HARIANE JOGJA – Pelatihan cara membuat ecoprint menjadi salah satu program yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram), periode Januari 2023.
Pelatihan cara membuat ecoprint ini ditujukan bagi para warga, khususnya ibu rumah tangga di Dusun Jetis, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul.
Bertempat di padukuhan Dusun Jetis, pelatihan cara membuat ecoprint ini ditujukan sebagai sarana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka meningkatkan perekonomian warga setempat.
Lantas, seperti apa cara membuat ecoprint? Bahan apa saja yang dibutuhkan? Berikut informasi selengkapnya.
Cara Membuat Ecoprint
Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat ecoprint antara lain yaitu panci pengukus, kompor, bahan kain, plastik, tali, tawas, soda abu, TRO, cuka, zat warna alam, dan juga daun.
Setelah semua peralatan dan bahan tersedia, maka langkah selanjutnya masuk pada proses pembuatan ecoprint.
Dalam proses pembuatan ecoprint ini dibagi menjadi empat langkah, yaitu mordanting, treatment pada daun, proses peletakan daun (ecoprint), dan proses fiksasi (penguncian).
Mordanting
Mondarting merupakan proses persiapan pada kain yang dikhususkan pada zat warna alam.
Adapun bahan yang dibutuhkan untuk proses ini yaitu kain 2,5 meter, tawas 100 gram, dan soda abu 30%.
Langkah-langkah mondarting yaitu:
1. Kain dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan TRO, kemudian dibilas.
2. Larutkan tawas dan soda abu ke dalam 10 liter air panas (direbus hingga mendidih).
3. Masukkan kain yang sudah dicuci dengan TRO sambil dibolak balik, kemudian diamkan selama kurang lebih 12 jam (semalam).
4. Cuci kain sampai bersih lau diangin-anginkan.
Treatment pada Daun
Langkah selanjutnya dalam proses pembuatan ecoprint adalah treatment pada daun yang meliputi langkah-langkah berikut ini.
1. Daun direndam dalam larutan cuka yang terdiri dari cuka 210 ml dan air 10 liter. Atau bisa juga disesuakan dengan banyaknya daun yang akan digunakan.
2. Daun direndam selama minimal 30 menit, maksimal 12 jam. Untuk daun jati menggunakan larutan cuka yang dicampur dengan air dingin, sedangkan untuk daun lanang menggunakan larutan cuka yang dicampur dengan air hangat. Selama proses perendaman ini, daun tidak boleh dibolak-balik.
Proses Peletakan Daun (Ecoprint)
Proses ecoprint ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut.
1. Kain yang masih agak basah dilembarkan di atas plastik kemudian letakkan daun (ditata) di atas kain tersebut.
2. Tutup lagi dengan kain dan plastik, kemudian digulung dan ditali dengan erat (rapat).
3. Kukus gulungan tersebut selama kurang lebih 2 jam.
4. Setelah itu, angkat gulungan dan tunggu hingga agak dingin, kemudian dibuka dan diangin-anginkan selama minimal tiga hari.
Proses Fiksasi (Penguncian)
Proses fiksasi ini merupakan langkah yang terakhir dalam proses pembuatan ecoprint. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Larutkan tawas dalam satu liter air.
2. Rendam kain selama 10 menit kemudian bilas dengan bersih dan dikeringkan.
3. Kain ecoprint siap digunakan.
Demikian informasi mengenai cara membuat ecoprint yang menjadi salah satu program KKN mahasiswa jurusan S1 Pariwisata Stipram 2023 di Selopamioro. ****


Penulis dan Editor
-
Admin
-
Tri Lestari
Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces Hadapi Peluang Baru dalam Karier & Keuangan
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
BUDAYA
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul
Malam ini, Wayang Jogja Night Carnival 2024 Siap Memukau di HUT ke-268 Kota Yogyakarta
GAYA HIDUP
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Konser HUT ke-194 Bantul: Ndarboy Genk hingga NDX AKA Siap Guncang Panggung Malam Puncak
HARIANESIA
OLAHRAGA
PSS Sleman Siap Hadapi Liga 1 2024/2025 dengan Skuad Baru dan Ambisi Besar
GKR Hemas Ikut Nobar Indonesia Vs Iraq bersama Karang Taruna Kemantren Pakualaman di Alun-alun Sewandana
PENDIDIKAN
ZODIAK
Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces Hadapi Peluang Baru dalam Karier & Keuangan
Sifat Weton Jumat Wage yang Dinaungi Lintang Magelut dan Laku Pandita
VIDEO
Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces Hadapi Peluang Baru dalam Karier & Keuangan
Residivis Curi Tas Coach Rp3 Juta di Swalayan Yogyakarta, Aksi Terekam CCTV Berujung Penangkapan
Masa Depan DIY di Tangan Pelajar: Sekda Ingatkan Bahaya Kenakalan Remaja yang Mengintai
Saemen Fest 2026: Lineup, Venue Baru, Harga Tiket, dan Cara Beli
Pantai Watu Kodok Gunungkidul: Harga Tiket, Camping, Rute, Fasilitas, dan Sunset Memukau
Kemnaker Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Green Jobs, Polteknaker Didorong Adaptif dan Multiskill
Motif Pengeroyokan Pelajar di Bantul Terungkap, Dipicu Balas Dendam Antargeng
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Bantul: Dari Penculikan hingga Tewas, 7 Pelaku Terancam Hukuman Mati
Sultan Hamengku Buwono X Dorong Sinergi Daerah Wujudkan PSEL: Dari Tumpukan Sampah Menuju Sumber Energi Baru
Sumino, Nafas Tradisi dari Suara Kendang Gunungkidul