Hari Radio Sedunia 2023 Diperingati 13 Februari, Berikut Tema untuk Tahun ini

HARIANE JOGJA – Hari Radio Sedunia 2023 merupakan perayaan yang ke-12 setelah diakui UNESCO pada tahun 2011 lalu dan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pda 2012.

Tema Hari Radio Sedunia pada peringatan tahun ini adalah Radio dan Perdamaian.

Dengan diperingatinya Hari Radio Sedunia, diharapkan masyarakat secara global memberikan dukungan pada radio untuk menjadi media profesional yang mampu mencegah konflik dan menciptakan perdamaian.

BACA JUGA:  Miris! Motif Pelaku Mutilasi Wanita di Kaliurang, Rupanya Terlilit Hutang 3 Pinjol

Hari Radio Sedunia Ditetapkan Tahun 2012 Lantaran Peran Pentingnya

Hari Radio Nasional
Narasi media dapat meningkatkan ketegangan atau justru berkontribusi menciptakan perdamaian. (Ilustrasi: Pexels/alinevianafoto)

Dilansir dari laman resmi PBB, Hari Radio Sedunia dicanangkan pada 2011 oleh Negara Anggota UNESCO dan diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2012 sebagai Hari Internasional, yakni 13 Februari sebagai Hari Radio Sedunia.

Penetapan ini dilatarbelakangi oleh peran radio sebagai media yang kuat untuk merayakan kemanusiaan dalam segala keragamannya merupakan platform untuk wacana demokrasi.

Di tingkat global, radio tetap menjadi media yang paling banyak dinikmati masyarakat.

Dengan kemampuan unik dalam menjangkau khalayak luas, radio telah membentuk pengalaman masyarakat tentang keragaman, arena bagi semua suara untuk berbicara, diwakili, dan didengar.

Radio juga menjadi media berbiaya rendah dan cocok untuk menjangkau masyarakat terpencil atau orang-orang yang rentan hingga menawarkan platform untuk campur tangan dalam debat publik, terlepas dari tingkat pendidikan masyarakat.

Tak hanya itu, radio juga memainkan peran penting dalam komunikasi darurat dan bantuan bencana.

Tema Hari Radio Sedunia 2023: ‘Radio dan Perdamaian’

Dilansir dari laman resmi UNESCO, Tema Hari Radio Sedunia edisi ke-12 yang diperingati pada 13 Februari 2023 adalah ‘Radio dan Perdamaian’.

Pada Hari Radio Sedunia 2023, UNESCO menyoroti radio independen sebagai pilar pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian.

Perang yang merupakan lawan kata dari perdamaian, menjadi pertanda bahwa konflik bersenjata antarnegara atau kelompok dalam suatu negara sedang terjadi. Hal ini juga dapat diterjemahkan menjadi konflik narasi media.

Narasi media dapat meningkatkan ketegangan atau justru berkontribusi menciptakan perdamaian.

Dalam melaporkan dan menginformasikan kepada masyarakat umum, stasiun radio akan membentuk opini publik dan membingkai narasi yang kemudian akan memengaruhi situasi domestik dan internasional serta proses pengambilan keputusan.

Meski dinilai dapat menyulut konflik, tetapi radio profesional akan memoderasi konflik atau ketegangan, mencegah eskalasinya, atau mewujudkan pembicaraan rekonsiliasi dan rekonstruksi.

Dalam konteks ketegangan, program yang relevan dan pelaporan berita independen memberikan landasan bagi demokrasi yang berkelanjutan dan tata pemerintahan yang baik.

Hal ini ditempuh dengan mengumpulkan bukti tentang apa yang terjadi, memberi tahu warga tentang hal tersebut tanpa memihak dan harus berdasarkan fakta, menjelaskan apa yang dipertaruhkan, serta menengahi dialog antarkelompok yang berbeda dalam masyarakat.

Perang bisa dimulai dalam pikiran manusia, maka dalam pikiran manusia itulah pertahanan perdamaian harus dibangun.

Itulah alasan mengapa dukungan terhadap radio independen harus dilihat sebagai bagian integral dari perdamaian dan stabilitas.

Dukungan dapat diberikan dalam berbagai cara, misalnya melalui pendanaan darurat atau bantuan struktural untuk radio sebagai sebuah sektor.

Bisa juga dengan mempromosikan undang-undang dan regulasi yang memadai, mendorong pluralisme dan keragaman radio, menjaga independensinya, atau memfasilitasi pajak yang terjangkau atau kelayakan finansial secara keseluruhan.

Sebab, radio bisa secara sengaja atau tidak sengaja berperan dalam dinamika konflik karena kebijakan editorial yang rapuh, kesetiaan pada kepemimpinan atau kepemilikan tertentu, penyensoran, pengawasan, undang-undang anti-teror, hingga kejahatan yang terorganisir.

BACA JUGA:  Daftar Pembicara Masjid Kampus UGM 1444 H, Ada Mantan Wapres HI Hingga Najwa Shihab

Hari Radio Nasional di Indonesia

Dilansir dari laman resmi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Negara Indonesia telah lama memiliki Hari Radio Nasional.

Adapun Hari Radio Nasional diperingati setiap tanggal 11 September sekaligus menandai hari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) yang juga didirikan pada 11 September 1945. Oleh karena itu, Hari Radio Nasional juga kerap disebut sebagai Hari RRI.

Dengan tema Radio dan Perdamaian, perayaan Hari Radio Sedunia 2023 ini diharapkan dapat menjadi dukungan agar radio dapat terus melayani masyarakat dengan meningkatkan standar dan kapasitas jurnalistik, yang dianggap sebagai investasi dalam perdamaian. **** (Kontributor: Eni Damaya)

Baca artikel menarik lainnya di Hariane.com