Kenali Tanda Penyakit Hoarding Disorder, Salah Satunya Gemar Menimbun Barang Berlebihan

HARIANE JOGJA – Tanda penyakit hoarding disorder berikut penting untuk diketahui karena ternyata dapat dikenali melalui perilaku seseorang dalam kesehariannya.

Salah satu gejala hoarding disorder yang paling mudah terlihat adalah seseorang memiliki hobi menyimpan benda-benda yang sudah tidak terpakai, seringkali dalam jumlah yang banyak.

Hoarding disorder adalah salah satu gangguan mental yang bisa berdampak pada aspek lain kehidupan penderitanya, bahkan berisiko membahayakan keselamatan.

Kebanyakan orang pasti pernah mengalami kesulitan ketika hendak membuang barang-barang kesayangannya walaupun sudah tidak terpakai.

Namun kesulitan untuk membuang barang yang rusak tersebut apabila terus dilakukan akan memenuhi rumah sehingga tidak nyaman untuk dihuni.

BACA JUGA:  7 Tips Memutihkan Ketiak dan Selangkangan, Ketahui Juga Penyebabnya!

Kenali Tanda Penyakit Hoarding Disorder

Tanda Penyakit Hoarding Disorder
Salah satu gejala hoarder adalah tidak bisa membuang barang yang sebenarnya sudah tidak berguna. (Ilustrasi: Freepik/freepik)

Seperti yang dijelaskan di laman American Psychiatric Assosiation, hoarding disorder adalah perilaku menimbun barang-barang yang tidak terpakai dan cenderung kesulitan untuk membuang maupun berpisah dengan barang-barang tersebut.

Merasa sulit membuang batang karena benda-benda itu dianggap memiliki nilai sentimental, bersejarah dan akan berguna di kemudian hari.

Mulai dari koran, buku, makanan, pakaian, struk belanja, alat rumah tangga, tas plastik, tanaman, hewan, hingga barang-barang bekas yang sudah kotor dan rusak.

Hoarding disorder sebenarnya termasuk dalam salah satu gangguan mental yang dapat menyebabkan masalah dalam aktivitas sosial, hubungan, pekerjaan, maupun yang lainnya.

Menimbun barang berlebihan juga dapat mengakibatkan masalah keselamatan seperti tersandung barang yang menumpuk ketika hendak melakukan aktivitas di dalam rumah.

Berbeda dengan kolektor, pengidap hoarding disorder atau yang disebut dengan hoarder, kerap menyimpan benda apapun dan menumpuknya secara sembarangan.

Sementara para kolektor biasanya mengumpulkan barang tertentu yang mempunyai nilai seperti uang kuno, barang antik, ataupun perangko yang dirawat dengan rapi.

BACA JUGA:  Gejala Virus Marburg Mewabah di Afrika, Risiko Kematian 88 Persen
Tanda Penyakit Hoarding Disorder
Pengidap hoarding disorder bisa jadi mengalami gangguan mental yang membutuhkan terapi. (Ilustrasi: Freepik/user15285612

Beberapa tanda atau gejala hoarding disorder yaitu sebagai berikut:

1. Kesulitan yang terus-menerus untuk membuang atau berpisah dengan harta benda walaupun barang tersebut sudah rusak.

2. Kesulitan ini disebabkan oleh kebutuhan yang dirasakan untuk menyimpan barang-barang tersebut walaupun sudah tidak terpakai.

3. Kesulitan membuang barang mengakibatkan tempat tinggal seseorang menjadi berantakan dan kotor, namun para pengidap hoarding disorder tetap merasa nyaman tinggal di tempat tersebut.

Penyebab Hoarding Disorder

Gejala hoarding disorder bisa ditimbulkan karena beberapa hal, di antaranya mempunyai kebiasaan berpikir bahwa barang bekas yang dimiliki dirasa akan digunakan lagi sehingga memutuskan untuk menyimpannya.

Selain itu, kejadian traumatis yang di alami seseorang pun turut menjadi penyebab kebiasaan menyimpan barang-barang bekas yang tidak terpakai karena cenderung merasa takut akan kehilangan.

Di samping itu, hoarding disorder adalah bentuk dari OCD (Obsessive Compulsive Disorder) sehingga gangguan ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan mental lain yang diidap oleh seseorang seperti depresi, anxiety, atau lain sebagainya.

Lebih lanjut Anxiety and Depression Association of America mengemukakan bahwa gangguan mental ini bisa terjadi akibat kepuasaan tersendiri yang dirasakan oleh seseorang ketika menyimpan barang bekas.

BACA JUGA:  Gejala Penyakit LSD Pada Sapi di Jogja Ditemukan di 3 Kabupaten, Apa Dampaknya Pada Ternak?

Misalnya menyimpan bungkus cokelat yang diberikan oleh orang terkasih berbulan-bulan yang lalu. Para pengidap hoarding disorder cenderung akan merasa kehilangan sebuah kenangan jika barang tersebut dibuang.

Meskipun terlihat sepele, gejala hoarding disorder tidak bisa dianggap remeh. Para hoarder tetap memerlukan penanganan dari ahli agar dapat mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

Biasanya dengan terapi perilaku kognitif dapat membantu mengubah pola pikir serta tindakan seseorang sehingga kualitas hidup akan lebih baik.

Itulah beberapa tanda penyakit hoarding disorder yang dapat dikenali berdasarkan perilaku seseorang sehari-hari. **** (Kontributor: Fatimah Nuraini)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com