepat. Susu sapi juga tidak mengandung jenis lemak yang baik untuk pertumbuhan bayi.
Susu sapi bahkan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada bayi karena protein susu sapi dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus sehingga menyebabkan hilangnya darah dalam tinja.
Setelah lebih dari satu tahun, anak baru boleh diberi susu sapi, itu pun yang sudah dipasteurisasi misalnya UHT. Asupannya juga dibatasi maksimal 2 cangkir (sekitar 16 ons) saja per hari.
Pemberian susu lebih dari 24 ons per hari dapat menyebabkan anak kekurangan zat besi, jika tidak didampingi dengan pemberian makanan yang mengandung zat besi tinggi.
7. Jus

(Ilustrasi: Pexels/pixabay)
Jus buah dan sayur sebelum usia 12 bulan tidak dianjurkan untuk diberikan terlalu banyak. Orang tua hanya boleh memberikan jus murni sebanyak 4 ons atau kurang dalam sehari.
Buah utuh dapat menjadi pilihan yang lebih sehat untuk anak daripada jus buah. Jus buah tidak memberikan manfaat kesehatan seperti buah utuh karena serat dalam jus sudah berkurang.
Dilansir dari laman Dental Associates Blog, nilai gizi dalam jus sangat sedikit dan memberikan kontribusi negatif bagi kesehatan mereka secara keseluruhan, meskipun anak-anak menyukai rasa manis dari jus buah.
Jus buah juga bisa menjadi penyebab kerusakan gigi pada anak-anak, terutama bila diberikan melalui botol minum khusus bayi atau dot. Kandungan gula dan tingkat keasaman jus memiliki dampak yang besar pada gigi.
Nah, untuk bisa menambah lebih banyak informasi mengenai hal makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Daftar minuman dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bayi ini sebaiknya jadi perhatian agar tidak mengulang kasus bayi yang diberi kopi susu sachet. **** (Kontributor: Eni Damayanti)


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Dyah Ayu
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
Informasi Lengkap Weton Kelahiran 8 Februari 2023: Mulai dari Karakter, Pekerjaan, dan Jodoh
VIDEO
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Sri Sultan HB X Dorong Keadilan Fiskal DIY di Tengah Pemangkasan Dana Transfer 2026